
Hari pertama opening toko kuenya Zahra yang dikasih nama Zahrana cake and cookies itu perlahan ada satu dua orang yang berdatangan, Zahra di bantu dengan satu orang karyawan yang merupakan tetangga jauhnya dan adik kelas pas zaman masih SMA, karena rasanya Capek kalau semua di urus sendiri mulai dari persiapan buka sampai melayani pelanggan dan baking atau ngoven. Bundanya sudah menawarkan diri buat membantu, tapi rasanya Zahra tidak tega jika Bundanya harus capek membantu di toko.
"Teh Zahra udah promo di sosmed belum teh?"
Tanya Mia karyawannya
"Belum sempat mi,nanti kalau sudah beres menata semuanya di toko, aku baru mau post di sosmed, awalnya ragu sih mau promo di sosmed kan baru pertama buka juga"
"Ih ga papa atuh teh, justru pas dari pembukaan gini harus langsung di promosiin biar orang orang pada tahu"
"Iya nanti aku mulai promosi deh, aku udah bikin sih ig nya, tapi belum aku isi foto sama belum ada followersnya juga"
"Nanti aku share di sosmed aku juga ya teh"
"Sip, terimakasih Mi"
Sambil mengacungkan jempol, bersyukur di hari kemarin dia tidak sengaja ketemu Mia di Pasar dan dia menceritakan tentang rencananya membuka toko dan butuh satu orang karyawan, dan kebetulan Mia juga cuma seorang istri yang suaminya kerja di Surabaya dan tidak punya kegiatan di rumahnya, otomatis menawarkan diri untuk menjadi karyawan Zahra.
"Sepi ya Mi"
Ucap Zahra di meja kasir
Sudah setengah hari tapi pembeli baru beberapa orang.
"Sabar teh baru juga hari pertama, orang orang belum pada tahu, insyaallah nanti kalau sudah pada tahu mah pasti banyak pembelinya, ngomong ngomong aku sudah share di sosmed aku ko teh"
"Aamiin, makasih ya mi, iya mudah mudahan besok besok laris ya"
Beberapa menit setelahnya datang dua orang perempuan ke toko Zahra.
__ADS_1
"Eh ceu Yuni silahkan ceu di pilih kue nya"
Ucap Zahra ramah, meskipun kadang tetangganya yang satu ini suka bikin tidak nyaman dengan ucapannya namun Zahra tetap bersikap ramah.
"Iya nih eceu mau milih yang enak enak, gimana promo apa nih buat eceu? potongan apa gratis?"
Zahra tersenyum mengingat obrolan kemarin bersama ceu Yuni dan ceu Sri.
"Khusus buat hari ini dan buat ceu Yuni, aku kasih diskon 50% deh"
"Ga gratis ra? ya aku juga ada sih uang mah, cuma ya kali aja gitu dapet gratis apa itu namanya neng? ibu lupa?"
Ucapnya sambil memanggil anaknya yang sedang melihat rak kue
"Tester bu, iya ra apa ga ada testernya ini teh?"
batin Mia
"Oh ini ceu"
Zahra memberikan satu kue cupcake kepada ceu Yuni.
"Cuma ibu aja ra? aku engga?"
Sewot anaknya ceu Yuni
"Kan namanya tester teh, ya itu aja barengan ibunya, kan namanya tester, kalau banyak mah harus beli"
Jawab Mia yang tidak senang dengan gaya ibu dan anaknya.
__ADS_1
"Pelit ya pelit aja"
Balas anaknya ceu Yuni
"Bukannya pelit teh, itu cupcake satu saja harganya 12 ribu, kalau tester buat kalian berdua aja sudah 24 ribu dong, terus tadi teh Zahra juga sudah ngasih diskon loh buat khusus buat kalian"
"Sudah sudah mi,ga papa teh kalau kurang silahkan ambil di dekat meja kasir ya"
"Tuh Zahra saja yang punya ngasih ko, kamu yang karyawannya saja ngeyel"
"Jadi ini saja belanjaannya bu"
Tanya Mia sinis, sambil memasukkan 3 kue yang ceu Yuni beli ke dalam kantong kresek padahal dari gayanya aja yang sok sok an eh yang dibeli cuma 3 kue itu pun yang murah murah.
"Iya, saya juga masih ada kue yang kemarin suami anak saya bawa dari kota, saya sudah terlanjur janji ke Zahra mau datang kesini"
"Yu ra kita pulang ya"
"Iya makasih ceu Yuni sudah mampir, semoga suka ya sama kue aku"
Mereka pun meninggalkan toko Zahra.
"Mereka itu siapa sih teh? sombong amat ya, Mia mah ga suka sama mereka"
"Hus, ga boleh gitu ah,mereka itu tetangganya aku mi"
"Tetangga julid ya teh?"
Zahra hanya tersenyum, walau bagaimanapun yang di bilang Mia tadi semuanya benar.
__ADS_1