
Setelah hampir sebulan tidak turun hujan, akhirnya hari ini turun hujan membasahi tanah Bandung, menghidupi tumbuhan yang hidup di muka bumi yang sempat layu, bukan hanya tumbuhan yang langsung segar mendapat guyuran air hujan, melainkan manusia dan binatang juga.
Terlihat beberapa orang menghentikan aktifitas mereka.
Sudah hampir satu jam hujan membasahi bumi, terlihat orang orang meneduh, di tempat tempat pinggir jalan, sama seperti Zidan.
Sepulang dari rumah sakit Zidan bermaksud untuk segera pulang, namun di tengah perjalanan hujan mengguyurnya, Zidan menyampingkan motornya ke tempat yang dekat dengannya untuk berteduh.
"Alhamdulillah hujan, Allohumma soyyiban naafia'n"
Ucap Zidan saat berdiri berteduh di sebuah toko.
Zidan memperhatikan jalanan sekitar, tak jauh dari dirinya banyak juga pengendara motor yang meneduh. Dan saat melirik ke toko tempat dia berteduh, dia memperhatikan nama toko tersebut.
"Zahrana cake and cookies"
Sejenak dia mengingat pernah melihat tulisan tersebut saat di acara Ummi Aisyah.
"Eh bukannya hari ini hari jum'at ya, Rabbana Hablana Min Azwajina Wa dzurriyatina qurrota A' yuni Waja'lnna lil muttaqiina imaama, permudahkan urusan hamba Ya Allah termasuk apa yang sedang hamba rintis ( rumah sakit), Aamiin"
"Pada hari jum'at terdapat dua belas jam ( siang hari) , diantara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya, oleh karena itu carilah ia di waktu akhir setelah asar. ( H.R Abu dawud).
__ADS_1
Selain di akhir asar di hari Jum'at, ada hadist yang menerangkan diantara waktu mustajab do'a yaitu ketika turun hujan.
Zidan menggunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada Allah.
Setelah terlihat hujan mulai reda, Zidan pun bergegas meninggalkan tempat berteduhnya.
Jarum jam menunjukan pukul 06.30, Zahra sedang membereskan mejanya, dan bersiap untuk pulang, sama halnya dengan kedua karyawannya, sedang mulai membereskan toko, karena sebentar lagi Toko akan tutup.
Tak terasa hampir 6 bulan Zahra buka Toko ini, dan besok dia akan menemui pemilik tempat untuk memperpanjang sewa, harapan Zahra kedepannya dia bisa memiliki tempat sendiri, namun dirinya sadar bahwa dirinya baru saja memulai usaha, jadi harus bersabar. Zahra akan berusaha mengumpulkannya dari hasil penjualan, dan dari hasil menulis, untuk menulis novel rasanya sekarang Zahra jadi keasyikan menulis, dalam sebulan saja Zahra bisa menulis 3 novel. dan pengikutnya pun semakin banyak.
Setelah 30 menit mengemudi mobil, akhirnya Zahra sampai di rumah, sebenarnya jarak rumah dan toko tidak terlalu jauh, namun mengingat jalanan yang lumayan macet membuat Zahra tiba di rumah lebih telat dari biasanya.
"Assalamualaikum bun, pak"
tanya bunda
"Iya bun, tadi jalanan macet, aku ke kamar dulu ya bun, sekalian mau langsung bersih bersih, ga enak badan lengket"
Ucap Zahra sambil mencium aroma badan sendiri.
"Ya, nanti langsung makan ya, bunda masak soto ayam kesukaan kamu mumpung masih hangat"
__ADS_1
"Iya bun"
Sedangkan di tempat lain Zidan pamit pulang kepada Ummi Aisyah setelah mengantarkan Makanan dari ibunya.
Ibunya Zidan merupakan adik satu satunya dari Ummi Aisyah, mereka hanya dua bersaudara.
Zidan sudah menganggap Ummi Aisyah seperti ibunya sendiri, itu lah kenapa dirinya memanggilnya dengan sebutan Ummi seperti anaknya Ummi Aisyah. Begitupun dengan Ummi Aisyah. Jarak rumah mereka tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 10 menit dengan menggunakan motor atau mobil.
"Jadi gimana? sudah di pikirkan baik baik?"
Tanya Ummi Aisyah sesaat Zidan mau pulang
"Bismillah aja ya mi, nanti aku kirim filenya ke Ummi"
"Baik, Ummi tunggu ya"
Ummi tersenyum lega mendengar jawaban Zidan.
"Oke Ummi, aku pamit pulang mi Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Ummi yang melihat zidan pergi, hanya tersenyum, ada harapan di hatinya semoga urusan Zidan dilancarkan, Ummi menyayangi Zidan seperti anaknya sendiri, dia jadi teringat kepada anak laki lakinya yang sudah meninggal waktu masih balita, dengan melihat Zidan rasa rindunya sedikit terobati.