Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Kebenaran


__ADS_3

Hari telah berganti dan Naya kini sudah berada di ruangan Bara namun Bara belum juga datang pagi itu


Naya duduk di meja kerjanya menunggu Bara sambil memeriksa jadwal Bara hari ini


Tring...Tringg.... Bunyi Handpone Naya


"Hallo pak, selamaat pagi" Ucap Naya saat mengangkat teleponnya


"Selamat pagi, pagi ini saya tak datang, undur semua jadwal saya setelah jam istirahat siang" Ucap Bara langsung pada intinya


"Baik pak" Ucap Naya kemudian sambungan itu terputus


Naya mengatur ulang jadwal Bara hari itu dan kemudian terdiam memikirkan apa yang harus dia lakukan nya karna Bara tak datang hingga tak ada pekerjaan yang harus dia lakukan


"Ngapain ya" Ucap nya pada dirinya sendiri di dalam ruangan yang hening dan sepi itu


Disaat Naya memikirkan apa yang harus dilakukan nya karna tak ada perkerjaan tiba-tiba Naya dapat telepon dari Bella


"Lu dimana, Gua di depan perusahaan lu ni" Ucap Bella


"Ngapain Lu disitu, yaudah gua kesana" Jawab Naya yang kembali bersemangat


Setelah mengakhiri telepon nya Naya langsung keluar untuk menemui Bella di Kaffe depan perusahaan nya


"Pas banget lu disini Bel, Gua lagi gak ada kerjaan" Ucap Naya saat sudah sampai di Kaffe depan perusahaan


"Bara kemana?, gak masuk?" Tanya Bella


"Gak tau kemana, mungkin ada urusan keluarga" Jawab Naya


"Bagus lah, jadi gimana, lu masih sering di siksa sama dia?" Tanya Bella lagi


"Agak kurang la dari sebelum nya, tapi ya sama aja, liat muka dia aja udah nyiksa batin gua Bel" Ucap Naya lagi


"Jadi apa rencana Lu?" Tanya Bella lagi


"Ya mau gimana lagi Bel, jalani aja udah, 2 bulan lagi" Jawab Naya


"Yang sabar ya Nay" Ucap Bella yang perihatin


"Iya Bel, Lu ngapain pagi-pagi udah disini?" Tanya Naya balik


"Tadi rencana nya Gua mau pergi bareng Frans tapi tiba-tiba dia di telpon temen nya gak tau ada urusan apa, yaudah gua turun disini aja, karna ada lu" Jawab Bella menjelas kan


"Ohh, kebeneran banget ya, Bos gua juga gak dateng pacar lu ada kerjaan" Ucap Naya sambil meminum Minuman yang sudah di pesan Bella


"Kemaren lu pergi sama Daffa kemana?" Tanya Bella merubah topik pembicaraan


"Bawa Zidan Main bel" Jawab Naya


"Lu serius gak ada hubungan apa-apa sama Daffa Nay?" Tanya Bella lagi

__ADS_1


"Gak ada Bel, Dia itu sama kayak lu sahabat Gua" Jelas Naya


"Kalau dia berharap lebih gimana, lagian lu udah terlalu lama sendiri gak pengen nyoba lagi?" Ucap Bella


"Entah lah Bel, hati gua belum bisa nerima siapa-siapa, gua masih trauma sama kejadian masa lalu" Jelas Bella


"Tapi Lu harus coba pelan-pelan juga Nay, pasti banyak laki-laki yang mau sama lu" Ucap Bella lagi


"Sebener nya gua juga mau Bel, tapi ya gimana hati gua gak nerima, fokus gua sekarang hanya Zidan" Ucap Naya lagi


"Susah emang ya nasihatin lu" Ucap Bella yang sudah lelah menasihati Naya untuk memulai hubungan yamg baru lagi


"Lu sendiri gimana? kapan lagi?" Tanya Naya balik


"Gua masih mau nguji Frans Nay, dia serius apa gak" Ucap Bella


"Bener, harus bener-bener lu lihat dia gimana jangan sampai kejadian kayak gua" Ucap Naya


"Iya Nay, lagian kami juga belum lama berhubungan" Ucap Bella


"Gua jadi penasaran sama pacar lu itu" Ucap Naya


"Santai, nanti kalau ada waktu gua pasti kenalin kok" Ucap Bella


Mereka mengakhiri pembicaraan itu saat Naya mendapat telepon kalau ada yang harus di kerjakan nya untuk


"Yaudah Gua belik dulu ya" Ucap Naya sambil berdiri


"Bye" Ucap Naya lagi


Naya berjalan keluar dari Kaffe itu tanpa tqu ada sepasang mata yang memperhatikan nya dari dalan mobil


Tak lama Bella keluar setelah Frans memberi tahunya kalau dia sudah sampai


Bella langsung masuk kedalam mobil Frans dan melihat Frans seperti orang yang sedang melihat sesuatu sampai tak menyadarinya masuk


"Kamu lagi ngeliatin apa sayang?" Tanya Bella


"Wanita itu, sepertinya aku pernah melihat nya" Ucap Frans menunjuk wanita yang sedang berjalan tak jauh dari mobil nya


"Oh itu, itu sahabat aku Naya yang pernah aku ceritain itu, nanti aku kenalin sama kamu" Ucap Bella setelah melihat orang yang di tunjuk Frans


"Siapa Namanya?" Tanya Frans yang sedikit terkejut


"Naya, kamu kenal?" Ucap Bella


Frans sedikit terkejut ketika mengetahui sahabat dari pacarnya adalah mantan istri dari sahabtnya


"Jadi dia wanita yang kamu ceritain itu, yang sekarang kerja sama mantan suaminya" Tanya Frans yang berusaha menutupi keterkejutan nya


"Iya" Jawab Bella singkat

__ADS_1


"Tadi Bos nya gak masuk ya?" Tanya Frans


"Kok kamu tau?" Tanya Bella yang penasaran kenapa pacarnya itu bisa tau


"Nebak aja, kalau ada Bos nya kan gak mungkin dia bisa keluar" Ucap Frans agar Bella tak curiga


Kemudian Frans melajukan mobil nya menuju sebuah tempat yang ingin mereka kunjungi namun sempat tertunda karna ada suatu masalah


Frans sedikit tak fokus membawa mobil setelah mengetahui kebenaran tentang Naya dan hampir menabrak pembatas jalan


"Astaga, sayang kamu gak apa-apa kan" Tanya Frans yang hampir mengalami kecelakan tunggal


"Gak apa-apa, kamu kenapa kok gak fokus?" Tanya Bella yang masih sedikit syok


"Kepala aku tiba-tiba sedikit pusing" Jawab Frans berbohong


"Yasudah kalau gitu aku aja yang nyetir sini" Ucap Bella kemudian mereka bertukar tempat


Di bangku sebelah Bella, Frans masih memikirkan Naya


"Apa aku bilang ya sama Bara kalau selama ini dia salah paham sama Naya, tapi gimana Nasip Frisa nanti" Ucap Frans dalam hatinya


Frisa adalah adik tiri dari Frans, setelah ibu Frans meninggal dunia Ayah nya menikah lagi dan ibu tirinya memiliki deorang anak perempuan yaitu Frisa, satu tahun yang lalu ayah dan ibu tiri Frans meninggal dunia akibat kecelakan saat Frans masih ada di luar negeru hingga meninggalkan nya berdua dengan adik tirinya itu, walaupun Frisa adik tirinya tapi dia sangat menyayangi frisa layak nya saudara kandung


Pikiran Frans terus saja berkecamuk dia tak tau harus berbuat apa, di satu sisi ada Frisa adik nya yang adalah tunangan Bara disatu sisi lagi ada Zidan anak kandung yang tidak diketahui Bara


"Sorry Nay, gua gak bisa bialng sama Bara kalau Anak lu adalah anak kandung Bara, gua gak bisa bayangi gimana nanti jadinya Frisa" Ucap Frans dalam hatinya setelah membuat keputusan tak akan memberi tau Bara tentang kebenaran yang baru dia ketahui


"Kamu gak kenapa-napa kan sayang?" Tanya Bella yang sedang Fokus mengemudi setelah melihat Frans seperti orang yang binggung


"Engak kenapa-napa kok sayang" Ucap Frans berbohong


Di perusahaan Bara, Naya sedang mengerjakan sesuatu saat Bara datang, Naya memperhatikan wajah Bara yang sedikit lesu tak seperti biasanya


"Apa perusahaan lagi ada masalah ya, tapi gak mungkin masalah perusahaan aku gak tau", pasti masalah keluarga ini" Ucap Naya dalam hatinya sambil memperhatikan wajah bara


Setelah pekerjaan nya selesai Naya mendatangi meja kerja Bara untuk menyerahkan hasil kerjanya dan memberitahukan jadwal Bara hari ini


"Ok saya mengerti" Ucap Bara saat Naya selesai memberitahukan jadwal nya


Hari itu Bara terlihat seperti orang yang banyak pikiran, dia tak dapat fokus pada kerjaan nya akibat masalah yang sedang terjadi pada adiknya


Ternyata tadi pagi saat Bara mau berangkat, Mamanya berteriak dari dalam kamar adik nya karna Dara tidak sarkan diri


Bara yang panik langsung membawa Dara kerumah sakit, Dara mengalami operdosis obat dan untung saja Bayinya masih bisa diselamatkan


Bara yang pusing akhirnya menelepon Frans untuk meminta tolong beberapa hal dan Frans langsung datang kerumah sakit itu


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...

__ADS_1


...Salam Author :)...


__ADS_2