Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
Zahra & Zidan


__ADS_3

Hari demi hari telah terlewati, tepat seminggu setelah keputusan Zahra, kini tibalah hari yang sudah di sepakati Zahra dan Zidan untuk bertemu ( nadzor).


Dengan gamis berwarna khaki yang menutup seluruh badannya dan dengan kerudung pasminah dengan warna senada, Zahra ditemani sang sahabat tak lupa nanti di bersamai oleh Ummi Aisyah berjalan menuju sebuah masjid. Ya tempat bertemu mereka yaitu di salah satu masjid tempat Ummi mengisi tausiah, karena tidak ingin merepotkan Ummi Aisyah Zahra putuskan untuk bertemu setelah Ummi Aisyah mengisi tausiah.


Setelah tiba di masjid yang di maksud setelah menitipkan toko kepada Mia, karena sepertinya setelah ini Zahra tidak mungkin kembali ke toko, karena janjian sama Ummi saja jam 5 sore, akhirnya Zahra dan Fatma menemukan keberadaan Ummi Aisyah duduk di teras masjid, yang menghadap ke taman masjid yang cukup luas.


"Assalamualaikum Ummi"


Ucap Zahra dan Fatma bersamaan


"Waalaikumsalam Zahra, Fatma"


Tak lupa mereka bersalaman dan mencium tangan Ummi takjim.


"Ummi sudah selesai mengisi tausiahnya? maaf ya jadi buat Ummi nunggu"


"Alhamdulillah sudah selesai tadi 10 menit yang lalu, ga papa santai aja, ayo duduk, Tadi Zidan ijin pergi ke toilet"


"Tenang Zahra jangan gugup"

__ADS_1


guyon Ummi


"Engga mi biasa aja, ya walaupun ada nervous dikit, hehe"


Ummi dan Fatma yang mendengar malah tertawa.


Zahra memperhatikan sekitar masjid yang begitu asri dengan taman yang cukup lumayan luas, ada beberapa pohon kelapa mini yang dibawahnya dibikin tempat duduk, tak sedikit terlihat perempuan dengan gamis dan kerudung yang lebar menutup dada yang mungkin habis mengikuti kajian Ummi Aisyah karena Ummi Aisyah mengisi kajian khusus akhwat.


"Assalamualaikum"


Ucap seorang pria dari arah belakang mengucap salam membuat Zahra menolehkan kepala ke sumber suara.


Nampaklah seoarang pria tampan, dengan kemeja abu kotak kotak kecil di padukan dengan celana chino yang berwarna senada.


"Zidan perkenalkan yang ini Zahra" Ucap Ummi sambil memegang bahu Zahra, karena di sana ada dua orang perempuan seumuran.


"Dan Zahra pasti sudah tahu kan karena yang disini cowok sendirian"


Zahra tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

__ADS_1


Setelah Ummi Aisyah persilahkan keduanya untuk berbicara, Zahra dan Zidan nampak terlihat serasi, untuk membiarkan Zahra dan Zidan supaya leluasa, setelah beberapa menit Ummi sengaja sedikit menjaga jarak dari mereka, sekitar 4 meter Ummi dan Fatma duduk di kursi yang menghadap langsung ke arah mereka, supaya mereka tetap terpantau.


Mengalir lh percakapan antara Zidan dan Zahra dan tak terasa waktu sudah hampir magrib, mereka bergegas segera mengambil air wudu dan menunaikan solat magrib.


" Baik Ummi kami pamit pulang ya, terimakasih Ummi atas waktunya"


"Sama sama, sekarang kamu sudah bertemu dengan Zidan, dan Zidan kamu juga sudah melihat bagaimana Zahra" " Ummi serahkan hasil keputusannya ke kalian, Ummi harap kalian melaksanakan solat istikhoroh, supaya tidak salah dalam memilih, jika cocok atau tidka segera sampaikan, Ummi doakan yang terbaik buat kalian ya"


Ucap Ummi saat Zahra dan Fatma pamit pulang


"Iya kami pamit ya mi, mas"


pamit Zahra


"Kamu ini masih manggil mas, dia orang sunda Zahra bukan orang jawa"


Ucap Fatma sambil menyenggol tangan Zahra.


"Eh maaf A"

__ADS_1


"Iya ga papa"


Jawab Zidan tersenyum, mengingat dari awal bertemu Zahra selalu memanggil dengan sebutan mas, katanya karena kebiasaan di perantauannya dulu, dan Zidan tak masalah.


__ADS_2