Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Daffa


__ADS_3

Naya berjalan menuju ruangan Bara dengan perasaan kesal, diri nya tak menyangka Bara akan bersikap berlebihan sepeeti itu hanya karna secangkir teh


Setelah sampai di depan pintu itu Naya mengetuk pintu dan masuk sebelum Bara mempersilahkan nya masuk


Saat Naya berjalan melewati meja Bara, sekilas Bara memperhatikan jari Naya yang berbelit perban putih namun tak ada ekspresi apapun dari nya


Naya melanjutkan pekerjaan nya dengan Fokus dan teliti sampai akhirnya selesai sebelum jam istirahat siang


Naya meletakan semua dokument yang sudah selesai di periksanya di meja Bara tanpa mengatakan apapun


"Jam 2 siang ini kamu ikut saya ketemu klien persiapkan semuanya yang harus dibawa" Ucap Bara saat Naya meletakan semua dokumet itu di mejanya


"Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu" Jawab Naya singkat dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu


Naya keluar dari ruangan itu karna sudah saat nya jam istirahat makan siang


"Ehh Nay, kamu mau kemana?" Tanya Gita saat melihat Naya berjalan keluar dari ruangan Bara


"Mau kebawah Git cari makan siang" Jawab Naya


"Bareng kita aja ayo, kita juga mau makan ni" Ajak Gita dan dua orang lain nya yang bernama Tari dan Dewi


"Ohh kalian mau kebawah juga , yaudah Ayo" Ucap Naya menerima ajakan Gita


"Saat mereka menunggu di depan Lift tiba-tiba ada seorang wanita yang memanggil Naya dengan sangat sopan


"Mami Zidan, kamu kerja disini?" Tanya orang itu yang ternyata adalag Frisa


"Frisa...Iya Fris Baru hari pertama " Jawab Naya sembari tersenyum ramah


"Ohh gitu, yaudah saya duluan ya" Ucap Frisa


Naya tak lagi menjawab ucapan Frisa yang sudah berjalan dan langsung masuk kedalam Lift


"Kamu kenal sama Bu Frisa Nay?" Tanya Gita setelah mereka masuk kedalam Lift


"dibilang kenal ya gak kenal kali, di bilang gak kenal ya pernah jumpa sekali, gitu deh" Jelas Naya pada Gita


"Ohh gitu" Ucap Gita


Setelah samapai di lantai paling bawah mereka semua langsung berjalan menuju salah satu kafe yang ada di daerah sekitaran perusahaan itu


"Mami..." Panggil Zidan yang sedang menunggu Naya di depan perusahaan itu


"Zidan, Kalian duluan aja ya" Ucap Naya pada teman-teman nya itu


"Kamu kok kesini sayang" Sambung Naya lagi setelah menghampiri Zidan


"Tadi Aku kerumah, kata Tante kamu udah kerja disini jadi aku jemput Zidan sekalian kesini" Jawab Daffa teman Naya sekaligus orang yang di anggap seorang ayah sama Zidan


"Yaudah ayo kita kesana" Ucap Naya menunjuk sebuah Kafe


Mereka berjalan menuju kafe itu layaknya pasangan suami istri dan anaknya


"Kamu mau makan apa sayang" Tanya Daffa pada Zidan setelah mereka sampai dan duduk disalah satu meja


"Zidan mau ice cream aja Pi, tadi udah makan sama Mbak" Jawab Zidan


Daffa memesan beberapa menu makanan berat di kafe itu dan juga beberapa makanan ringan lain nya

__ADS_1


"Sorry ya kemaren gak bisa jemput kalain di bandara, soalnya aku lagi ada kerjaan keluar Negri" Ucap Daffa pada Naya


"Santai aja Daf, gimana kerjaan nya lancar?" Tanya Naya balik


"Semuanya lancar, kenapa milih kerja di sini sih, kenapa gak keperusahaan aku aja" Ucap Daffa lagi yang baru tau tadi kalau Nia bekerja


"Aku gak mau ngerepoti kamu lagi Daf, kamu udah terlalu banyak membantu kami" Ucap Naya lagi


"Tapi aku gak merasa di repotkan ko Nay" Jawab Daffa lagi


Dulu saat Naya tinggal di luar Negri Daffa sering mengunjungi nya, Daffa tak tega melihat Naya sendirian apalagi Naya diceraikan suaminya saat itu namun dia tak dapat berbuat Banyak


"Aku yang merasa merepotkan" Ucap Naya lagi


"Gimana bos nya disini, tadi kata tante Yanti kamu jadi sekertaris CEO?" tanya Daffa lagi


"Yahh seperti Bos-bos pada umum nya lah" Jawab Naya


"Papi Daffa, nanti weekend kita jalan-jalab ya" Ucap Daffa tiba-tiba


"Papi daffa sibuk sayang jadi Zidan gak boleh ganggu Papi Daffa Ok" Ucap Naya menanggapi ucapan Zidan


"Engak kok, Papi gak sibuk, Zidan mau kemana nanti Papi temenin" Jawab Daffa


"Ke Mall aja Pi, kita main-main" Jawab Zidan lagi


"Ok sayang" Jawab Daffa yang sudah menganggap Zidan seperti anak nya sendiri


"kamu serius gak ada kerjaan?, jangan gara-gara Zidan kerjaan kamu terbengkalai ya Daf" Ucap Naya tak yakin


"Serius dong, lagian sesibuk apapun aku kalau untuk kamu sama Zidan apa yang engak" Ucap Daffa meyakinkan Naya


Tanpa mereka sadari Bara yang baru datang bersama Frisa duduk disebelah mereka namun terhalang sebuah dinding mendengar ucapan Daffa hingga membuat nya sangat tidak senang


"Gak apa-apa kok, yaudah kamu pesen aja aku ketoilet dulu" Ucap Bara yang ingin meredakan emosinya


Di meja lain, terlihat tiga orang yang terlihat sangat bahagia menikmati makan siang itu


"Tangan kamu kenapa Nay" Tanya Daffa yang baru melihat salah satu jari Naya terbungkus perban


"Gak kenapa-kenapa kok Daf, tadi aku buat teh kepanasan jadi gelasnya jatuh dan pecah yaudah tangan aku kena kacanya nya" Jelas Naya pada Daffa


"Lain kali hati-tati dong" Ucap Daffa


"Iyaaa, bawel" Ucap Naya pada Daffa yang selalu berlebihan saat melihat nya terluka sedikit aja


Daffa yang sudah kembali dari toilet bukan nya emosinya mereda malah semakin emosi saar melihat Naya tertawa bahagia saar bersama Daffa


Bara mengenal Daffa sebagai laki-laki yang sudah menghancurkan rumah tangganya, padahal Daffa hanya lah teman Naya namun Daffa tak pernah tau bagaimana muka Bara karna saat Naya menikah dulu dia tidak tinggal di indonesia


Bara kembali ke mejanya dengan emosi yang semakin menjadi-jadi namun masih bisa dia tahan di depan Frisa


Setelah selesai makan Daffa, Naya dan Zidan keluar dari Kaffe itu menuju halaman depan perusahaan tempat Naya bekerja


"Kalau gitu Mami kerja dulu ya sayang, kamu jangan nakal sama Papi Daffa" Ucap Naya pada Zidan


"Iya Mi, Mami sangat ya kerjanya" Jawab Zidan yang bijak


"Kami balik dulu ya Nay" Ucap Daffa pamitan pada Naya

__ADS_1


"Hati-Hati ya, Love you sayang" Ucap Naya lagi


"Love you to Mami" Balas Zidan


Naya memperhatikan mobil Daffa hingga deluar dari area perusahaan itu


"Itu anak kamu Nay?" Tanya gita yang juga sudah selesai makan siang itu


"Iya Git" Jawab Naya sambil tersenyum


"Suami kamu ganteng ya" Ucap Tari


"Bukan suami Tar, aku single parent" Jawab Naya menjelaskan


"Ohh, Calon suami" Sambung Gita


Naya tak menjelaskan lagi dan mereka langsung berjalan menuju lift untuk naik ke lantai 15


Naya tak langsung masuk kedapan ruangan Bara setelah sampai dilantaib 15 karna waktu istirahat makan siang belum berakhir


Naya menggunakan waktu itu untuk kenalan lebih jauh dengan karyawan lain yang ada di Devisi itu


"Berarti kamu baru kebali ke tanah air dong Nay" Tanya seseorang yang bernama Dewi saat Naya bercerita


"Iya Wi" jawab Naya


"Aku kira umur kamu masih 22 tahun Nay, kamu masih kelihatan sangat muda" Ucap Tari setelah mengetahui umur Naya


"Aku udah 26 Tahun Tar, aku Nikah muda dulu" Ucap Naya lagi


"Emang ya Nikah muda jarang ada yang berhasil, apalagi kalau dapet mertua kayak di sinetron-sinetron itu" Sambung Gita


Naya hanya teesenyum mendengar ucapan dari teman-teman nya itu


"Oh iya Nay, lu gimana jadi sekertaris nya pak Bara, sebelum lu banyak lo yang ngundurkan diri karna gak sanggup" Ucap Tari mengubah topik


"Ya gitu lah Tar, lihat ni baru hari pertama tangan aku udah jadi korban" Ucap Naya


"Emang nya kenapa Nay" Tanya teman-teman nya secara bersamaan


"Gara-gara salah bikin teh" Ucap Naya menjelaskan


"Pak Bara kalau minum Teh emang ribet Nay, cuma si Neni yang ngerti" Jelas Gita


"Iya, tadi Neni udah jelaskab kok, aku aja yang asal buat" Ucap Naya lagi


Mereka bercerita sampai waktu jam istrirahan berakhir dan kembali kepekerjaan masing-masing


Naya masuk kedalam ruangan Bara namun tak melihat ada Bara di dalam ruangan itu


"Kemana lagi makhluk gak jelas satu ini, katanya mau ketemu klien" Ucap Naya dalam ruangan hening itu


Ting... (pesab masuk)


"Saya tunggu di parkiran 10 menit, bawa semua dokument di map warna merah yang ada di laci sebelah kiri" isi pesan dari bara


"Baik pak" Balas Nia


...Bersambung......

__ADS_1


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Autor :)...


__ADS_2