Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Dia?


__ADS_3

Pagi ini Naya bangun pagi-pagi sekali karna hari ini adalah hari pertamanya bekerja dan dia tak boleh terlambat


Setelah menyiapkan kebutuhan Zidan untuk sekolah, Naya langsung membersihkan tubuhnya dan berpakaian layaknya sekertaris pada umumnya


Sebelum berangkat Naya menyempatkan sarapan bersama keluarganya


"Hari ini Mami gak bisa jemput Zidan, nanti kamu pulang sama supir dan Mbak Lilis ya sayang" Ucap Naya pada Putra semata wayang nya itu


"Iya Mi" Jawab nya singkat disela-sela makannya


"Anak pinter" Puji Naya sembari mengelus rambut Zidan


"Jangan kerja terlalu cape ya nak, kalau ada apa-apa hubungi Papa aja" Ucap Papa Naya yeng mengkhawatirkan Anaknya


"Iya Pa, lagian Naya udah Dewasa kok" Ucap Naya


"Walaupun kamu sudah dewasa kamu tetap anak kami Naya" Sambung Mama Naya


"Iya ma, kalau begitu Naya berangkat dulu ya" Ucap Naya berpamitan


"Bye Mami, Love you" Ucap Zidan


"Love you to sayang" Jawab Naya sambil mencium kedua pipi anaknya itu


Naya bersemangat mengendari mobilnya ditambah langit pagi itu sangat cerah dan udara pun sangat sejuk


Setelah setengah jam mengendari mobil nya Naya sampai di gedung luas dan tinggi yang kini jadi tempatnya bekerja


Naya memarkirkan Mobipnya diparkiran khusus karyawan dan langsung masuk kedalam perusahaan itu


Setelah mengisi absen Naya diperintahkan langsung menuju ruangan CEO yang ada di lantai 15


Naya yang memiliki wajah cantik dan body yang bagus ditambah pakaian yang dia pakai hari itu membuat beberapa mata orang dalam perusahaan itu menatapnya dan Naya tersenyum setiap kali ada yang menoleh kepada nya


Tok...tok...tok...


"Masuk" Ucap seseorang yang ada didalam ruangan itu


"Pagi pak, saya Danaya Faranisa sekeetaris baru yang akan bekerja untuk bapak" Ucap Naya memperkenalkan namanya pada orang yang duduk dikursi kerja yang membelakangi Naya


"Danaya Faranisa, apa kabar?" Tanya Laki-laki itu sambil memutar kursinya


Betapa terkejutnya Naya melihat orang yang sedang duduk di kursi itu, jantungnya bedegup sangat kecang hingga rasanya akan lepas dan mulutnya tak bisa mengeluarkan satu kata pun


"Kenapa diam saja?, apa kamu tidak menyangka kalau saya ada Bos kamu" Ucap Bara sambil berjalan mendekati Naya


Naya seperti patung yang tak dapat berbuat apa-apa dia hanya diam sambil mencerna semua yang sedang terjadi


"Apa lagi ini" Ucap Naya dalam hati setelah beberapa saar terdiam


"Bagaimana?, apa kamu terkejut setelah melihat ku, atau kamu terkejut karna aku sudah sukses sekarang?" Ucap Bara sambil mengelilingi Naya dan melihatnya dari bawah keatas


"Apa kamu menyesal sudah mengkhianati dan meninggal kan aku dulu, dan sedang berfikir bagaimana cara agar bisa kembali pada ku?" Sambung bara lagi


"Meninggal kan mu?, bukan kah kau yang meninggal kan ku?, dan apa kamu bilang menyesal? Heh... tak ada sedikitpun rasa penyesalan dalam hati ku, sekarang kamu adalah atas ku dan aku bekerja untuk mu, jadi bersikap lah layaknya atasan pada bawahan nya" Ucap Naya dengan berani walaupun sebenarnya jantung nya seakan mau copot


Deg, Bara tak menyangka Naya akan mengatakan hal seberani itu yang membuatnya sedikit emosi namun masih bisa di tahan


"Tak ku sangka setelah 6 tahun berlalu kamu masih sangat sok seperti ini" Ucap Bara

__ADS_1


"Terserah apa kata anda, saya akan keluar ketempat saya, karna melihat wajah anda lebih lama bisa membuat saya mual, panggil saya kalau Bapak perlu sesuatu" Ucap Naya lalu langsung keluar tanpa menunggu jawaban Bara lagi


"Mual?, Heh.. kalau begitu akan ku buat kamu m*ntah sekalian" Ucap Bara setelah Naya keluar dari ruangan nya


Tak lama dari itu Bara menelpon Asisten pribadi nya untuk memperintahkan seseorang memindahkan meja kerja Naya kedalam Ruangan nya


Tak menunggu waktu lama, dua orang laki-laki langsung datang dan menghampiri Naya


"Maaf Nona, Pak Bara memerintahkan kami untuk memindahkan Meja ini kedalam" Ucap seseorang dianatara mereka


"Kenapa harus dipindahkan pak, bukan nya meja ini harusnya tetap disini" Tanya Naya yang binggung


"Kami juga tidak tau Nona, kami hanya menjalankan perintah" Ucap Nya lagi


Tanpa menunggu Naya berkata apa lagi mereka langsung mengangkat meja itu kedalam ruangan Bara


"Letakan disana aja" Ucap Bara menunjuk sisi sebelah kiri dari ruangan itu setelah melihat dua orang yang mengangkat meja kedalam


"Baik pak" Jawab mereka berdua sekara bersamaan


Naya hanya bisa pasrah melihat dua orang itu mengangkat meja beserta semua yang ada di atas nya


"Baru hari pertama aja sudah begini, Ya Tuhan apa lagi ini" Ucap Naya dalam hatinya


"Semuanya sudah kami pindah kan pak" Ucap salah satu dari mereka setelah menyelesaikan perintah yang diberikan


"Kalian boleh keluar, dan panggil kan orang itu kedalam" Ucap Bara


"Baik pak, kami permisi" Ucap mereka


Naya masuk dengan perasaan yang malas, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa


"Mulai sekarang tempat kamu disitu, dan periksa semua ini saya mau sebelum istirahat siang ini sudah ada di meja saya" Ucap Bara sambil memberika setumpuk Dokument


"Baik pak" Ucap Naya sambil mengambil semua dokument itu


Naya berjalan menuju meja kerjanya yang ada di sisi kira Bara, sekarang Bara adalah pemandangan yang akan selalu dia lihat


"Apa dia gila, bagaimana bisa ini selesai" Ucap dengan suara rendah setelah dia duduk dan melihat semua Dokument itu


Naya dengan fokus mengerjakan pekerjaan nya tanpa sedikit pun melirik Bara yang ada di depan nya, berbeda dengan Bara yang sesekali melirik kearah Naya yang ada di samping meja kerjanya itu


"Ambil kan saya teh" Ucap Bara tanpa melihat kearah Naya


"Baik pak" Ucap Naya dan langsung meninggal kan pekerjaan nya


Naya berjalan keluar menuju pantri yang ada dilantai itu, namun karna tidak tau akhirnya dia bertanya pada salah satu karyawan yang ada di luar ruangan Bara


"Maaf Mbak, pantrinya ada disebelah mana ya" tanya Naya dengan sopan


"Lurus aja terus belok kekanan, Kamu sekertaris barunya pak Bara ya" Ucap orang yang di tanya Naya


"Iya, Nama saya Naya" Ucap Naya sembari memperkenalkan nama nya


"Saya Gita, Kamu minta aja sama Office girl yang ada disana, dia sudah tau gimana Teh untuk pak bara" Ucap nya menjelaskan


"Ok Gita, trimakasih ya" Ucap Naya lalu langsung pergi menuju pantri


"Kok gak ada orang sih" Ucap Naya sendiri setelah sampai dibpantri dan tak melihat seorang pun ada disana

__ADS_1


Karna malas mencari Office girl yang disebut Gita tadi akhirnya Naya membuat kan Teh untuk Bara sendiri


Naya membuat Teh seperti membuat Teh pada umum nya hanya saja gulanya sedikit lebih banyak, karna dia ingat bara menyukai teh yang sedikit lebih manis


Setelah membuat Teh untuk Bara Naya langsung membawanya kedalam ruangan Bara


"Ini pak Teh nya, silahkan di minum" Ucap Naya sambil meletahkan segelas teh


Saat Bara meminum Teh itu dia merasakan kembali segelas teh buatan Naya yang sudah lama tidak pernah dia rasakan lagi, Rasanya masih sama seperti enam tahun lalu saat mereka masih bersama-sama


"Teh apa-apaan ini" Ucap Bara sambil menyemburkan Teh yang sudah diminumnya dan meletakan gelas Teh tersebut sembarangan hingga terjatuh dan pecah berserakan dilantai


Naya yang mendengar suara gelas terjatuh sangat terkejut dan mendatanginnya


"Maaf pak, apa ada yang salah di Teh nya" Ucap Naya


"Kenapa rasanya manis sekali" Ucap Bara sedikit emosi


"Bukan nya Pak Bara suka teh yang sedikit manis" Ucap Naya


"Naya... Naya, kamu pikir semua orang seprti kamu yang tak berubah sedikit pun" Ucap Bara sambil tersenyum merehkan Naya


Naya hanya bisa diam saja mendengar semua ucapan Bara, sebenarnya Naya sangat ingin melawan tapi dia ingat posisi nya apa dan ini masih jam kerja


Naya memberaihkan pecahan kaca itu sendiri sambil menahan tagis dan tanpa sengaja tangan nya terkena goresan dari gelas yang pecah itu hingga membuat tangan nya terluka dan berdarah


"Auww" Ucap Naya kesakitan


Bara yang melihat itu sedikit pun tidak peduli dan kembali menatap layar datar didepannya


"Masuk" Ucap Bara saat mendengar ketukan pintu


"Maaf pak, ini Teh untuk Pak Bara" Ucap Office girl yang baru masuk itu


"Letakan aja disana" Ucap Bara


Melihat tangan Naya yang berdarah membersihkan pecahan kaca itu Office girl itu langsung mengambil alih pekerjaan yang sebenarnya memang pekerjaan nya


"Harus nya Ibu panggil saya aja, kan tangan Ibu jadi terluka seperti itu" Ucap Office girl itu


"Tidak apa-apa Mbak" ucap Naya yang kini sudah berdiri


"Ayo ikut saya dulu, beraihkan Luka nya" Ucap Office Girl itu lagi


Naya mengikuti Office girl itu keluar ruangan menuju pantri


"Pak Bara itu kalau minum Teh tidak suka terlalu manis dan terlalu panas Bu, Maaf ya tadi saya ke Toilet sebentar" Ucap Office Girl itu lagi


"gak apa-apa kok Mbak, lagian saya yang salah asal buat aja" Ucap Naya sambil membersihkan luka nya setelah di beri kotak P3K


"Nama saya Neni, Kalau Ibu perlu sesuatu panggil saya aja" Ucap Office Girl itu sambil memperkenalkan Namanya


"Baik Mbak Neni, Nama saya Yana, kalau begitu saya kembali keruangan pak Bara dulu ya" Ucap Naya lalu berjalan kembali keruangan yang membuat nya sangat Muak itu


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Autor :)...

__ADS_1


__ADS_2