
Setelah sampai di depan Ruangan tempat Dara di rawar Naya tak langsung masuk, dia melihat sekitar ruangan itu kemudian sedikit mengintip dari kaca yang ada di pintu duntuk memastikan siapa saja yang ada di dalam ruangan itu
Setelah memastikan tak ada orang selain Dara di dalam Naya langsung mengetuk pintu dan masuk dengan sopan
"Kak Naya" Seru Dara yang sesikit terkejut melihat Naya datang menjenguk nya
"Bagaimana keadaan mu, semalam Kakak datang bersama Bara namub tak sempat melihat mu" Ucap Dara sambil meletakan sekeranuang Buah di meja yang ada di ruangan itu
"Sudah lebih baik kak, Siapa anak kecil ini kak?" Tanya Dara saat melihat Zidan yang berdiri di samping Naya
"Ini anak Kakak, Namanya Zidan, Dia baru aja cabut gigi jadi belum bisa bicara banyak, Oh iya kamu memang sendirian aja?" Jelas Naya sambil duduk di sebelah brankar dan memangku Zidan
"Ada Bang Bara tadi tapi tadi Dara minta dia untuk beli sesuatu, kalau Mama baru aja pulang nanti kembali lagi" Jelas Dara
Dara memposisikan Tubuh nya sedikit lebih tegak agar mudah untuk berbicara, dari awal saat Dara melihat Zidan dia ingin sekali bertanya banyak dan memastikan kalau anak itu adalah anak dari Abang nya karna wajah mereka sedikit mirip. Namun semua niat itu di urungkan nya karna dia tak ingin bertanya di depan Zidan
"Kabar Kakak gimana, udah lama banget kita gak bertemu" Sambung Dara lagi
"Kakak baik kok, tapi kenapa kamu bisa jadi begini Dar?" Tanya Naya yang penasaran kenapa Dara bisa menjadi seperti ini
"Ini semua terjadi karna kesalahan aku sendiri kak, saat kuliah di Amerika pergaulan ku terlalu bebas, aku kira pacar Dara mau tanggung jawab setelah semua nya terjadi tapi Dara salah kak, semua laki-laki memang B*jingan" Jelas Dara dengan suara yang rendah dan terlihat sedih
"Kamu yang sabar Ya, mungkin semua ini rencana tuhan. jangan teelalu bersedih nanti pasti ada laki-laki yang benar-benar tulus menerima kamu" Ucap Naya menghibur Dara yang terlihat sedih
"Iya kak. Kak... aku boleh kan bertemu sama kalian lagi nanti?" Tanya Dara sedikit ragu
"Boleh dong, kenapa engak, Zidan mau kan ketemu sama Aunty Dara lagi?" Ucap Naya sambil bertanya pada Zidan yang ada di pangkuan nya
"Mau Mi, tapi Nanti kalau Gigi Zidan udah gak sakit biar kita bisa makan Coklat dan Ice Cream sama-sama" Ucap Zidan dengan polos nya hingga membuat Dara yang mrndengar sedikit tertawa bahagia
"Ok Zidan, Nanti kalau kita udah sama-sama sembuh kita main bareng ya" Ucap Dara yang sudah terlihat tidak lagi sedih
"Ok Aunty" Ucap Zidan
__ADS_1
"Anak pinter, Oh iya kak lebih baik kakak pulang sekarang, Mama ngabari udah mau sampai sini" Ucap Dara yang tau permasalahan Mama dan Mantan Kakak iparnya itu setelah melihat pesan di handpone nya
"Yasudah kalau begitu kakak pulang dulu ya. kamu jangan terlalu sedih harus semangat" Ucap Naya yang memang malas bertemu Mamanya Dara
"Makasi ya kak udah mau datang kesini" Ucap Dara dengan senyuman
"Iya Dara, Zidan kamu pamit dulu sama Aunty" Ucap Naya pada anak nya
"Aunty, Zidan pulang dulu ya, Aunty cepet sembuh biar kita bisa main bareng nanti" Ucap Zidan
"Iya sayang, Hati-hati di jalan ya" Ucap Dara
Setelah Naya dan Zidan keluar, ruangan itu kembali hening dan hampa namun tidak dengan hati Dara, Semangat nya untuk sembuh semakin besar setelah melihat Naya dan Zidan yang dia yakini adalah anak dari Abang nya
Tak berselang lama Bara Dan Mama nya sampai di ruangan itu, Mata Mama nya langsung tertuju pada meja yang agak jauh dari brangkar Dara, Dia yakin sebulum nya dia pulang hanya ada Vas bunga di tas meja itu
"Dari mana asal keranjang buah ini?" Tanya Mama Bara yang penasaran
"Bagus la kalau kamu punya teman, sering-sering ajak dia bertemu supaya kamu punya teman bicara dan tidak mendiamkan diri dikamar saja" Ucap Bara sambil membuka tempat makanan yang di belinya
"Bener kata abang kamu, Mama lihat kamu juga jadi sedikit bersemangat dari sebelum nya" Ucap Mama nya yang menyadari anak nya sudah kembali memiliki semangat untuk melanjut kan hidup nya
"Iya Ma" Ucap Dara sambil memakan makanan yang di belikan Bara
Hari kini sudah gelap, Malam ini Naya menemani Zidan tidur karna efek dari cabut gigi tadi anak nya itu sedikit rewel dan tak mau jauh dari nya
Setelah memastikan Zidan tertidur pulas Naya turun dan duduk bersama Mama nya di bawah
"Zidan udah tidur Nay?" Tanya Mama nya saat melihat Naya turun
"Udah Ma, Oh iya Ma tadi saat di rumah sakit Naya melihat Dara disana" Ucap Naya yang ingin mencerita kan keadaan Dara namun sedikit berbohong dan merubah alur ceritanya
"Dara?, Adik nya Bara?" Tanya Mama Naya yang tak yakin
__ADS_1
"Iya Ma" Jawab Naya
"Kenapa Dia, kalau dia ada di rumah sakit itu berarti keluarga mereka tinggal di kota ini dong Nay?" Tanya Mama Naya lagi
"Dia dihamili pacar nya yang tak bertanggung jawab dan sekarang mengalami keguguran, kalau tinggal dimana Naya gak tau Ma" Jelas Naya
"Keguguran?, Angap saja itu karma untuk keluarga mereka" Ucap Mama Naya dengan santai nya
"Ma, Mama gak boleh dong ngomong begitu, lagian Dara kan gak tau apa-apa, dia juga sayang sama Naya duly" Perotes Naya setelah mendengar ucapan Mama nya namun dia juga mengatakan hal yang sama saar dia kasal tadi
"Mama kesal saat mendengar apapun tentang mereka, jadi tadi kamu ketemu sama mereka?" Ucap Mama Naya lagi
"Tidak, kebetulan tidak ada orang tadi" Ucap Naya
"Bagus lah, Mama harap kamu tidak lagi bertemu sama mereka terutama Bara dan Ibu nya" Ucap Mama Naya lagi
Deg... Jantung Naya rasanya berdetak lebih cepat saat mendengar ucapan Mama nya yang begitu menusuk padahal perkataan itu biasa saja
"Bagaimana cara nya aku memberitau Mama kalau aku bekerja bersama Bara kalau Mama sebenci ini pada mereka" Ucap Naya Dalam hati nya
"Kenapa kamu tiba-tiba diam saja?" Tanya Mama Naya yang penasaran kenapa tak adalagi suara dari mulut Naya
"Gak apa-apa Ma, Tapi tadi Dara berkata ingin bertemu lagi dengan Zidan, gimana dong Ma" Ucap Naya yang meminta saran karna dia tak mau berbohong apa-apa kalau menyangkut Zidan
"Biarkan saja mungkin dia masih terbawa suasana hati nya, tapi kamu harus tetap membatasinya jangan sampai sesuatu yang tak di ingin kan terjadi, Mama gak mau kalau sampai Zidan jatuh ketangan mereka" Jelas Mama Naya yang memperingati Naya
"Iya Ma Naya paham, Naya juga gak mau kalau Bara sampai tau tentang Zidan" Ucap Naya yang merasakan kekhawatiran yang sama dengan Mama nya
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
...Salam Author :)...
__ADS_1