Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Permohonan


__ADS_3

Naya diam saja mendengar pertanyaan dari Dara yang membuat nya terkejut


"Dara mendengar ucapan kakak pada Mama saat di rumah sakit hari itu, dan Dara juga sangat percaya sama kakak, gak mungkin kakak melakukan hal serendah itu" Sambung Dara lagi saat Naya tak juga menjawab pertanyaan nua


"Kamu mendengarnya?, kakak gak ada maksut mengucap kan nya, kakak hanya kesal dengan Tante Rita saja, Maaf kan Kakak ya" Ucap Naya yang merasa tak enak


"Gak apa-apa kak, Dara paham kok" Ucap Dara yang paham akan situasi saat itu


"Kamu janji ya jangan bilang sama keluarga kamu tentang ini" Ucap Naya sedikit memohon pada Dara sambil memegang tangan nya


"Jadi benar Zidan anak kandung Abang ku, tapi kenapa kak?, apa kakak tak ingin semua orang mengetahui kebenaran ini?, apa kakak tak ingin nama kakak kembali bersih dan Abang ku tak lagi salah paham?" Tanya Dara dengan serentetan pertanyaan


"Bukan kakak gak mau Dar, tapi situasi nya sudah berbeda, Abang mu sudah memiliki tunangan bagaimana kalau setelah mengetahui semuanya dia berencana mengambil Zidan dari kakak?" Jelas Naya


"Abang ku tak akan melakukan itu, lagian dia tak nenar-benar mencintai tunangan nya, dia hanya terpaksa" Ucap Dara lagi


"Tapi kakak lihat Frisa benar-benar mencintai Bara dan kakak tak ingin menjadi benalu di hubungan mereka, Ok lah kalau Abang mu tak akan melakukan itu, Bagaimana dengan Tante?, Dia yang memisahkan Kakak sama Bara dulu" Ucap Naya lagi


"Benar juga, Mama sangat membenci Kakak, Tapi Dara rasa ini tak adil untuk Bang Bara kak" Ucap Dara yang masih memikirkan Bang nya itu


"Bagaimana bisa tak adil Dar, apa kamu kamu tau seberapa menderita kakak dulu, Kakak mohon sama kamu Dara jangan beritahu mereka ya" Ucap Naya yang kembali memohon


Dara terdia sejenak memikirkan ucapan Naya yang masuk akal, dia yakin tak mudah membesarkan anak sendirian


"Baiklah kalau begitu, Dara gak akan bilang sama siapa-siapa, tapi kakak harus mengizin kan aku bertemu lagi dengan Zidan ya" Ucap Dara setelah berfikir


"Kenapa tidak, kamu boleh bertemu dengan nya kapan pun kamu mau" Ucap Naya


"Trimakasih ya kak" Ucap Dara


"Kakak yang harus nya terimakasih sama kamu" Ucap Naya


"Tidak kak, aku bisa membayang kan betapa menderitanya kakak dulu, bahkan aku yang masih mengandung saja dulu sangat menderita" Ucap Dara kembali mengingat masa-masa pahit di hidup nya


"Jadikan saja itu pelajaran untuk kehidupan kamu yang lebih baik kedepan nya, Apalagi kamu masih sangat muda" Ucap Naya memberikan semangat


"Dulu aku masih 15 tahun dan belum begitu mengerti masalah kalian, tapi aku benar-benar kehilangan kakak dulu" Ucap Dara mengingat kejadian dulu


"Kakak paham, kamu masih sangat kecil untuk mengerti permasalahn orang dewasa" Ucap Naya


"Benar Bahkan sampai sekarang aku juga belum terlalu mengerti" Ucap Dara membenarkan ucapan Naya


"Oh iya tadi kamu bilang Bara terpaksa bertunangan dengan Frisa?" Tanya Naya yang penasaran

__ADS_1


"Benar, Jadi beberapa tahun lalu orang tua Frisa mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, karna Papa sangat mengenal keluarga mereka dan juga Bang Frans yang harus mengurus perusahaan mereka jadi papa membawa Frisa tingga bersama kami, sejak saat itu kasih sayang dan perhatian papa berkurang untuk ku, Kemudian tahun lalu Papa sakit dan akhirnya meninggal, tapi sebelum meninggal papa mau bang Bara menikah dengan Frisa, dengan terpaksa akhirnya mereka setuju bertunangan terlebih dahulu" Jelas Dara panjang lebar pada Naya


"Ohh jadi seperti itu, tapi kamu tak boleh membencinya, bagaimana pun juga dia itu tunagan Abang mu dan dia lebih tua dari kamu" Ucap Naya memberi pengertian


"Tidak, aku akan tetap membencinya" Ucap Dara yang memang memiliki sifat keras kepala


"Hm..Kamu masih sama seperti dulu, jadi Frisa itu adik nya Frans?" Tanya Naya lagi yang baru mengetahuinya


"Adik tiri" Jawab Dara singkat


"Pantas aja kakak gak pernah tau" Ucap Naya


Tanpa sadar mereka bicara sudah lumayan lama hingga Zidan sudah selesai bermain dan kini menghampiri mereka


"Mau kemana lagi?" Tanya Dara pada Zidan yang kini duduk di pangkuan nya


"Beli ice Cream" Ucap Zidan


"Oke, Ayo kita beli" Ucap Dara sambil berdiri dan menggendong Zidan untuk membeli Ice Cream


"Zidan mau yang rasa apa?" Tanya Dara saat mereka sudah sampai


"Coklat Ty" Jawab Zidan dengan sigap


"Kakak gak mau, Kalian aja" Jawab Naya


Setelah selesai membeli Ice Cream Mereka duduk di tempat yang di sediakan sambil menikmati Ice Cream yang mereka beli tadi


"Habis ini mau kemana lagi?" Tanya Naya pada Dara dan Zidan


"Kita pulang aja ya kak, takut nya Mama marah Dara keluar terlalu lama" Ucap Dara yang Khawatir Mama nya marah


"Yasudah kalau begitu, habis ini kita pulang, Zidan juga sudah lelah kan?" Tanya Naya pada Anak nya itu


"Iya Mi, Zidan udah capek juga" Ucap nya


Setelah selesai menghabis kan Ice Crem nya mereka berjalan ke arah pintu keluar untuk menunggu Bara dan mobil yang Naya pesan, namun saat sudah hampir sampai pintu keluar mereka baru mengetahui ternyata hujan turun sangat deras di luar


"Hujan, Kakak pulang naik apa?" Tanya Dara


"Kakak udah nelpon supir tapi seperti nya akan sedikit lama menunggu ini" Ucap Naya yang sedang menggendong Zidan yang sudah tertidur


"Itu mobil Bang Bara" Ucap Dara saat melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu Mall itu

__ADS_1


"Mau langsung pulang?" Tanya Bara yang baru sampai


"Tunggu sebentar, Jemputan Kak Naya belum sampai" Ucap Dara


"Gak apa-apa kamu pulang aja, mungkin sebentar lagi sampai kok" Ucap Naya pada Dara


"Gak apa-apa kak, kita tunggu aja sama-sama" Ucap Dara lagi


10 menit menunggu namun supir Naya belum juga sampai dan ternyata mobil yang di bawa supir Naya mengalami Bocor ban


"Kalau gak kita antar kak Naya dulu" Saran Dara setelah mendengar kabar dari supir Naya


"Gak Usah Dar, lagian rumah kita berbeda arah" Tolak Naya


"Yasudah kalau gitu, cepat masuk, kasian anak kamu kedinginan seperti itu" Ucap Bara setelah mendengar saran dari Dara


Naya yang ingin menolak akhir nya tak jadi karna memikirkan Anak nya yang tidur di gendongan nya


Naya duduk di bangku belakang sedangkan Dara duduk di depan, Bara yang sudah tau di mana letak rumah Naya langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang karna hujan belum juga reda


Sesekali Bara memperhatikan Naya dari kaca dan itu di ketahui oleh Dara yang ternyata tidak sedang tertidur


Dara sangat yakin kalau Abang nya itu masih sangat mencintai Naya namun akibat kesalah pahaman yang terus berlanjut ini Cinta nya tertutupi


"Mami... Mau susu" Ucap Zidan di tengah tidur nya


"Kita belum sampai sayang, Zidan tidur dulu nanti kalau sudah sampai rumah Mami bangun kan ya" Ucap Naya menjelaskan pada anak nya


"Apa kamu gak membawa susu nya?" Tanya Bara tiba-tiba


"Tidak" Jawab Naya


"Kenapa kamu bisa keluar tanpa membawa kebutuhan nya, Apa aku harus lebih cepat" Ucap Bara seakan-akan memarahi Naya


"Kenapa ucapan mu seperti memarahi ku" Ucap Naya dalam hatinya


"Tidak perlu, dia juga sudah tertidur lagi" Ucap Naya


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Author :)...

__ADS_1


__ADS_2