Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
Nasihat Ummi Aisyah


__ADS_3

Aku tau di dunia ini tidak ayang abadi, namun kenapa sedihku berkepanjangan? Kapan berganti dengan kebahagian?


batin Zahra


Perkara jodoh sudah Tuhan yang atur, namun Zahra masih aja kadang merasa kesal kenapa dirinya mudah baper dan cengeng tidak bisa sekuat cewek cewek di novel ketika dihadapkan dengan perkara itu.


Rasanya semakin kesini cobaannya semakin berat.


Hari ini tak sengaja Zahra bertemu Ummi Aisyah di masjid setelah dia selesai solat Asar, Ummi yang melihat keadaan yang sedang kurang baik terlihat dari matanya yang sembap mungkin karena terlalu lama menangis.


"Kamu kenapa ra?"


Tanya Ummi khawatir


Zahra tersenyum "Tidak apa apa Ummi"


jawab Zahra bohong

__ADS_1


"Tidak apa apa tapi mata kamu sembap gitu, ga papa kalau kamu tidak mau cerita"


Tak bisa di tahan akhirnya air mata Zahra jatuh kembali di hadapan Ummi Aisyah.


"Ummi, boleh aku curhat ke Ummi?"


Tanya zahra sambil menyeka air mata di kedua pipinya.


"Sekiranya itu bisa membuat Zahra lebih baik tida apa apa, silahkan, Ummi akan menjadi pendengar yang baik".


Zahra pun menceritakan tentang kehidupannya kepada Ummi, tentang kegundahannya sekarang.


"Zahra, yakinlah semua orang punya takaran hidupnya masing masing, perkara Jodoh, rizki dan maut semua orang punya jatahnya masing masing seperti kamu sekarang, mungkin ini sudah takaran hidup Zahra,sabar tugas kita hanya ikhtiar dan berdoa, perkara hasil itu hak Allah, minta yang terbaik sama Allah, jadikan apa yang menimpamu sekarang sebagai pembelajaran supaya lebih bersabar, Ummi yakin nanti jika sudah waktunya sejauh apapun, jika berjodoh pasti akan di pertemukan, Ummi bangga sama kamu, yang sedang di posisi ini namun kamu tidak goyah dengan godaan pacaran, istiqomah di jalan Allah ya ra"


Ummi memegang tangan Zahra memberi kekuatan kepada Zahra, sedangkan Zahra terus menangis.


"Iya Ummi, mungkin Zahra yang kurang bersabar saja, terimakasih Ummi sudah mengingatkan aku"

__ADS_1


"Payung memang tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa menghentikan hujan, tapi dengan payung kita bisa berdiri di tengah hujan tanpa kebasahan,


Begitupun dengan kesabaran, sabar belum tentu menjanjikan kemenangan, tapi dengan sabar kita diberikan kekuatan untuk menghadapi semua cobaan"


Setelah pertemuan dengan Ummi dan mendengar nasihat dari Ummi, sekarang Zahra merasa lebih baik, mungkin selama ini dirinya saja yang kurang bersabar, dan terlalu mudah baper.


Dirinya sudah memasrahkan semuanya sama Allah, biar semuanya berjalan sesuai ketetapan Allah, lebih baik mempersiapkan ilmu buat bekal di akhirat kelak, dan bekal menjadi istri solehah, karena dirinya yakin jika perempuan baik hanya untuk laki laki baik begitupun juga sebaliknya.


Rumah terasa sepi setelah teh Nisa dan ponakannya pulang ke rumahnya, tidak ada yang minta tidur lagi sama Zahra.


Zahra merebahkan dirinya di atas kasur dan memandang langit langit kamarnya, mengingat kembali nasihat Ummi, setelah setengah jam dengan posisi seperti itu, Zahra memgambil air wudhu dan tak lupa membuka Al Quran dan membaca surat Al Mulk.


Sudah menjadi kebiasaan Zahra sebelum tidur dia selalu menjaga Wudhu dan mengaji.


Hukum berwudhu sebelum tidur itu sunnah, yang artinya jika dilaksanakan mendapat pahala, dan jika tidak dilaksanakan tidak akan berdosa.


"Barang siapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap, "Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci", (HR. Ibnu Hibban & Ibu Umar r.a)."

__ADS_1


Selain berwudhu, membaca surat Al Mulk merupakan sunnah rosul SAW, dalam beberapa hadist juga menerangkan tentang keutamaan membaca surat Al Mulk yaitu menjadi penyelamat siksa kubur dan pembela bagi pembacanya hingga masuk surga.


__ADS_2