Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Hujan


__ADS_3

Setelah hampir 3 jam mereka akhirnya sampai dilokasi tujuan mereka


Bara mutuskan untuk makan siang di restoran yang ada di daerah itu dulu sebelum menemui Clien nya karna sudah saat nya makan siang


"Pesan lah, saya ketoilet dulu" Ucap Bara saat pelayan datang membawa menu


"saya pesan menu rekomendasi aja mbak dua porsi lengkap, sama air putih hangat" Ucap Naya yang malas membaca menu makanan itu


"Baik mbak, kami akan menyiapkan nya" Ucap pelayan itu lalu meninggalkan Naya


Tak lama Bara kembali dari toilet dan langsung duduk sambil memainkan handpone nya tanpa berbicara


perasaan canggung sudah sangat akrab dengan keduanya saat mereka hanya berdua saja


"Ini air hangat nya Mbak, kalau kepanasan bisa ditambahin sendiri" Ucap Pelayan yang mengantar dua jenis air itu


Naya memegang gelas berisi air hangat itu untuk mengetes apakah sudah pas atau terlalu panas dan setelah memastikan nya Naya langsung memberikan nya pada Bara


"Minumlah air hangat ini, supaya kondisi anda lebih baik" Ucap Naya


"Kenapa kamu begitu perhatian dengan kesehatan saya?" Tanya bara sambil tersenyum simpul menatap Naya


"Saya hanya tak ingin repot kalau sampai terjadi sesuatu sama anda, lagian anda adalah atasan saya jadi jangan berfikir terlalu banyak" Ucap Naya menjelaskan


Bara tak lagi menjawab ucapan Naya dan langsung meminum air hangat itu karna sebenarnya kondisi nya memang kurang baik


Makan pun akhirnya di sajikan, kedua orang itu langsung makan tanpa berbicara


Setelah selesai Bara langsung membayar dan pergi dari Restoran itu menuju lokasi pertemuan yang sudah dijanjikan


"Selamat siang pak Bara, senang bertemu anda kembali" Ucap orang itu pada Bara saat mereka sampai


"Siang pak Bagus" Jawab Bara


"Mari kita berbicara disana" Ucap Bagus


Bara dan Naya mengikuti orang yang bernama Bagus itu menuju sebuah ruangan khusus


"Silahkan dibaca dulu pak" Ucap Naya sambil memberikan sebuah Dokument pada Bagus


Dua jam lebih mereka berbicara dan akhirnya selesai setelah mendapatkan kesepakatan


"Senang bekerja sama dengan anda" Ucap Bara sambil mengulurkan tangan nya


"Ini semua berkat wanita cantik yang pandai berbicara ini" Jawab Bagus sambil melihat Naya dengab senyuman


Naya yang ditatap begitu merasa kurang suka apalagi dari tadi Bagus terus saja menatap nya


"Dia sekeetaris saya dan juga sudah punya anak" Jawab Bara yang menyadari tatapan Bagus memiliki arti lain


"Pak Bara salah paham, saya hanya kagum padanya" Ucap Bagus lagi


"Kalau begitu kami permisi dulu" Ucap Bara berpamitan dan langsung pergi


Saat mereka dalam perjalanan pulang tiba-tiba saja Hujan sangat deras hingga membuat beberapa pohon tumbang kejalan hingga menyebabkan kemacatan


"Kenapa Macat?" Ucap Naya


"Sepertinya akibat hujan ini" Jawab Bara


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Naya yang melihat kondisi bara semakin memburuk

__ADS_1


"Kepala saya mulai pusing" Jawab Bara


"Bagaimana kalau kita cari penginapan dulu, sepertinya ini akan lama dan disini juga sangat dingin" Saran Naya setelah mempertimban kan kondisi Bara


"Baiklah, kalau begitu kita putar balik saja, tadi saya lihat ada penginapan disana" Ucap Bara yang juga sudah semakin tak enak badan


Bara mengubah arah jalan nya kembali kejalan yang sudah mereka lewati tadi, untung saja di daerah pengunungan itu ada penginapan yang bisa mereka jadikan tempat untuk berteduh sementara waktu


"Saya mau pesan 2 kamar Mbak" Ucap Naya saat sudah sampai di resepsionis


"Maaf Nona, hanya tersisa 1 double bad" Ucap resepsionis itu


"Kamar yang lain gak ada Mbak apa aja gak apa-apa" Ucap Naya lagi


"Maaf Mbak hanya tersisa itu" Jawab nya lagi


"Yang Twin bad gak ada juga Mbak?" Tanya Naya lagi


"Maaf Mbak hanya tersisa itu, dan lokasi penginapan yang lain juga lumayan jauh dari sini" Jelas Resepsionis itu lagi


"Kalau begitu saya tanya teman saya dulu ya Mbak" Ucap Naya kemudian langsung berjalan kearah Bara


"Kenapa lama sekali, apa kamu mau saya mati kedinginan disini?' Ucap Bara yang menunggu


"Hanya tinggal 1 kamar pak, katanya lokasi penginapan yang lain juga jauh, jadi gimana ini?" Jelas Naya


"Yasudah mau gimana lagi, apa kita mau terus kedinginan begini" Ucap Bara


Setelah mendengar ucapan Bara Naya langsung mengambil kamar itu, setelah regristasi selesai mereka langsung diarahkan kekamar mereka


"Mbak saya minta air hangat sama kompres ya" Ucap Naya sebelum pelayan itu pergi meninggal kan mereka berdua


"Baik Mbak" Ucap nya


Tak lama pelayan itu kembali dengan membawa mangkon berisi air dan juga handuk kecil untuk kompres


"Terimaksih Mbak" Ucap Naya kemudian pelayan itu pergi


"Sini buka dulu kemeja kamu" Ucap Naya yang mengurus Bara seperti seorang istri


Bara menuruti semua perintah Naya dan Naya pun mengompres kepala Bara dengan handuk kecil yang di berikan tadi untuk menurunkan panasnya


Setelah selesai Naya duduk disofa dan Bara terlihat sedang tertidur, perlahan Naya pun ikut tertidur di soffa


Naya terbangun saat hari sudah gelap namun hujan belum juga reda


Naya memperhatikan Bara yang masih tertidur lalu memgecek apakah panas nya sudah turun atau belum


"Syukurlah sudah tidak panas" Ucap Naya saat memegang dahi Bara kemudian membandingkan dengan suhu tubuhnya


Naya memperhatikan wajah Bara yang sedang tertidur dengan tatapan yang tak dapat di artikan hingga tiba-tiba suara hendpone nya berdering


"Hallo Ma, ada apa?" Tanya Naya pada Mamanya yang sedang menelepon


"Kok tumben jam segini belum pulang?" Tanya Mama Naya di sebrang sana


"Naya lagi di bandung Ma, tadi habis ketemu Clien tiba-tiba hujan deres banget" Jelas Naya


"Jadi sekarang kamu gimana?" Tanya Mama Naya lagi


"Sekarang Naya lagi dipenginapan Ma, kalau hujan nya reda kami langsung pulang Ma" Ucap Naya lagi

__ADS_1


"Barusan Mama lihat berita katanya Jalan disana sedang ada masalah, kalau terlalu malam sudah menginap aja, Bahaya" Ucap Mama Naya lagi


"Naya ikut gimana Bos Naya aja Ma, kalau dia mau pulang Naya bisa apa" Ucap Naya lagi


"Yasudah kalau begitu kamu hati-hati aja ya sayang" Ucap Mama Naya kemudian mengakhiri telepon nya


Naya terdiam sejenak diposisinya yang menghadap jendela melihat air hujan yang turun begitu derasnya


"Jam brapa ini?" Tanya Bara yang sudah terbangun


"Jam 7 malam, sepertinya kita tidak bisa kembali malam ini" Ucap Naya


"Oh" Ucap Bara singkat


"Kenapa reaksi mu hanya seperti itu, apa kamu mau kita menginap dan tidur dalam satu ruangan begini?" Ucap Naya yang sedikit kesal dengan reaksi Bara


"Memang nya kenapa, saya tidak akan berbuat yang aneh-aneh apalagi sama kamu, jadi buang semua pikiran mu itu" Ucap Bara


"Saya hanya tak ingin menginap bersama anda disatu ruangan seperti ini" Ucap Naya lagi


"Kamu pikir saya mau, kalau tidak terpaksa saya juga tak ingin" Jawab Bara lagi


Naya yang ingin menjawab ucapan Bara lagi namun tak jadi karna pelayan penginapan itu datang membawakan makan malam


"Maaf Nona mengganggu kami membawakan makan malam" Ucap pelayan itu saat Naya membukakan pintu


"Trimakasih Mbak" Ucap Naya saat semua menu makanan sudah diletakan di atas meja


Naya langsung makan tanpa mengajak Bara yang masih duduk di tempat tidur dan Bara langsung turun setelah itu untuk makan juga


Suasana Hujan terdengar begitu jelas karna suasana kamar yang begitu hening dan hanya terdengar suara sendok menyentuh piring


"Malam ini kamu tidur di soffa saya di sana" Ucap Bara memulai pembicaraan


"Terserah" Jawab Naya yang malas menanggapi ucapan Bara


"Kenapa sikapmu seperti ini, saya ini atasan kamu" Ucap Bara lagi


"Ini sudah di luar jam kantor, jadi kita tak memiliki hubungan itu" Jawab Naya lagi


Setelah mendengar ucapan Naya Bara langsung terdiam tanpa mengatakan apa-apa lagi


Setelah selesai makan mereka berdua kembali ke aktifitas masing-masing


Naya menyibukan dirinya dengan bermain Handpone begitu juga dengan Bara


Malam semakin larut namun Naya belum juga bisa tidur, banyak ketakutan dalam dirinya, Naya membayangkan bagaimana jika nanti Bara melakukan hal yang tidak-tidak padanya saat dia tidur


Naya terus saya bergelut dengan pikiran nya sendiri, matanya tak mau juga terpejam dan hatinya selalu was-was


"Tidurlah, saya tak akan melakukan apa pun pada mu" Ucap Bara yang melihat Naya tak bisa tidur


Naya tak menjawab ucapan Bara dan langsung memejamkan matanya walaupun sebenarnya dia belum juga bisa tertidur


Jam kini menunjukan pukul 2 dini hari dan Bara tiba-tiba terbangun karna mendengar suara petir yang lumayan kencang, Bara turun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah sifa tempat Naya tidur


Bara memandangi wajah Naya yang sedang tertidur, ada sebuah perasaan rindu didalam hatinya pada wanita yang sedang tidur itu, perlahan Bara mengusap pipi Naya, namun ketika mengingat apa yang Naya lakukan padanya perasaan itu kembali menjadi perasaan benci dan Bara langsung pergi meninggalkan Naya


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...

__ADS_1


...Salam Author :)...


__ADS_2