Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
proses Tanya jawab


__ADS_3

Siang ini, 3 orang ini online secara bersamaan, yang tak lain Zidan, Zahra dan ummi Aisyah. Setelah Ummi Aisyah mempersilahkan untuk tanya jawab di grup, ada rasa nervous di Zahra,meskipun tidak bertemu langsung, namun entah mengapa dirinya merasa gugup tak karuan.


Dan mengalir lah tanya jawab antara Zidan dan Zahra, mulai dari tentang kehidupan sehari hari dan soal visi misi pernikahan sampai impian pernikahan mereka masing masing, tanya jawab untuk mengenal si calon masing masing sebelum menuju ke tahap pernikahan.


"Jika diantara kalian merasa cocok keduanya silahkan lanjut ke nadzor / bertemu, kalian atur jadwalnya kapan, Insyaallah Ummi siap mendampingi, namun jika dirasa tidak cocok silahkan di utarakan baik baik".


Kata Ummi Aisyah dalam chatnya.


Akhirnya setelah beberapa waktu dihabiskan untuk sesi tanya jawab antara Zidan dan Zahra, mereka sepakati untuk memberi keputusan dilanjut nadzor atau tidaknya di hari esok.


"Mungkin sehari cukup kali ya buat memikirkan lanjut bertemu atau tidak, tapi aku suka dengan Visi dan Misi Zidan serta kepribadiannya"


Gumam Zahra sambil menarik selimut menutupi badannya, sebelum menembus ke alam mimpi.


Esok harinya ketika matahari mulai tenggelam, dan Zidan sudah selesai dengan pekerjaannya di Rumah sakit miliknya, Zidan sengaja menelpon tantenya yang tak lain Ummi Aisyah sebelum bergegas pulang ke rumahnya.


"Assalamualaikum Umi"


"Waalaikumsalam Zidan"


Jawab Ummi Aisyah di sebrang telepon sana


"Ummi Aku mau menyampaikan keputusanku soal tadi malam, Bismillah Ummi aku mau lanjut nadzor"


Di sebrang sana Ummi Aisyah tersenyum senang mendengar jawaban dari keponakannya.


"Alhamdulillah, Ummi senang mendengarnya dan, tapi tunggu dulu Zahra dan, dia belum mengabari Ummi, atau engga kamu chat di grup aja langsung sampaikan keputusanmu dan tanya bagaimana keputusan Zahra"


Ummi jadi ingat bahwa Zahra belum ngasih kabar kepadanya, chat yang tadi pagi Ummi kirim pun Zahra balas. Ummi juga jadi heran kenapa Zahra belum membalasnya.


"Ok mi, siap nanti sesampai di rumah Aku akan laksanakan, aku tutup telponnya ya mi mau segera pulang, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


Di lain tempat kini terlihat Zahra sedang berbicara kepada kedua karyawannya, toko Zahra hari ini cukup ramai, sehingga Zahra dan karyawannya sibuk dari pertama toko sampai sekarang


"Ini gimana ya teh waktunya cukup ga buat bikin lagi dessert pesenan bu Tuti mana minta dikirim besok pagi banget lagi teh"


Mia melirik jam di dinding yang sudah menunjukan jam 7 malam, sepertinya hari ini mereka akan bekerja lembur karena biasanya jam segini toko sudah tutup.


Siang menjelang sore tepatnya jam 3 ada seorang perempuan datang ke toko dan memesan dessert buat besok pagi pagi, tadinya Zahra tidak menyanggupi karena dessert yang di pesan cukup banyak yaitu 200 pcs karena kebetulan hari ini toko lumayan ramai, namun si ibu tetap kekeuh untuk pesanannya, dan al hasil sekarang zahra dan karyawannya masih di toko mengerjakan pesanan.


Tak terasa jam sudah bergerak selama 2 jam, sekarang angka menunjukan pada angka 9, Sebenarnya tak tega melihat Karyawannya kerja ngelembur begini, tapi gimana lagi pesanan baru beres 130 pcs.


" Kalian beres beres toko aja ya, kita pulang saja"


"Tapi teh kan baru 130 masih kurang banyak"


Jawab Mia


"Oh, tapi teteh bisa ngerjainnya sendirian teh? keburu gitu? teteh sampe rumah aja sudah malem,mana buat kirim pagi pagi banget kan? gapapa kita kerjain disini aja bareng bareng teh"


"Ga papa mi,Insyaallah bisa ko, mending sekarang beres beres kita pulang aja istirahat, pasti capek kalian dari pagi kerja"


Akhirnya Zahra membubarkan karyawannya karena dirinya sendiri tidak tega harus memperkerjakan mereka sampe malam, padahal tak beda dari mereka dirinya juga sudah kelelahan.


"Tapi besok Andi bisa kan temani nganter pesanan ini?"


Tanya Zahra kepada Andi salah satu karyawan yang biasa delivery


"Oh siap teh, kabarin aja mau otw jam berapa"


Jawab Andi sambil mengangkat jempolnya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Zahra lekas menyimpan tasnya di kamar dan segera pergi ke dapur untuk meneruskan pesanan yang masih kurang. Rasa kantuk sudah mulai menyerang namun Zahra masih harus menyelesaikannya malam ini, karena subuh dia harus sudah persiapan kirim, dan sesudah subuh sekitar jam 5.30 harus mengantar ke tempat bu Tuti.


"Loh ra, ngapain masih di dapur jam segini?"


Tanya Ayah saat melihat anaknya masih berdiri di dapur masih berkutat dengan bahan bahan kue.


"Eh ayah, ini yah aku masih ngerjain buat pesanan besok"


"Kenapa ga besok lagi aja, sekarang sudah tengah malam loh"


Jam di dinding sudah menunjukan jam 11.20 malam, pantas saja mata Zahra sudah berat banget untuk berkedip


"Iya yah ini sudah hampir beres, kalau di kerjain besok ga bakal sempat yah"


"Apa perlu aya bantu?"


Ayahnya tak tega melihat Zahra jam segini masih sibuk di dapur


"Ga usah yah, ini tinggal beres beres aja, biar besok tinggal packing"


"Ya sudah ayah ke kamar ya, cepat tidur kalau sudah beres, perabotan kotor besok aja nyucinya jangan sekarang, lebih baik kamu istirahat dulu"


"Iya yah"


Ayahnya pun pergi ke kamar melanjutkan istirahatnya setelah terbangun karena haus


Setelah semua pekerjaannya beres, Zahra merebahkan dirinya di atas kasur


"Ah pegalnya, udah ga kuat ini mata"


Gumam Zahra dengan mata yang susah dikedipkan lagi karena terlalu ngantuk, tak butuh lama Zahra sudah terlelap tidur.

__ADS_1


Maaf banyak typo 😊


__ADS_2