Takaran hidup Zahra

Takaran hidup Zahra
Rumah Ummi Aisyah


__ADS_3

Rumah Ummi Asiyah nampaknya sudah ada beberapa orang yang sedang beres beres di rumah, kursi yang biasa di ruang tamu, kini diganti dengan karpet.


"Assalamualaikum"


Ucap Zahra dan Fatma


"Waalaikumsalam, Cari siapa ya teh?"


Jawab seorang ART rumah Ummi Aisyah


"Ummi Aisyah nya ada? saya mau mengantar pesanan Ummi"


"Oh teh Zahra ya, sebentar saya panggilkan Ummi dulu di dalam"


"Assalamualaikum Ummi"


Ucap Zahra dan Fatma setelah melihat Ummi Aisyah berjalan menghampiri mereka.


"Waalaikumsalam, wah cantik cantiknya Ummi apa kabar?"


"Alhamdulillah kabar baik Ummi"


Jawab Fatma


"Oh iya Ummi ini pesanan Ummi, sebentar aku ambilkan lagi sebagian masih di mobil"


"Eh ra, biar ponakan Ummi aja yang bantu bawain, kamu sini saja duduk dulu!"


Dan tolong bantuin sebentar dan"


Ummi sedikit berteriak memanggil ponakannya di dalam


"Iya mi bentar"


jawab Zidan

__ADS_1


"Hayu duduk dulu aja, biar Zidan yang angkatin sisanya, lama tidak bertemu kalian berdua langsung seperti ini"


"Iya mi, ini orang kotanya sih yang jarang pulang"


Sindir Fatma kepada Zahra


"Ya kan kerja juga mi, mengais rezeki"


Jawan Zahra sambil tersenyum


Ummi Aisyah hanya tersenyum, Fatma dan Zahra adalah mahasiswa yang lumayan dekat dengannya, tak jarang jika mereka berdua datang ke rumah Ummi untuk bersilaturrahim.


"Kalian jangan dulu pulang, ikut pengajian aja sekalian ya"


Pinta Ummi


"Aku inginnya seperti itu mi, tapi takut anak ku rewel, tadi izin sama suami keluar sebentar sama Zahra"


"Oh iya, ga papa, kamu Zahra ikut pengajian aja dulu"


"Eum..aku mau nganterin Fatma mi, kasihan tadi aku izin pinjam Fatma sama suaminya, jadi aku harus balikin dulu fatmanya"


haha..Zahra dan Ummi tertawa.


"Mi sudah di angkat semua ya, aku simpan di dapur"


Ucap Zidan yang sudah selesai mengangkat pesanan Ummi.


"Iya makasih ya"


Zidan hanya mengangguk dan tersenyum di balik maskernya dan melangkah masuk rumah.


"Seperti pernah melihat perawakan dan suara laki laki tadi, ah mungkin hanya perasaanku saja"


Batin Zahra

__ADS_1


"Ya sudah mi, kami pamit ya"


"Eh tunggu, kan Ummi belum bayar, tunggu sebentar Ummi ambil uangnya"


Ketika Ummi mengambil uang ke kamarnya, Ummi berpapasan dengan Zidan dari arah dapur dan kini maskernya sudah di buka.


"Mi yang di depan siapa? tamu pengajian?"


tanya Zidan


"Bukan, mereka anak anaknya Ummi waktu Liqo, Ummi pesan kue kue ini dari dia, tolong di tata dengan benar ya kue nya, Ummi mau bayar dulu"


"Baik mi"


"Nah ini uang bayarannya ya ra, tolong di hitung dulu, takut kurang"


Ummi menyerahkan beberapa lembar uang merah


"Iya sudah benar mi, terimakasih ya mi, mudah mudahan ummi sama tamu tamu ummi suka sama kuenya, oh iya ada satu kresek kecil itu khusus buat ummi"


"Wah ko jadi enak ummi, hehe"


"Ya sudah kami pamit mi, Assalamualaikum"


Ucap Zahra dan Fatma sambil menyalami tangan ummi takjim.


Butuh waktu 20 menit untuk sampai di rumah Fatma


"Terimakasih ya fat, sudah dibikin repot hari ini"


"Ga papa, aku senang ko, apalagi di ajak ke rumah ummi Aisyah, sudah lama tidak bersilaturrahim sama beliau"


dan mudah mudahan ada hikmah dari pertemuan kamu sama Fatir ya"


"Aamiin, doain ya Fat"

__ADS_1


"Pasti, jangan terburu buru karena tekanan orang orang, kalau kamu ga cocok jangan di paksakan, aku ingin terbaik untukmu ra"


Ucap Fatma sambil membawa Zahra kepelukannya. Zahra merasa beruntung karena mempunyai sahabat seperti Fatma, selain tempat berbagi yang terpenting adalah Fatma lah yang selalu mengingatkan Zahra ke arah yang lebih baik.


__ADS_2