Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
Membeli mobil


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Toko ini buka, ya namanya jualan kadang laris kadang juga tidak, apalagi untuk pemula seperti Zahra, namun setelah dia post di sosmed akun bisnisnya, pelanggannya bertambah, kini sedikit demi sedikit mulai ada pelanggan yang order partai besar untuk beberapa acara.


Di waktu senggangnya di toko, Zahra selalu melanjutkan menulis novelnya, tak terasa kini novel ke dua Zahra sudah tamat dan sedang menulis karyanya yang ke 3, pendapatannya juga sudah lumayan besar.


"Mi nanti kita tutup toko habis Asar aja ya, aku ada perlu"


"Kalau teh Zahra mau pergi ga papa teh aku jaga sendiri aja, lumayan kan 2 jam lagi ke magrib"


Biasanya toko tutup habis magrib, karena jam segitu sudah sepi pembeli. Mulai buka lagi besok pagi jam 9, sebenarnya Zahra stand by di toko dari jam 7, 2 jam sebelum buka toko dia gunakan untuk persiapkan toko dan membuat kue yang sudah hampir habis. kadang beberapa kue basah di buat oleh bunda di rumah jadi Zahra tinggal menyusun di toko.


"Ga papa kita tutup aja, sepertinya sudah mulai sepi juga Mi"


"Baik teh"


Sehabis Asar Zahra langsung bergegas pulang rasanya tak sabar menunggu pesanannya.


"Kamu tumben jam segini sudah pulang ra?"


Tanya pak iwan yang baru pulang dari kebun


"Iya pak, aku lagi beli sesuatu, ini nunggu barangnya datang aja"

__ADS_1


"Oh, beli apa kamu sampai sampai ditunggu sama bela belain jam segini sudah pulang?"


Heran pak Iwan


"Anak kita beli mobil pak, makanya dia jam segini pulang nunggu mobilnya datang"


Bunda menjawab dari arah dapur membawakan teh untuk menyambut suami yang baru pulang.


"Mobil?"


Dahi pak Iwan mengkerut


"Mobil mobilan maksudnya?"


"Ya mobil beneran atuh pak, masa mobil mobilan, buat siapa? aku sudah gede gini masa naik mobil mobilan pak"


"Kamu bercanda ra?"


"Tuh lihat bapak kamu aja ga percaya kamu mau beli mobil, bunda aja kaget tadi pak, Zahra datang datang bilang beli mobil, dikira mah bercanda"


"Bener ra? Uang dari mana buat DP nya juga kan pasti lumayan"

__ADS_1


Tanya bapak Iwan


"Iya pak bun, Alhamdulillah Zahra belinya cash bukan nyicil, ya meskipun mobil bekas, tapi masih bagus ko pak, di jual karena yang punya lagi butuh uang aja"


"Kamu punya uang darimana? ga pinjam ke bank kan?"


Tanya bunda khawatir anaknya bermasalah dengan hutang bank.


"Engga pak bun, Alhamdulillah aku ada rizki, tabunganku cukup buat beli mobil bekas, soalnya aku sekarang butuh buat keperluan toko juga bun sama kita juga butuh kan bun?"


"Kamu kan baru saja buka toko habis nganggur, kamu punya tabungan dari mana?"


Orang tuanya masih mengintrogasi anaknya, tentang uang yang didapat anaknya.


"Aku menulis novel bun, Alhamdulillah 2 karya aku menghasilkan uang cukup buat kemarin modal buka toko ya ditambah tabungan sisa kerja sih, dan Alhamdulillah sekarang cukup buat beli mobil, meskipun ga baru dan ga bagus"


"Novel? jadi kamu nulis novel?"


"Iya pak bun"


"Syukur deh, bapak takutnya kamu dapat uang pinjaman yang ga jelas"

__ADS_1


Setelah melihat pendapatan menulisnya, Zahra sudah memikirkan membeli mobil, karena untuk keperluan toko, juga Zahra ingin sekali ngajak jalan jalan ke dua orang tuanya menggunakan mobil sendiri tidak dengan naik angkutan umum atau rental mobil di teman bapaknya.


__ADS_2