Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Frans


__ADS_3

Setelah Naya kembali kemejanya Frisa baru sadar kalau sekertaris Bara adalah Naya menegurnya dengan sangat ramah


"Ehh, Mami Zidan, ternyata kamu jadi sekertaris barunya Bara" Ucap Frisa dengan ramah dan sopan


"Iya Bu, panggil saya Naya aja" Ucap Naya sambil tersenyum


"Ohh iya ini saya ada salat buah tapi gak banyak soalnya saya gak tau kalau ada kamu, kamu cobain ya saya buat sendiri lo" Ucap Frisa lagi sambil memberikan salat yang di bawanya tadi


"Iya Bu, Thnak's" Jawab Naya


"Panggil saya Frisa aja, usia kita pasti gak jauh beda" Ucap Frisa lagi lalu kembali ke sofa bersama Bara


Sesekali Naya memperhatikan kedekatan Bara dan Frisa yang sedang duduk dan makan bersama, ada perasaan iri dihati Naya ketika melihat semua itu, namun Naya dengan cepat menyadarkan diri nya


"Frisa baik banget, semoga aja nasip nya gak sama seperti aku dulu setelah menikah dengan Bara" Ucap Naya dalam hatinya


Setelah itu Naya kembali fokus pada pekerjaan nya dan tak ingin memperdulikan dua orang itu


"Oh iya, Frans udah sampai ya" Tanya Bara yang baru ingat dengan teman nya yang bernama Frans


"Udah kemaren baru sampai, dia belum ada nemuin kamu?" Tanya Frisa balik


"Belum" Jawab Bara singkat


"Dia pulang bareng pacarnya jadi mungkin belum sempet aja" Ucap Frisa lagi


"Nanti coba aku hubungi dia" Ucap Bara lagi


Setelah selesai makan Frisa ingin langsung kembali ke Butik miliknya karna tak ingin mengganggu Bara yang sedang bekerja


"Oh iya, weekend kita jalan bareng ya" Pinta Frisa sebelum keluar dari ruangan itu


"Iya" Jawab Bara singkat


"Nay aku pulang dulu ya" Ucap Frisa berpamitan dengan Naya yang fokus dengan pekerjaan nya


"Hati-hati ya Fris" Jawab Naya dengan senyuman


Setelah itu mereka berdua kembali fokus pada kerjaan mereka masing-masing tanpa ada suara sedikit pun


Tiba-tiba Handpone Bara berdering tanda ada yang menelpon nya


"Nanti malam gua tunggu di tempat biasa" Ucap orang yang menelpon Bara


"Gua banyak kerjaan" Ucap Bara cuek


"Ayo lah bar, kita udah lama gak ketemu lu masih aja begini, pokoknya Gua gak mau tau, nanti malam gua tunggu dan lu harus dateng" Ucap Orang itu lagi


Tanpa menunggu jawaban Bara orang itu langsung mematikan sambungan telpon nya


Jam kini menunjukan pukul 10 malam dan Bara mengendarai mobil nya menuju sebuah Club malam untuk menemui teman nya yang menelpon nya tadi

__ADS_1


Setelah sampai Bara langsung menuju sebuah meja tempat teman nya itu duduk menikmati minuman nya bersama beberapa wanita malam disisi nya


"Heyy Bro... Akhirnya Lu datang juga" Ucap Orang itu saat bara sudah ada dihadapan nya


Setelah Bara datang wanita-wanita itu langsung diusir oleh Teman Bara yang bernama Frans


"Lu gak berubah ya, Kata nya pulang sama pacar tapi kelakuan lu masih aja gini" Ucap Bara yang tak habis pikir dengan kelakuan Frans yang tak pernah berubah sedikit pun


"Santai aja, lagian pacar gua gak bakalan tau kok, lagian lu tau kan wanita-wanita disini fungsi nya buat apa" Ucap Frans lagi


"Terserah lu mau ngomong apa" Ucap Bara sambil meminum minuman beralkohol yang baru saja di sajikan


"Gimana kabar lu" Tanya Frans lagi


"Yah seperti ini la, gak ada yang istimewa" Ucap Bara lagi


"Oh iya, kabarnya Dara gimana?, kemaren gua denger beritanya dari Frisa" Ucap Frans lagi


"Ya gitu lah, sekarang dia lagi depresi tapi udah sedikit lebih baik dari sebelum nya, yang kami pikirian hanya Bayi yang dikandung nya" Ucap Bara menjelaskan kondisi Dara adik perempuan nya yang sedang tidak baik-baik saja


"Terus laki-laki br*ngsek itu gimana?, udah ada kabarnya belum" Tanya Frans lagi


"Belum masih gua cari, kalau dapet aja keberadaan nya habis dia" Ucap Bara lagi


Dara angrieta Cashel Adalah adik perempuan Bara yang masih berusia 22 mengalami kekerasan dan dihamili oleh pacarnya yang tak bertanggung jawab


Malam itu Bara dan Frans bercerita sambil minum alkohol namun tak sampai mabuk


Pagi itu saat Naya sampai dan masuk keruangan Bara, Naya mendapati sesuatu yang berbeda dari hari-hari sebelum nya


"Kenapa dia gak marah karna aku terlambat ya, apa dia mulai bosan dan ini tandanya dia akan segera memecat ku" Ucap Naya dalam hatinya sambil memperhatikan Bara yang fokus di meja kerjanya


Naya bertanya-tanya dalam hati nya dengan perasaan yang senang karna mengira usahanya berhasil dan akan segera mengakhiri semua penderitaan ini


"Naya... kesini sebentar" Ucap Bara yang kurang bersemangat


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu" Ucap Naya yang langsung datang dengan cepat karna sedang merasa bahagia


"Kamu periksa lagi laporan untuk minggu ini sama nanti jam 10 kita berangkat ketemu Clien yang di Bandung siap kan semua yang diperlukan" Ucap Bara dengan suara yang mirip dengan orang sakit


"Baik pak, tapi apa pak Bara baik-baik saja" Tanya Naya yang menyadari Bara seperti nya kurang sehat


"Saya Baik-baik saja hanya kurang Fit" Jawab Bara tanpa menatap Naya


"Pantas saja dia tak memarahiku ternyata dia tak punya tenaga untuk itu, hilang sudah harapan ku untuk bebas dari sini" Ucap Naya dalam hatinya yang merasa kecewa


Naya pun akhirnya kembali kemeja nya dengan perasaan yang kecewa ternyata pikiran nya salah Naya kira dia sudah berhasil membuat Bara muak ternyata tak segampang itu


Jam kini menunjujan pukul 10, Bara dan Naya kini sudah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan yang lumayan memakan waktu


"Apa Pak Bara baik-baik saja, gimana kalau saja aja yang menyetir" Tawar Naya

__ADS_1


"Saya Baik-baik aja" Jawab Bara singkat kemudian langsung melajukan mobil nya menuju Bandung


Tak ada percakapan yang terdengar didalam mobil itu, Bara fokus menyetir dan Naya menyibukan diri dengan Handpone nya


Ditengah perjalaan Lilis menelepon Naya karna tadi saat Naya menelponnta Lilis tak di angkat


"Iya Non ada apa?" Tanya Lilis di sebrang sana dengan suara yang tak bisa di dengar Bara


"Zidan lagi ngapain Lis?" Tanya balik Naya


"Ini lagi Nonton Tv aja Non, Zidan ini Mami nelpon" Ucap Lilis memberi tau naya dan memberikan handpone nya pada Zidan


"Iya Mi kenapa, Mami kapan pulang Zidan bosen Mi karna Libur sekolah" Ucap Zidan saat sudah memegang Handpone nya


"Gak apa-apa sayang, Mami cuma mau ngasi tau Hari ini mungkin Mami pulang nya agak maleman jadi gak bisa nemeni Zidan main hari ini" Jawab Naya yang sebenarnya sudah berjanji akan menemani Zidan hari ini


"Yahh, Batal deh Mi" Ucap Zidan yang sedikit kecewa


"Mami tiba-tiba ada kerjaan sayang, Sorry ya, gimana kalau Weekend Mami temenin Zidan Main, terserah Zidan mau kemana?" Ucap Naya lagi yang tak ingin anak nya kecewa


"Yaudah deh Mi, janji ya" Ucap Zidan lagi


"Iya sayang, hari ini kamu main sama Mbak dulu ya jangan Nakal, Love you sayang" Ucap Naya mengakhiri telepon nya


"Love you to Mami" Ucap Zidan


Bara yang dari tadi fokus menyetir diam-diam mendengarkan Naya yang sedang menelepon anak nya


"Anak kamu gak sekolah?" Tanya Bara tiba-tiba yang membuat Naya sedikit terkejut


"Hah... Sekolah nya hanya sampai hari kamis jadi hari ini sudah libur" Jawab Naya menjelaskan pada Bara


"Saya penasaran kenapa suami kamu membiarkan mu bekerja, bukan nya dia juga Bos dari perusahaan yang sangat sukses" Ucap Bara lagi


"Saya tidak punya suami, dan saya bekerja untuk menghidupi anak saya" Jawab Naya


"Bukan nya laki-laki itu suami kamu, beberapa minggu yang lalu saya dengar Anak kamu memanggil nya dengan sebutan Papi" Ucap Bara lagi


"Daffa?, anak saya memang memanggil nya dengan sebutan itu tapi dia bukan suami saya" Jawab Naya lagi


"Kenapa?, kenapa kamu tidak menikahi ayah dari anak mu" Tanya Bara lagi


"Kenapa saya harus menjelaskan nya pada anda?" Tanya Naya balik


"Bernar, kamu tak perlu menjawab nya" Ucap Bara setelah mendengar ucapn Naya


Hati Naya kembali sakit saat Bara mengatakan semua itu pada nya


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...

__ADS_1


...Salam Author :)...


__ADS_2