
"Mami... Tante risa baik ya" Ucap Zidan yang sedang berjalan menuju pintu keluar bersama Ibunya
"Iya sayang, tapi lain kali kalau Mami suruh tunggu Zidan harus tunggu ya gak boleh kemana-mana, nanti kalau Zidan di bawak pergi sama orang Jahat gimana?" Jawab Yana sambil memberikan penjelasan kepada putranya itu
"Iya Mi, Zidan janji" Jawab Zudan yang mengerti ucapan Ibu nya
"Anak Mami memang pinter" Puji Yana pada Zidan
Ibu dan anak itu terus berjalan menuju pintu keluar, setelag berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di
"Kata Mami, Grandma sama Grandpa udah sampai kok belum ada Mi?" Tanya Zidan yang belum melihat keberadaan Nenek dan kakek nya
"Jalanan didepan agak macet sayang, sebentar lagi sampai kok" Jawab Yana yang sebenarnya tadi hanya berbohong pada anak nya agar mau pergi
Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya sebuah mobil sampai di parkiran yang tak jauh dari mereka mereka
"Zidan..." Ucap Seorang wanita yang sudah berumur
"Grandma..., Zidan kanget banget sama kalian" Ucap Zidan sambil sedikit berlari mengejar Nenek nya
"Grendama juga kangennnn banget sama Zidan, Zidan sehat kan sayang" Ucap Nenek nya sambil memeluk cucu kesayangan nya itu
"Zidan sehat kok Grandama, Grand ma sama Grandpa sehat kan?" Tanya Zidan kembali
"Sehat dong, sini Grandpa lihat dulu" Sambung Kakeknya sambil memutar tubuhnya kemudian mencubit pipi Zidan karna merasa gemas
"Yasudah kita masuk mobil dulu yuk, panas diluar" Ajak Nenek nya
Mereka semua masuk kedalam mobil yang dikendarai Kakeknya dengan perasaan bahagi
Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang memperhatikan mereka dari dalam mobil yang terparkir di tak jauh dari mereka
"Kok kita tiba-tiba pulang sih Mas?" Tanya Frisa yang merasa sesikit kesal karna tak jadi jalan-jalan dengan tunangan nya itu
"Gak apa-apa, ada pekerjaan mendadak jadi aku harus pulang" Jawab Bara dengan wajah yang kesal karna sebelum nya melihat sesuatu yang gak disukainya
Didalam mobil lain suasana jauh berbeda, Keluarga yang terlihat bahagia itu menikmati perjalananya menuju rumah Orang tua Naya
"Oh iya Grandma, tadi di Mall Zidan ketemu sama orang baik, namanya tante risa" Ucap Zidan menceritakan kejadian tadi
"Oh iya sayang, bagus dong" Jawab Nenek nya menanggapi cerita cucunya
"Bagus apa nya ma, tadi Zidan pergi sendiri saat Naya di toilet" Sambung Naya
__ADS_1
"Lain kali gak boleh gitu ya sayang, nanti kalau ketemunya orang jahat gimana, kalau Mami bilang tunggu harus tunggu ya" Ucap Nenek nya memberikan pengerian
"Iya Grandma" Jawab Zidan yang sudah mengeti
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai dikawasan perumahan elit tempat tinggal mereka
"Ini rumah Grandpa?" Tanya Zidan
"Iya, mulai sekarang Zidan tinggal disini, ayo kita masuk, nanti Grandpa tunjuki kamar Zidan" Ajak Granpa Zidan yang bernama Adi
Kakek nya langsung mengajak Zidan menuju kamarnya dilantai atas, sedangkan Naya dan Yanti Mama nya menuju ruang tamu
"Akhhh, Akhirnya sampai juga" Ucap Naya setelah duduk di sofa yang ada diruangan itu
"Selanjutnya rencana kamu gimana Nak?" Tanya Ibu Naya
"Naya sudah mengirim surat lamaran ke kantor XXX Ma, besok sudah dipanggil untuk Interviuw" Jawab Yana yang sudah mempersiapkan semuanya saat masih di luar negeri
"Apa kamu yakin mau kerja?, kenapa kamu gak keperusahaan papa aja?" Tanya Mama nya lagi
"Naya yakin ma, Naya mau memulainya semua dari awal, semoga aja setelah ini semuanya baik-baik aja" Jawab Naya
"Tapi Mama laihat diwajah kamu ada kekhawatiran selama perjalanan tadi" Ucap Mama Naya yang peka terhadap anaknya
"Serius sayang?, Apa kamu masih menyimpan rasa sama laki-laki berengsek itu, kenapa ekspresi wajah mu seperti itu?" Tanya Mama Naya lagi
"Yang tersisa hanya rasa benci untuk nya ma, Naya hanya takut dia ngambil Zidan dari Naya" Jawab Naya dengan nada semakin rendah
"Tidak mungkin sayang, dia kan tidak tau kalau Zidan anak dia, biarlah dia tetap berfikir seperti itu" Sambung Yanti lagi
"Tapi terkadang saat melihat Zidan Naya kasian ma, sampai kapan dia tak tau keberadaan Papi kandung nya dan menganggap Daffa sebagai Papi nya" Jawab yana
"Yang penting Zidan gak kekurangan kasih sayang dari kita, lagi pula Daffa tulus menyayangi Zidan" Sambung Yanti lagi
"Sebenarnya Zidan tau kalau Daffa bukan Papi kandung nya, dia pernah bertanya dimana Papinya" Sambung Naya lagi
"Gak apa-apa sayang semua bukan salah kamu kok, yang pentingkan sekarang dia gak ribut lagi tentang Papi nya, yang penting kamu aja gimana kasi dia pengertian" Ucap Yanti lagi
"Iya ma, kalau begitu Naya kekamar dulu ya ma, Naya Lelah" Ucap Naya sambil bediri
"Iya sayang, Istirahatlah, tenangkan pikiran mu" Jawab Yanti
Sebenarnya Mama Naya pun merasakan ketakutan yang sama namun dia tak bisa berbuat banyak, Yanti merasa prihatin melihat nasip anaknya
__ADS_1
Flashback
Enam tahun yang lalu Naya menikah dengan seorang laki-laki bernama Bara yang sangat dia cintai tapi belum genap 3 bulan pernikahan nya Naya di ceraikan suaminya karan suaminya menganggap nya selingkuh karna hamil sedangkan seminggu yang lalu dia mendapatkan kabar kalau Bara tidak bisa memiliki anak, Naya yang dituduh tidak-tidak dan diceraikan secara sepihak oleh suaminya pun merasa hancur tapi dia bertahan karna anak yang dikangungnya
Flashback off
Sesampainya di kamar Naya langsung mandi dan berpaikan santai lalu langsung merebahkan tubuhnya di Tempat tidurnya karna mereasa lelah fisik maupun pikirannya
Dia masih tidak menyangka akan bertemu dengan Bara dihari pertama dia kembali ketanah Air
Naya berusaha memejamkan matanya namun matanya tak kunjung mau terpejam, pikirannya terus di hantui oleh pikiran yang tidak-tidak
"YaTuhan semoga semua yang kutakutkan tidak terjadi" Ucap Naya pada dirinya sendiri di dalam kamar hening itu
Jam kini menunjukan pukul 7 malam dan Naya baru terbangun karna panggilan Mama nya untuk Makan malam
Naya bangun dengan perasaan yang lebih baik setelah beristirahat beberapa jam
"Setelah sekian lama akhirnya bisa makan dimeja ini lagi dengan masakan yang sama" Ucap Naya saat sudah sampai di meja makan yang ada di ruang makan dirumah itu
"Kalau begitu nikmatilah masakan Mama kamu, dia banyak masak karna kalian berdua" Ucap Papa Naya
"Iya pa, pasti Naya sangat menikmatinya" Ucap Naya yang merasa bahagia
"Oh iya tadi Mama kamu sudah cerita, apa kamu yakin mau kerja diperusahaan orang lain?" Tanya Papa Naya
"Yakin pa, Naya mau mandiri dulu" Jawab Naya penuh keyakinan
"Yasudah kalau kamu yakin" Ucap Papa Naya lagi
"Besok ada pengasuh datang untuk Zidan, mulai besok kamu sudah bisa pergi kesekolah bareng Mbak Lilis ya sayang, Mami sudah daftari kamu" Ucap Naya
"Serius Mi?, Yee Zidan besok sekolah bisa ketemu sama teman-teman" Ucap Zidan merasa senang
"Iya sayang, yang penting kamu jangan Nakal ya, harus nurut sama Mbak Lilis, gak boleh jahat sama teman-teman kamu nanti" Ucap Naya memberi tau anak nya
"Iya Mi, Zidan janji" Ucap Zidan mengIyakan ucapan Ibu nya
"Anak pintar" Puji Kakek dan neneknya secara bersamaan
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
__ADS_1
...Salam Autor :)...