
Nia segera keluar dari ruangan itu setelah mendapatkan dokument yang dimaksut bara, Naya berjalan sedikit lebih cepat agar bisa cepat samapi ke bawah tepat waktu
Saat sudah si depan Lift Naya menghembuskan nafasnya dengan sangat berat karna saat itu Lift sedang tidak dapat digunakan karna ada perbaikan
"Kenapa harus sekarang" ucap Naya pada dirinya sendiri
Dengan berat hati Naya terpaksa harus turun dari tangga darurat
"Cobaan apa lagi ini, aku sangat lelah" Ucap Naya dengan nafas yang tersenggal-sengal saat menuruni anak tangga
Lantai demi lantai Naya lewati hingga akhirnya Naya sampai di lantai paling bawah dalam gedung itu, Naya mengatur Nafasnya sebelum kembali berjalan menuju mobil Bara
"Kenapa lama sekali, kamu niat gak" Ucap Bara saat melihat Naya sampai di mobil nya
"Maaf pak Lift nya sedang ada perbaikan jadi saya harus menuruni tangga darurat" Jelas Naya
"Apa saya terlihat peduli, cepat naik" Ucap Bara setelah mendengar penjelasan Naya
Sebenarnya Bara lah penyebab adanya pemeriksaan Lift dadakan, dia menelpon keamanan dan mengatan kalau saat dia menaiki litf nya sedikit macat padahal Lift itu baik-baik saja dia sengaja melakukan nya karna ingin memberi pelajaran kepada Naya dan membuat Naya menderita
Naya duduk di bangku depan sebelah Bara, terlihat Naya sedikit menahan sakit di kakinya yang lecet akibat terlalu banyak berjalan menuruni anak tangga
Sesekali Bara memperhatikan Naya yang menahan sakit sambil memegangi kaki nya yang lecet
"Kenapa berhenti disini pak?" Tanya Naya saat Bara menghentikan mibil nya di sebuah apotik dipinggir jalan
"Belilah obat untuk kaki mu, saya tak mau kamu menemui Clien saya dengan keadaan sepeeti ini" Ucap Bara tanpa melihat Naya
"Baik pak" Ucap Naya kemudian langsung keluar dari mobil menuju ke Apotik itu
Saat berjalan kaki Naya semakin sakit Bara yang melihat sedikit meresa bersalah namun perasaan bersalah itu hanya bertahan tak lama
"Ternyata dia masih punya hati" Ucap Naya yang tak tau kejadian sebenarnya
Setelah selesai membeli obat Naya kembali kemobil dan Bara pun langsung melanjutkan mobil nya menuju tempat tujuan mereka
1 jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah Galeri seni
"Selamat datang pak Bara, akhirnya saya bisa bertemu anda secara langsung" Ucap seorang laki-laki kira-kira berumur 40 tahun
"Anda terlalu sungkan pak, Ini sekertaris saya" Jawab Bara sambil mengenal kan Naya
"Danaya" Ucap Naya sambil mengulurkan tangan nya
"Saya Fadli, pemilik galeri seni ini" Jawab laki-laki bernama Fadli itu
"Naya berikan Dokument yang kamu bawa padanya" Ucap Bara memberi perintah
"Ini pak, silahkan dilihat" Ucap Naya sambil memberikan Sebuah dokument pada Fadli
Naya berkeliling melihat seluruh isi galeri seni yang belum siap itu sendirian sedangkan Bara duduk di dalam sebuah ruangan khusus bersama Fadli membicarakan bisnis
__ADS_1
"Wanita itu cantik juga" Ucap Fadli secara tiba-tiba pada Bara
"Anda bisa memdapatkan nya kalau anda menginginkan nya" Ucap Bara
30 menit berlalu Bara akhirnya keluar dari ruangan itu, setelah berjabat tangan Bara dan Naya keluar dari gedung yang luas itu
Setelah keluar dari gedung itu langit tampak sangat hitam tanda akan segera hujan
"Saya masih ada urusan, kamu pulang lah sendiri, gak perlu kembali ke perusahaan" Ucap Bara saat Naya mau menaiki mobil
"Tapi pak...." Ucap Naya terhenti saat Bara sudah menutup kaca mobil nya
Naya yang di tinggal sendirian binggung harus apa, dia berencana memesan taxi online tapi tak satu pun ada yang menerima pesanan Naya
Tiba-tiba saja hujuan turun dengan sangat deras membuat Naya semakin tak mendapat kan Taxi online
Hujan semakin deras dan Naya mulai panik. Naya yang sudah tak tau harus berbuat apalagi akhirnya menelpon Daffa meminta nya untuk menjemputnya
"Daff kamu dimana?" Tanya Naya setelah sambungan telponnnya terhubung dengan Daffa
"Lagi di luar Nay, kenapa ada masalah?" Tanya Daffa di sebrang sana
"Bisa jemput aku gak Daf, disini hujan nya deres banget aku gak dapat taxi" Ucap Naya lagi
"Sharelock Nay, aku kesana sekarang" Jawab Daffa langsung tanpa berfikir
Setelah mematikan sambungan telpone nya Naya langsung mengirim lokasi nya pada Daffa
Naya menunggu Daffa di pinggiran gedung hingga terkena cipratan air hujan dan membuatnya sedikit basah
Saat Naya akan masuk kedalam mobil Daffa, Bara melihat nya
Awal nya Bara meresa kasihan pada Naya karna sudah meninggal kan nya di tengah hujan dan akhirnya Bara memutuskan untuk kembali menjemput Naya
"S*alan, ngapain juga gua mikiri nasip wanita pengkhianat itu" Ucap Bara setelah sampai ke lokasi dan melihat Naya di jemput Daffa
"Kok cepet bangat Daf?" Tanya Naya setelah berada di dalam Mobil Daffa
"Kebetulan tadi aku di lagi di daerah sini Nay, kamu kok bisa sih ada disini sampek kehujanan gini lagi" Tanya Daffa yang penasaran
"Tadi aku nemenin Bos ketemu Clien, terus dia ada urusan lagi yaudah aku di tinggal, ehh tiba-tiba kok hujan" Jelas Naya
"Nay, kamu gak di buat susah kan sama Bos mau itu?, baru hari pertama aja tangan kamu udah luka gini, terus ditinggal hujan-hujanan gini" Ucap Daffa yang sedikit curiga
"Engak kok Daf, kamu tenang aja" Jawab Naya lagi
Naya tak ingin memceritakan dan memberitahu Daffa kalau Bos nya itu adalah Mantan suami nya dulu
Di perjalanan Naya hanya diam saja dan memandangi jalanan yang hampir tak terlihat akibat hujan yang sangat deras itu
"Ini mau langsung pulang kerumah kamu kan?" Tanya Daffa tiba-tiba
__ADS_1
"Mobil aku masih di Perusahaan Daf, antar aku kesana aja ya" Jawab Naya
"Kamu yakin?, kalau gak nanti aku suruh orang ambil mobil kamu aja gimana?" Tanya Daffa lagi
"Gak usah Daf, aku gak mau ngerepotin kamu lagi" Jawab Naya lagi
"Nay, sampai kapan pun aku gak bakal ngerasa di repot kan kok" Ucap Daffa
"Gak apa-apa Daf, kita ke perusahaan aja ya, aku gak mau nanti Mama sama Papa nanyak kenapa aku bisa sama kamu" Jawab Naya lagi menolak tawaran Daffa
"Baiklah kalau itu mau kamu" Ucap Daffa lagi
Daffa melajukan mobil nya menuju peeusahaan tempat Naya bekerja
"Thank's ya Daf, kalau gak ada kamu aku gak tau harus gimana" Ucap Naya saat sudah sampai di perusahaan dan akan turun
"Santai aja Nay, yaudah kamu cepetan pulang habis itu mandi air hangat jangan sampai sakit" Ucap Daffa
"Iya Daf, kamu hati-hati ya, See you" Ucap Naya lalu turun menggunakan payung
Setelah mobil Daffa pergi Naya langsung menuju parkiran untuk mengambil mobil nya dan pulang tanpa masuk ke dalam perusahaan lagi
Naya mengendarai mobil nya dengan hati-hati karna masih hujan walau pun tidak sederas tadi
Setelag sampai Naya langsung masuk kedalam rumah nya dengan pakaian yang sedikit basah
"Kamu sudah pulang, baju kamu kok bisa basah?" Tanya Mama Naya
"Iya ma, tadi lupa Bawa payung saat mau ke mobil" Jawab Naya berbohong
"Yaudah cepetan kamu naik, nanti kamu sakit lagi" Ucap Mama Naya lagi
"Iya ma" Jawab Naya singkat lalau langsung naik ke kamar nya
Naya membersihkan badan nya dan memakai pakaian hangat karna takut sakit, setelah selesai Naya kembali turun untuk melihat anak nya yang sedang bermain di bawah beesama Lilis
"Mami kok cepet banget pulang nya?" Tanya Zidan saat melihat Naya menghampirinya
"Iya sayang kan supaya bisa nemeni kamu main, kamu belum makan kan" Ucap Naya
"Belum Mi" Jawab Zidan
"Yaudah kamu mau Mami masakin apa?" Tanya Naya
"Nasi goreng sosis Mi" Jawab Zidan setelah berfikir
"Ok sayang, Mami masakin dulu ya" Jawab Naya lagi
Naya sudah terbiasa masak sendiri untuk anak nya, dia tak ingin anak nya itu makan makanan yang tak sehat dan tak bergizi
...Bersambung......
__ADS_1
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
...Salam Author :)...