
Malam ini rumah pak Iwan terlihat ramai, karena kedatangan Nisa, terutama yang membawa suasana ramai yaitu Keyra anaknya Nisa.
"Ateu aku mau bobo sama ateu ya?"
Ucap Keyra saat mereka sedang berkumpul di ruang tengah sambil nonton Tv upin ipin ke sukaan Keyra.
"Oh boleh dong keyra, tapi bilang dulu sama mamah kamu di bolehin ga?"
Keyra langsung menatap Nisa ibunya
"Mah boleh kan mah"
Tanya Keyra
"Boleh dong"
"Asyik, malam ini aku bobo sama ateu Zala"
Sorak Keyra yang masih cadel senang sudah mendapatkan izin dari ibunya
"Gimana sudah move on dari laki laki yang kemarin dekat sama kamu?"
Tanya Nisa saat di ruang tv tinggal mereka berdua dan Keyra, karena bunda dan bapak sudah masuk kamar sedangkan suami teh Nisa sedang merokok di depan rumah.
"Sudah dong teh, masa belum"
Nisa tersenyum mendengar jawaban Zahra.
"Kamu mau dikenalin sama saudara suami teteh?"
__ADS_1
"Engga dulu ah teh, tunggu aja lah, jodoh bakal datang dengan sendirinya ko.. hehe"
Alasan Zahra, padahal Zahra sedikit mengingat dulu pernah di kenalin sama temannya teh Nisa dan suaminya, namun Zahra merasa tidak cocok, banyak hal yang bertolak belakang dengan dirinya. Selain si cowok ngajak pacaran juga dia terlalu berlebihan menurut Zahra.
"Ya harus di usahain juga kali ra, kamu ini jangan terlalu nutup hati kamu, dulu saja padahal teman teteh itu katanya suka dan cocok sama kamu ra"
"Iya, tapi akunya engga teh, terlalu berlebihan orangnya"
Ingin rasanya jawab seperti itu, namun Zahra tak berani, hanya bisa di dalam hati saja.
Semenjak Zahra hijrah dan mengetahui ilmu tentang bagaimana hubungan lawan jenis, Zahra berusaha menjauhi yang namanya pacaran. Bukannya tidak ada yang mendekati Zahra selama di tempat kerjanya, namun Saat mengetahui tujuan si laki laki mendekati Zahra untuk menjadi pacarnya, Zahra lebih menjaga jarak.
Dulu sebelumnya Zahra pernah mempunyai satu mantan itupun mantan pas awal masuk kuliah dan cuma bertahan 6 bulan, dan semenjak kenal dengan Fatma dan ikut kajian kajian bareng Fatma, Alhamdulillah pengetahuan agama Zahra mulai bertambah dan dia berusaha menerapkannya dalam kehidupannya.
"Bukan jodohnya teh"
"Kamu ini, sudah cepetan cari, biar kamu ga capek kerja lagi, dan ada tempat buat berbagi juga"
"Iya teh"
Nisa pergi meninggalkan Zahra sendiri, dalam benaknya Zahra berpikir kenapa setiap orang selalu dengan mudahnya menyuruh segera mencari jodoh, padahal urusan jodoh sudah Allah atur, bukan karena dirinya di umur yang sekarang belum menikah terus dia harus di intimidasi seperti itu.
Tak jarang Zahra menangis dalam sunyinya sepertiga malam, memintanya pada sang Maha Pencipta, namun jika Sang Pencipta belum mengizinkan, dia bisa apa? dia tidak bisa memaksa kehendak Allah.
Terkadang Zahra juga merasa sedih dan memikirkan tentang perkataan negatif orang lain terhadapnya, seakan dirinya yang salah, dia berusaha tetap baik baik saja di hadapan orang lain, namun nyatanya dia lemah.
Berusaha terlihat tegar, namun di belakangnya dia cengeng.
Tiba tiba grup kelas dia kuliah bernotif pesan masuk, penasaran Zahra membukanya dan ada salah satu Undangan salah satu temannya menikah, di grup pun rame dengan balasan balasan dari teman yang lainnya, sedangkan Zahra hanya menyimak.
__ADS_1
"berarti teman kelas kita tinggal 7 orang lagi nih yang belum nyebar undangan, yang yang 4 masih wajar sih cowok, yang 2 lagi ngejar karirnya di luar negri dan satu lagi kamu nih Zahra, kamu kapan? jangan kelamaan, nanti jadi perawan tua loh"
Deg
Saat membaca salah satu balasan yang nge tag nomor dirinya.
"Ya ampun, kenapa dia bicara seperti itu di grup?"
batin Zahra, tak dipungkiri sedikit hati Zahra tersentil dengan perkataanya.
Tak lama ada yang balas di grup lagi
"Iya nih ra, kamu kapan? kita semua sudah bawa anak loh ke kondangan kamu"
Balas Zeni
"Lebih baik di doain yang bagus saja teman teman, kan semua orang punya waktunya masing masing"
Fatma
"Semoga disegerakan"
Roni
"Aamiin"
Siti
"Terimakasih doa'nya"
__ADS_1
Setelah membalas grup kemudian Zahra menutup Hpnya. Malas rasanya kalau sudah bahas seperti itu, lebih baik dia segera ke kamar untuk istirahat sambil menunggu si kecil keyra.