Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Bertemu


__ADS_3

Di depan sebuah toilet wanita yang berada di salah satu Mall di Jakarta, terlihat seorang anak kecil berusia kira-kira 5 Tahun sedang berdiri entah menunggu siapa


Tak lama menunggu anak itu pun berjalan meninggal kan toilet itu, setelah keluar dari area toilet anak itu terlihat binggung melihat sekeliling mall yang dipenuhi orang yang tak dia kenal


"Mamiii..... Mamiii" Panggil nya memanggil ibu nya


Anak itu terus berjalan hingga akhirnya menabrak sepasang kekasih yang sedang berjalan-jalan


"Sorry om, tante saya tidak melihat" Ucap anak kecil itu dengan bijak dan sopan


"Siapa nama mu, dan di mana ibu mu" Tanya seorang wanita yang terlihat cantik dan anggun


"Nama saya Zidan, Mami gak tau dimana" Jawab nya kembali


"Yasudah kalau begitu kita tunggu mami Zidan di situ ya, nanti tante bantuin cari mami Zidan, gak apa-apakan Mas?" Ajak Wanita itu sambil menunjuk sebuah tempat makan di dalam Mall itu


"Iya gak apa-apa" Jawab laki-laki disampingnya


"Kata mami Zidan gak boleh ikut orang sembarangan tante" Jawab anak itu lagi dengan bijak


"Kita tunggu disitu, nanti kalau mami kamu lewat sini dia akan melihat Zidan" Ajak nya lagi


"Baik lah tente , tapi janji ya bantuin Zidan cari mami" Jawab anak itu lagi setelah berfikir


"Iya sayang, Yaudah ayo jalan" Ajak wanita itu sambil menggandeng tangan Zidan


Mereka bertiga berjalan menuju tempat makan itu seperti sebuah keluarga yang bahgia


"Kamu mau makan apa?" Tanya Wanita itu lagi


"Kata mami Zidan gak boleh nerima makanan dari orang yang gak di kenal tante" Tolak Zidan


"Yasudah kalau gitu kita kenalan dulu, nama tante Frisa, Zidan panggil tante Risa aja" Ucap wanita bernama Frisa itu dengan lembut


"Apa boleh seperti ini tante?" Tanya Zidan dengan polos dan menggemaskan


"Boleh dong, yaudah kamu mau makan apa?" Ucap Frisa lagi dengan lembut


"Ini sama minum ini" Tunjuk nya sebuah kace dan milkshake di menu yang tersedia


"Baiklah" Jawab Frisa lagi

__ADS_1


"Nama om ini siapa?" Tanya Zidan peda laki-laki yang dari tadi hanya diam


"Nama om Bara" Jawab laki-laki itu sambil tersenyum


"Om bara" Ucap Zidan


"Nama mami kamu siapa" Tanya Bara dengan penasaran


"Mami Naya" Jawab Zidan singkat


Seketika Bara merubah ekspresinya ketika mendengar nama itu, namun ekspresi wajahnya tak dapat di artikan apa-apa


"Kalau papi Zidan?" Sambung Frisa lagi


"Kata Mami kalau Zidan Baik nanti Papi bakalan datang kerumah Zidan, tapi Mami bohong Papi gak pernah datang walaupun Zidan udah Baik" Jelas Zidan yang mebuat Frisa tidak bertanya apa-apa lagi


"Mami kamu gak bohong, nanti pasti kalau Papi kamu udah gak sibuk dia pasti datang dan main sama kamu" Ucap Frisa dengan kelembutan


Di tempat lain didalam Mall yang sama seorang wanita cantik sedang panik dan hampir menangis karna kehilangan anak nya dari 10 menit yang lalu setelah dia selesai dari toilet


"Di mana kamu sayang" Ucap Wanita itu sambil terus menelusuri tempat itu


"Maaf Mbak, apa ada melihat anak kecil kira-kira tinnggi nya se gini pakai baju putih?" Tanya Wanita itu kepada beberapa pengunjung di Mall itu


"Yatuhan, dimana kamu nak" Ucap nya lagi kini benar-benar mengis


Wanita itu terus mentusuri Mall itu mencari anaknya yang tak tau berada dimana


"Mami...." Tiba-tiba sebuah suara yang sangat dikenal nya terdengar di telinganya


Wanita itu langsung mengarah pada sumber suara itu yang ternya berasal dari sebuah tempat makan tepat debelakang nya berdiri


"Tadi kan Mami sudah bilang jangan pergi kemana-mana" Ucap Wanita itu sambil memeluk anak nya dan menangis


"Sorry mami, tadi Zidan udah ninggalin Mami" Ucap Zidan yang merasa bersalah setelah melihat Mami nya menangis


"Iya sayang, lain kali Zidan gak boleh tinggalin Mami lagi ya, Mami gak bisa banyangin kalau kamu hilang" Ucap Wanita itu lagi


"Iya Mami, Sorryy, Ohh iya tadi Zidan ketemu sama tante baik ini" Ucap Zidan sambil menunjuk Frisa


"Maaf ya, udah bawa anak kamu kesini, tadi dia tersesat jadi saya bawa dia bersama kami" Jelas Frisa

__ADS_1


"Iya Mbak, saya harus nya trimakasih karna sudah menyelamatkan anak saya" Ucap Wanita itu


"Oh iya nama saya Frisa dan ini tunangan saya Bara" Ucap Frisa memperkenal kan diri nya dan juga Bara yang ternyata adalah Tunangan nya


"Yana, Trima...."Ucap Wanita i yang ternyata bernama Yana namun ucapan nya terhenti setelah matanya melihat laki-laki yang begitu dia benci berada di hadapan nya


Begitu juga dengan Bara ingatan nya kembali pada masalalu saat melihat wanita itu, namun dia bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa


Frisa yang nelihat Tunangan nya dengan wanita yang baru dia kenal itu saling tatap dengan ekspresi yang tak dapat diartika merasa aneh


"Apa kalian saling kenal?" Tany Frisa memecahkan lamunan Yana dan juga bara


"Tidak" Jawab Bara dan Yana secara bersamaan


"Yasudah kalau begitu kami pergi dulu ya mbak, trimakasih" Ucap Yana lalu langsung memegang tangan anaknnya dan mau pergi


"Tapi Zidan belum menghabisakan makanan Zidan Mi, kata Mami kalau makan harus di habiskan" Ucap Zidan saat mereka mau pergi


"Grandma dan Grenpa sudah menunggu kita di depan sayang, katanya kamu udah rindu banget sama mereka" Ucap Yana agar anak nya mau pergi


"Bener Mi, yasudah kalau gitu ayo kita pergi, Tante Risa Om bara Zidan pulang dulu ya" Ucap Zidan dengan sopan dan menggemaskan


"Iya Zidan, hati-hati dijalan ya, sama jangan kemana-mana kalau gak ada Mami kamu" Ucap Frisa dengan lembut sambil mengelus rambut Zidan


Yana dan Zidan pun langsung pergi setelah Zidan selesai berpamitan


Tak di sangkanya hari pertama nya kembali ke tanah Air setelah 6 Tahun lama nya dia langsung bertemu dengan orang yang menyebabkan kepergian nya


"Kasian ya Mas, Masih kecil sudah ditinggal Papi nya" Ucap Frisa setelah kembali ke meja mereka


"Gak tau juga, siapa tau Mami nya yang bermasalah" Ucap Bara dengan sedikit kesal


"Sesalah apapun wanita itu, Laki-laki tak pantas meninggal kan anaknya begitu saja" Sambung Frisa lagi


"Siapa yang tau anak itu anak siapa, banyak wanita murahan, yang rela meninggal kan suaminya demi laki-laki yang lebih kaya" Sambung Bara semakin kesal


"Kamu kok berfikir seperti itu sih mas" Ucap Frisa lagi


"Sudahlah kenapa kita harus membahsa wanita itu, nikmani saja makanan ini" Ucap Bara yang tai ingin semakin kesal dan emosi


...Bersambung......

__ADS_1


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Autor :)...


__ADS_2