Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Sekolah


__ADS_3

Setelah sampai di sekolah Zidan yang ternyata salah satu pemilik nya adalah Bara, Naya langsung mencari keberadaan Anak nya itu


"Lis, Zidan nya mana?" Tanya Naya saat melihat lilis sudah menunggu nya di depan


"masih siap-siap Non, Bentar lagi mau tampil sama teman-teman nya" Jelas Lilis


"Ohh, Berarti saya gak terlambat kan?" Tanya Naya memastikan


"Engak kok Non, Tuan Daffa nya mana Non?" Tanya Lilis yang takelihat leberadaan Daffa


"Dia gak bisa ikut Lis, tiba-tiba aja ada kerjaan yang harus di urus nya. Oh iya ini kenal kan Bos saya di perusahaan, Dia juga salah satu pemilik dari sekolah ini" Ucap Naya memperkenal kan Bara yang ada di sebelah nya


"Saya Lilis Tuan, pengasuh nya Zidan" Ucap Lilis dengan sopan memperkenal kan siapa Dia


Belum sempat Bara menjawab tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri nya


"Pak Bara, kenapa anda tidak bilang akan hadir hari ini" Ucap orang yang menghampiri Bara


"Kebetulan saya tidak ada pekerjaan, jadi saya menyempat kan untuk hadir" Ucap Bara dengan tampang cool nya


"Kalau begitu mari ikut saya Pak" Ucap Orang itu lagi sambil mengajak Bara untuk pindah posisi


"Saya kesana dulu ya" Pamit Bara pada Naya dan Naya hanya mengangguk sambil tersenyum


"Kalau begitu ayo kita kesana juga Non" Ajak Lilis untuk duduk di tepat khusus orang tua murit


Naya dan Lilis duduk di tempat yang sudah di siap kan untuk orang tua murit, disana terlihat beberapa pasang orang tua murit dan ada juga beberapa yang sendiri seperti Naya


Saat acara baru di mulai tiba-tiba saja Lilis mengalami sakit perut hingga akhir nya dia pulang duluan dan tinggal lah Naya sendirian


Naya fokus melihat pertunjukan musikal dari anak-anak di sekolah itu sambil menunggu Zidan dan kelompok nya tampil


"Orang tua Zidan ya Bu?" Tanya seseorang saat Naya sedang fokus


"Eh iya Bu, Kok tau?, Ibu orang tua nya siapa?" Tanya Naya pada orang itu


"Saya Mama nya Rivaldi, saya pernah lihat ibu mengantar Zidan dulu" Jelas orang itu


"Ohh iya iya, Panggil saya Naya aja Bu" Ucap Naya memperkenal kan Nama nya


"Saya Rita , sendirian aja kamu?" Tanya orang itu lagi


"Iya ni Bu, Bu Rita juga sendirian?" Tanya Naya balik

__ADS_1


"Iya Bu, Suami saya kerja gak bisa di ganggu" Jelas orang itu lagi


Selama acara itu Naya banyak berkenalan dengan Orang tua murit lain nya dan juga bertukar kontak agar lebih dekat


Setelah Zidan menampil kan sebuah lagu dan acarapun sudag mau berakhir Naya mendapat kan telepon dari salah satu teman kantor nya hingga Naya berjalan menghindari keramain untuk mengangkat nya


Zidan yang sudah selesai tampil pun mencari keberadaan Naya di tempat Naya duduk tadi, saat Zidan berjalan mencari Naya tanpa sengaja dia menabrak Bara


"Om Bara" Seru Zidan saat mengenali orang yang di tabrak nya


"Kamu mau kemana?" Tanya Bara setelah berjongkok dan memposisikan tubuhnya sejajar dengan Zidan


"Zidan nyari Mami, Tadi Zidan lihat Mami ada disana tapi sekarang udah gak ada" Jelas Zidan yang terlihat sedikit bingung


"Oh Mami kamu, yasudah ayo kita cari sama-sama" ajak Bara yang takut anak itu hilang saat mencari Naya


Bara membawa Zidan mencari Naya di sekitar sekolah itu namun belum juga menemukan nya


"Bara!!" Panggil seorang laki-laki seumuran ya bersama istri dan anaknnya


"Gilang" Ucap Bara yang mengenali orang itu saat pertama kali melihat nya


"Wisss, apa kabar Bro, kemana aja, lama gak nampak" Ucap Orang yang bernama Gilang itu


"Lu mah bisa aja, anak lu?, tampan nya mirip banget sama lu, semoga aja sifat nya gak nurun Lu" Ucap orang itu lagi sambil sedikit tertawa


"Anak lu ni takut nya nurun sifat lu" Ucap Bara membalas candaan teman nya itu


Di tempat lain namun masih di area yang sama Naya berusaha mencari Zidan, dia sudah bertanya pada teman Zidan namun katanya Zidan sudah keluar


"Temui saya di mobil sekarang" Pesan dari Bara yang masuk ke handpond Naya


"Ahh s*alan, apa dia gak tau aku lagi kehilangan anak ku" Maki Naya saat mendapat pesan dari Bara yang meminta nya segera menemui nya


Dengan sedikit emosi dan hati yang khawatir Naya berjalan menuju mobil Bara yang dibparkirkan di parkiran dapan sambil melihat-lihat sekitar nya untuk menemukan Zidan


Di Mobil, Zidan duduk di sebelah Bara sambil memakan Snak yang ada di mobil itu, Bara memperhatikan wajah Zidan dengan seksama sambil mencari kemiripan di wajah itu dengan wajah nya


Ternyata Bara masih memikirkan perkataan yang teman lama nya itu tadi katakan tentang kemiripan Zidan dan diri nya


"Mata nya sangat mirip dengan ku, tapi sangat banyak orang yang terlahir dengan mata seperti ini di dunia ini" Ucap Bara dalam hatinya saat memperhatikan mata milik Zidan


"kenapa aku harus memikirkan apa yang dia katakan tadi, jelas-jelas tak ada kemiripan di wajah kami" Sambung Bara lagi didalam hatinya yang memilih tak mengambil pusing dengan ucapan teman nya tadi

__ADS_1


"Om, Kenapa Mami lama sekali?" Tanya Zidan yang melihat Naya tak juga datang


"Sebentar lagi pasti datang" Jawab Bara


"Apa Mami tau kita disini?" Tanya Zidan lagi


"Tau, Nah kan itu Mami kamu" Ucap Bara saat melihat Naya mendekat kearah mobil nya


Melihat Naya yang berjalan mendekat Zidan langsung membuka pintu mobil itu dan turun untuk menemui Naya


"Zidan, kamu kok disini, Mami udah Khawatir kamu kemana-mana tadi" Ucap Naya yang sedikit terkejut melihat Anak nya itu bersama Bara


"Tadi Zidan cari Mami tapi Mami gak ada, terus Zidan ketemu deh sama Om ini" Jelas Zidan


"Kan Mami udah bilang kalau kamu gak ketemu sama Mami kamu diam aja di tempat kamu, nanti pasti Mami yang cari kamu" Ucap Naya memperingat kan Anak nya itu


"Maaf Mi, Zidan janji gak akan kemana-mana lagi" Ucap Zidan meminta maaf


"Kenapa kamu memarahi nya. dia hanya anak kecil, lagian kamu aja yang pergi entah kemana" Ucap Bara yang tak terima melihat Zidan di marahi Naya


"Saya tidak memarahi nya, saya hanya memberitahu nya, lagian tadi saya mengangkat telepon dari perusahaan karna Handpone anda tidak bisa di hubungi" Jelas Naya pada Bara


"Sudah lah, cepat naik saya akan mengantar kalian" Ucap Bara memerintahkan Naya agar segera masuk ke mobil nya


"Tidak perlu pak, saya tak ingin merepot kan anda" Tolak Naya


"Kamu pergi sama saya, jadi saya punya tanggung jawab untuk mengantar kan kamu pulang, sudah lah cepat naik" Ucap Bara yang tak ingin mendengar penolakan dari Naya


Setelah mendengar ucapan Bara, Naya pun akhir nya masuk kedalam mobil itu dengan berat hati


"Mi" Seru Zidan yang duduk di belakang


"Kenapa sayang?" Tanya Naya


"Papi Daffa sama Mbak kemana?" Tanya Zidan yang baru menyadari kedua orang itu tidak terlihat dari tadi


"Mbak tadi sakit jadi pulang duluan, kalau Papi Daffa tidak bisa datang karna ada pekerjaan, tadi kata Papi Daffa kalau pekerjaan nya sudah selesai pasti dia ajak kamu main" Jelas Naya pada Zidan agar dia tak kecewa


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Author :)...

__ADS_1


__ADS_2