
Setelah berjalan keluar dari rumah sakit itu Naya langsung memesan taxi online untuk kembali keperusahaan untuk mengambil mobil nya dan setelah itu pulang kerumah nya
Sedang kan Mama Bara masih saja terdiam di depan pintu ruangan dimana Dara di rawat
Tak lama Bara pun sampai setelah selesai berbicara dengan Dokter, Dia memperhatikan Mama nya yang diam saja dari kejauyan
"Ma... Mama kenapa?" Tanya Bara setelah sampai dihadapan Mama nya masih diam saja
"E-engak.. gak kenapa-kenapa kok" Jawab Mama Bara berbohong
"Jadi kenapa diam saja disini ayo masuk" Ucap Bara mengajak Mama nya masuk untuk melihat adik nya
"Kamu jelaskan dulu sama Mama kenapa wanita murahan itu bisa sama kamu" Ucap Mama Bara menuntut penjelasan
"Dia punya nama Ma, nama nya Naya, lagian kami udah pisah cukup lama kenapa Mama masih saja menyebut nya wanita murahan" Ucap Bara
"Mama tidak peduli, Mama hanya butuh penjelasan dari kamu" Ucap Mama Bara yang tak perduli dengan ucapan Bara
"Naya sekarang kerja sama aku Ma, dia sekertaris aku sekarang" Jelas Bara secara singkat
"Sekertaris kamu?, bagaimana bisa kamu memperkerjakan wanita seperti dia, apa kamu lupa sama semua perbuatan dia di masalalu?" Ucap Mama Bara yang mulai emosi
"Sudah lah Ma, itu semua udah masalalu, lagian Bara terima dia karna kasian aja Ma" Ucap Bara yang sedikit berbohong tentang niat nya"
"Mama gak mau tau, pokok nya secepatnya kamu pecat dia" Ucap Mama Bara yang semakin emosi
"Gak bisa gitu dong Ma, perusahaan sudah membuat kontrak sama dia" Jelas Bara lagi
"Mama gak perduli, secepat nya kamu harus pecat wanita ini" Ucap Mama Bara lagi kemudian langsung meninggal kan Bara sendiri di luar ruangan tempat Dara di rawat
Bara mengusap wajah nya dengan kasar, dia tak menyangka Mama nya akan secepat itu bertemu dengan Naya
"Bisa-bisa nya gua lupa kalau dia ikut" Ucap Bara yang ternyata selama perjalanan kerumah sakit tak menyadari kalau Naya sedang bersamanya
Di ruangan itu, Dara yang sudah sadar terlihat sedang berbaring tanpa mengatakan apa pun, Ternyata Dara mendengar semua ucapan Naya pada ibu nya tadi hingga membuatnya sangat terkejut
"Dara... kamu kenapa diam saja sayang? apa ada yang sakit?" Ucap Mama nya yang berdiri disebeleh Brankar
"Engak Ma" Ucap Dara singkat
"Bener gak ada yang sakit?" Tanya Mamanya lagi untuk memastikan
__ADS_1
"Bener Ma, Dara cuma mau cepet-cepet pulang kerumah" Ucap Dara meyakin kan Mama nya itu
"Kalau kondisi kamu udah lebih stabil kita pulang ya sayang" Ucap Mamanya sambil mengusap rambut Dara
Dara tak lagi menjawab ucapan Mama nya dia hanya tersenyum menutupi rasa sakit di hatinya akibat kehilangan janin nya di tambah kenyataan yang baru saja di ketahui tentang Abang dan
mantan kakak iparnya
sekuat tenaga Dara menahan tagis akhir nya tangis nya keluar juga setelah Mama nya keluar dari ruangan itu dan hanya menyisakan dirinya sendiri, Air matanya terus mengalir namun mulut nya tak mengeluarkan suara apa pun
Tanpa Dara sadari ternya Abang nya sudah berada di ruangan itu dan mempergatikan nya yang sedang menangis tanpa suara
"Menangis lah, jika itu membuat mu lega" Ucap Bara yang sudah berdiri di samping Brankar tempat Dara berbaring sambil mengusap pelan ujung kepala Dara
Mendengar ucapan Bara tangis Dara semakin menjadi-jadi, sakit di hatinya bukan hanya tentang kehilangan janin nya namun dia mengingat kembali masalalu di mana abngnya itu sedang hancur-hancur nya akibat berpisah dengan orang yang sangat dia sayangi yang ternyata semua itu adalah ulah Mama nya sendiri
"Bang kenapa semuanya jadi begini?" Ucap Dara di tengah tangis nya
"Kamu yang sabar ya, percayalah semuanya pasti akan tergantikan" Ucap Bara menenang kan adik nya itu
Cukup lama Dara menangis akhirnya Dara tenang juga
"Mi nanti kalau kalau udah sembuh Zidan boleh makan coklat lagi kan?" Tanya Zidan saat mereka sudah dalam perjalanan
"Boleh tapi hanya sedikit" Jawab Naya
"Kenapa Mi, Zidan kan suka banget sama coklat" Tanya Zidan lagi
"Nanti kalau gigi kamu sakit lagi gimana?, kamu mau gigi kamu di cabut semua?" Ucap Naya
"Engak Mi" Jawab Zidan secara singkat
"Kok berenti disini Bu?" Tanya Lilis saat Naya memberhentikan mobil nya di depan toko buah
"Saya mau beli buah dulu, kalian tunggu aja di mobil ya" Jawab Naya
"Iya bu" Jawab Lilis
Setelah mendapatkan sekeranjang buah dengan beberapa jenis, Naya langsung kembali ke ke mobil nya
"Untuk siapa bu?" Tanya Lilis setelah Naya kembali
__ADS_1
"Untuk teman saya Lis, kebetulan lagi dirawat di rymah sakit yang akan kita datangi" Jelas Naya sambil menghidupkan kembali mesin mobil nya
Setelah sampai di area rumah sakit itu Naya langsung memarkirkan mobil nya, setelah terparkir dengan benar Naya keluar di ikuti Zidan dan Lilis
"Mi, Zidan takut" Ucap Zidan saat mereka sudah di pintu masuk rumah sakit itu
"Gak apa-apa sayang, setelah diperiksa Dokter nanti Zidan boleh makan coklat lagi, kalau gak di periksa nanti gak boleh makan coklat lagi" Ucap Naya agar Zidan mau melakukan pemeriksaan gigi nya
"Tapi Zidan takut Mi" Ucap Zidan lagi
"Sini Mami gendong, nantikan Mami sama Mbak temeni kamu" Ucap Naya sambil menggendong anak nya itu
"Iya Zidan, Mbak Lilis kan nanti masuk juga" Sambung Lilis menenabg kan anak berusia 5 tahun itu
"Tuk kan Mbak aja masuk juga" Sambung Naya
1 jam lebih Naya menemani Anak nya di dalam ruangan pemeriksaan itu karena harus ada gigi yang di cabut kalau tidak akan merusak gigi yang lain
Setelah selesai Naya meminta Lilis untuk mengambilkan sekeranjang buah yang tadi di belinya, tak lama Lilis datang membawa apa yang di minta Naya
"Lis kamu tunggu di mobil ya, saya gak lama kok" Ucap Naya pada Lilis
"Zidan mau ikut saya bu?" Tanya Lilis
"Zidan mau ikut Mami" Sambung Zidan setelah mendengar ucapan Lilis
"Yasudah dia ikut saya aja" Ucap Naya
Naya berjalan menyusuri lorong rumah sakit itu menuju ruangan dimana Dara di rawat, sebenarnya Naya ragu untuk datang namun dia merasa bersalah atas ucapan nya kemarin, walaupun yang Naya tau kalau Dara tak mendengarnya
"Mi kita mau lihat siapa?" Tanya Zidan
"Temen Mami Nama nya Aunty Dara, dia lagi sakit jadi nanti Zidan gak boleh bising ya" Jelas Naya
"Iya Mi" Jawab Zidan
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
...Salam Author :)...
__ADS_1