
Hari ini Naya datang ke kantor sedikit lebih lama karna Zidan anaknya sedang kurang sehat Naya sudah menghubungi Bara sebelum nya dan Bara pun memberikan Izin pada Naya
Naya datang saat jam makan siang dan melihat ada teman Bara di dalam ruangan itu
"Frans" Ucap Naya dalam hati nya saat membuka pintu dan melihat laki-laki seumuran Bara ada di dalam ruangan itu
"Siang pak" Ucap Naya dengan senyum yang terlihat terpaksa terukir di bibir nya
Frans memperhatikan Naya yang baru datang dengan perasaan sedikit bersalah setelah mengetahui kebenaran tentang Naya namun dia tak dapat melakukan apa-apa
"Naya, Apa kabar, lama tidak berjumpa" Sapa Frans yang berusaha menutupi rasa bersalah nya
"Saya baik Pak" Jawab Naya dengan singkat dan formal
"Panggil nama aja Nay, kayak sama siapa aja, tumben dateng nya siang" Ucap Frans lagi
"Anak saya sedang sakit, jadi sedikit rewel, kamu mau minum apa?, biar saya ambil kan" Tawar Naya setelah menjelaskan
"Gak usah Nay, sebentar lagi saya udah mau pergi kok" Tolak Frans
"Yasudah, kalau gitu saya lanjut kerja saja" Ucap Naya
Tak lama Frans pun keluar, dia tak ingin lama-lama berada diruangan yang sama dengan Naya, perasaan nya menjadi aneh saat melihat wanita yang membesar kan anak sendirian itu
"Sampai kapan aku menyembunyi kan kebenaran ini" Ucap Frans yang terlihat prustasi setelah keluar dari ruangan itu
Hari semakin siang, Bara dan Naya kini sudah berada di sebuah Kafe di kota itu untuk menemui Klien yang sudah berjanji untuk bertemu
"Anak kamu sakit kenapa gak libur aja" Ucap Bara tiba-tiba setelah mereka duduk
"Saya punya kewajiban Pak, jadi harus tetap datang" Ucap Naya dengan santai
"Kewajiban?, kewajiban seperti apa yang sedang kamu bicarakan, bukan kah setiap hari kamu sengaja datang terlambat dan sengaja membuat laporan yang salah dan berharap saya akan memecat mu" Ucap Bara panjang lebar dengan senyum simpul
"S*alan, bisa-bisa nya dia tau rencana ku" Ucap Naya dalam hati nya setelah mendengar ucapan Bos nya itu
"Kenapa diam saja, saya benarkan?" Sambung Bara lagi saat Naya tak menjawab ucapan nya sedikit pun
"Saya gak diam aja kok, saya sedang bicara dalam hati, lagian Pak Bara salah paham, tidak mungkin saya berfikiran sempit seperti itu" Jawab Naya
__ADS_1
"Apa yang kamu bicarakan dalam hati mu?, menjelekan saya?" Ucap Bara lagi
"Tidak, kenapa Pak Bara bisa berfikir seperti itu" Elak Naya padahal yang di ucap kan nya sangat benar
Tak ada lagi pembicaraan lagi detelah itu, mereka berdua kembali sibuk dengan Handpone nya sambil menunggu Klien yang tak kunjung datang
1 Jam menunggu namun Klien yang mereka tunggu tak kunjung datang, akhirnya Bara memutuskan untuk kembali ke perusahaan nya
Di tengah jalan tiba-tiba Hendpone Bara berdering dan tertulis nama "Mama" di layar handpone itu
"Tolong angkat kan" Ucap Bara yang sedang fokus pada jalanan
Tanpa menjawab Naya langsung mengangkat nya kemudian mengaktifkan Speaker agar Bara dapat mendengar ucapan dari Mama nya yang sedang menghubungi nya
"Bara..., kamu di mana nak, adik kamu... kamu cepat kesini..." Ucap Mama Bara tak jelas dengan suara yang sangat panik
"Kenapa Ma?, Ada apa sama Dara?, bicara yang jelas jangan panik" Ucap Bara yang ikut panik
"Dara Bar, tiba-tiba dia pendarahan kamu cepet susul kami ke rumah sakit" Ucap Mama Bara yang masih panik
"Pendarahan?, Iya Ma Bara langsung kerumah sakit sekarang" Ucap Bara kemudian telpon nya berakhir
"Entah, semoga aja Bayi nya baik-baik saja" Ucap Bara menjawab pertanyaan Naya
"Bayi" Tanya Naya lagi namun kita pertanyaan itu tak keluar dari mulutnya
Bara mengemudikan mobil nya dengan kecrpatan tinggi hingga membuat Naya yang duduk disebelah nya merasa sedikit takut
20 mrnit dalam perjalanan akhir nya mereka sampai di salah satu rumah sakit yang sangat terkrnal di kota itu
Bara langsung turun begitu juga dengan Naya yang mengikuti langkah Bara menuju kedalam Rumah sakit itu
"Kenapa aku harus mengikuti nya" Ucap Naya dalam hatinya yang baru sadar kenapa dia harus ikut masuk namun tak juga memberhentikan langkah nya
"Ma gimana keadaan Dara" Tanya Bara saat sudah sampai di depan IGD dan melihat Mama nya yang sedang panik menunggu di pintu
Mama Bara tak langsung menjelas kan kondisi putrinya pada Bara, namun pandangan nya tertuju pada seseorang yang sangat dia benci yang kini berada disebelah Bara
"Kamu, kenapa dia ada disini?" Ucap Mama Bara dengan nada yang sedikit emosi
__ADS_1
"Ma, Nanti Bara jelaskan sekarang kita fokus dulu sama Dara yaa" Jawab Bara
"Mama gak tau Bar, tiba-tiba saja Dara teriak dan saat Mama melihat nya dia sudah mengalami pendarahan" Ucap Mama Bara yang kembali fokus pada salah satu anak nya yang kini berada dalam ruangan IGD
Tak lama seorang Dokter dan dua perawat keluar menghampiri Bara yang ada di depan IGD
"Apa kalian keluarga pasien?" Tanya Dokter itu
"Iya Dok saya Ibu, bagaimana keadaan Anak saya Dok" Tanya Mama Bara
"Jadi begini bu, Anak ibu mengalami keguguran saat masih berada dirumah, kini kondisi nya masih sangat lemah dan Anak Ibu harus mendapatkan perawatan itensif " Jelas Dokter itu
Bara dan Mama nya sangat terkejut mendengar ucapan Dokter dan hanya bisa menangis meratapi kondisi Dara
Naya yang dari tadi diam saja tak kalah terkejut nya setelah mendengar penjelasan Dokter
"Apa saya bisa melihat Anak saya Dok?" Tanya Mama Bara lagi
"Kami akan memindahkan nya keruangan pasien, kalian bisa melihat nya disana saja bu" Jawab seorang perawat
Dara kini sudah berada di ruangan pasien
"Ngapain kamu ikut masuk, kamu gak ingat apa yang sudah kamu lakukan pada anak saya?" Ucap Mama Bara pada Naya yang mengikutinya sedangkan Bara ikut bersama Dokter untuk mendapat kan penjelasan lebih
"Tante... Tante..., kenapa sih belum berubah juga?, Apa tante tidak sadar apa yang terjadi pada anak tante hari ini adalah akibat dari perbuatan tante 6 tahun lalu?, saat tante memfitnah saya tidur dengan laki-laki lain hingga hamil?" Ucap Naya dengan senyum yang terlihat aneh
"Jaga ucapan kamu" Ucap Mama Bara yang emosi
"Kenapa?, bukan kan yang saya ucap kan benar, tante lupa saat itu kalau tante punya seorang anak perempuan yang pasti akan tumbuh dewasa" Sambung Naya lagi
"Kamu" Ucap Mama Bara yang semakin emosi
"Kenapa?, apa tante sudah sadar, saya jadi prihatin, Tante yang melakukan kejahatan namun orang lain yang harus menanggung nya. saya cuma bisa berharap dan berdoa dengan segenap hati saya simoga ini adalah yang terakhir, semoga tidak ada lagi korban atas kejahatan tante di masalalu" Sambung Naya kemudian dia langsung berjalan pergi meninggal kan Mama Bara yang diam membatu setelah mendengar semua ucapab Naya
Perasaan Mama Bara langsung berubah, jantung nya kini berdetak lebih cepat dan nafasnya menjadi sesak setelah mendengar semua ucapan Naya
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
__ADS_1
...Salam Author :)...