
Hari telah berganti dan hari ini Naya akan pergi keperusahaan XXX untuk Interview
"Zidan Mami pergi dulu ya, kamu jangan nakal sama Mbak Lilis, nanti Mami jemput" Ucap Naya berpamitan pada anak nya
"Iya mi, hati-hati dijalan ya, Love you" Jawab Zidan
"Love you to sayang Mami" Ucap Naya lagi
"Lis titip Zidan ya, kalau ada apa-apa hubungi saya aja" Sambung Naya lagi
"Iya Nya" Jawab Lilis pengasuh baru Zidan
"Ma, pa, Naya berangkat ya" Ucap Naya berpamitan pada Orangtua nya
"Hati-hati dijalan ya sayang" Ucap Papa Naya
Naya berangkat menuju perusahaan tempatnya melamar pekerjaan menggunakan mobil Papanya, Keluarga Naya adalah keluarga kaya, ayahnya memiliki sebuah perusahaan yang kini dijalan kan Anak adik nya, namun Naya tak ingin kerja sisitu lantaran ingin mandiri tanpa bantuan Papa nya
Selama di luar negri tepatnya si singapura tempat Naya tinggal dan membesarkan Zidan hingga berusia 5 tahun semua biaya hidupnya ditanggung Papa nya dan Naya tak ingin lagi merepotkan Papanya walaupun sebenarnya Papa nya sama sekali tak keberatan
Naya melajukan Mobilnya dengan perasaan tenang dan santai, hingga sampai di parkiran perusahaan terkenal di kota itu
Naya turun dari mobil nya dan berjalan menuju gedung yang besar dan tinggi itu
"Maaf Mbak saya datang untuk interview" Ucap Naya pada resepsionis yang ada di gedung itu
"Nona Danaya Faranisa?" tanya Resepsionis itu
"Benar Mbak" Jawab Naya
"Nona naik saja ke lantai 11 lalu tanya pada Resepsionis yang ada di sana Ruangan Interview" Ucap Resepsionis itu memberikan arahan
"Baik Mbak, trimaksih" Ucap Naya lagi lalu langsung pergi
Naya menaiki Lift menuju lantai 11, dan setelah sampai Naya langsung bertanya kemudian Naya di arahkan pada sebuah ruangan yang cukup Luas
"Permisi, saya datang untuk Intervieu" Ucap Naya dengan sopan setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk
"Nona Danaya Faranisa?" Ucap seseorang wanita diantara dua laki-laki disisinya
"Benar Bu" Jawab Naya
"Begini, setelah kamu mengirim lamaran dan kami memutuskan untuk mengintervieuw kamu hari ini kami baru sadar posisi yang kamu inginkan sudah terisi, hanya ada satu posisi lagi yang sangat cocok dengan kamu" Jelas Wanita itu pada Naya
"Kalau saya boleh tau posisinya apa ya Bu?" Tanya Naya dengan sopan dan lembut
__ADS_1
"Sekertaris CEO, apa kamu tertarik, setelah melihat kamu secara langsung saya yakin kamu sangat cocok dengan posisi ini, ditambah gaji yang ditawarkan lebih besar dari posisi yang kamu inginnkan" Ucap wanita itu lagi menjelaskan dan meyakin kan Naya
"Apa Ibu bisa memberi saya waktu, karna jujur saya belum pernah memikirkan menjadi sekertaris" Ucap Naya
"Hmmm... Gimana ya, posisi ini sebenarnya banyak yang berminat jadi kami tidak bisa menjamin posisi ini masih ada sampai besok" Ucap Wanita itu lagi
"Baiklah Bu, kalau begitu saya ambil posisi ini" Ucap Naya setelah berfikir sebentar
"Kalau mau setuju kamu bisa langsung menandatangani kontrak kerja sekarang" Ucap wanita itu lagi setelah mendengar Jawaban Naya
"Baik Bu" Ucap Naya
"Saya akan menjelaskan sedikit tentang kontraknya, jadi ini kontrak hanya untuk 3 bulan kalau performa kamu bagus setelah 3 bulan kamu akan menandatangani kontrak baru, tapi semua tergantung performa kamu, selama 3 bulan ini kamu tidak bisa mengundurkan diri secara sepihak, ini kamu baca dulu setelah kamu yakin tandatangan disini" Ucap Wanita itu memberi sedikit penjelasan
"Baik Bu, kalau begitu kapan saya bisa mulai masuk untuk bekerja?" Tanya Naya setelah selesai membaca keseluruhan isi kontrak dan menandatanganinya
"Kamu bisa datang besok, selanjutnya kamu bisa panggil saya Bu Aprilia" Ucap wanita bernama Aprilia itu
"Baik Bu April" Ucap Naya patuh
"Selamat bergabung diperusahaan ini, semoga kamu bisa bertahan" Ucap Aprilia sambil mengulurkan tangan nya
"Trimakasih Bu" Jawab Naya sambil meneria uluran tangan Aprilia
Aprilia langsung menuju lantai 13 tempat dimana ruangan CEO berada setelah sekuanya selesai dan Naya sudah meninggal kan ruangan itu
"Dia setuju pak, dan besok dia akan mulai bekerja, ini kontraknya" Ucap Aprilia pada atasan nya itu
"Baiklah, trimaksih" Ucap Laki-laki itu lagi
"Sama-sama pak, kalau begitu saya keluar dulu" Pamit Aprilia
"Danaya Faranisa, aku tak sabar melihat wajah mu besok setelah tau kalau kau akan menjadi sekertaris Ku, Ku pastikan kau akan menderita bekerja dengan ku" Ucap Laki-laki itu sambil tersenyum penuh arti
Flashback
"Maaf pak ini data diri orang yang akan melamar pekerjaan disini" Ucap Aprilia sambil memberikan Macbook yang berisi data diri dari calon pekerja
Laki-laki itu memabaca setiap nama dan berhenti disebuah nama yang tak asing baginya
"Terima Dia sebagai sekertaris saya" Ucap Laki-laki itu
"Tapi dia melamar di departement keuangan pak" Ucap Aprilia
"Katakan saja tak ada lowongan disana dan yakinkan dia untuk jadi sekertaris saya" Ucap nya lagi
__ADS_1
"Baik pak Bara" Ucap Aprilia
Bara William Cashel seorang CEO yang sukses mendirikan perusahaan nya dalam bidang design interior
Laki-laki yang sebelum nya bukan siapa-siapa kini sukses karna kerja kerasnya sendiri
Flashback Off
Setelah semuanya selesai Naya langsung pulang kerumah nya
"Ternyata tak serumit yang kubayang kan" Ucap Naya pada diri nya sendiri
"Udah pulang sayang, cepet banget?" Tanya Mama Naya
"Udah ma, mulai besok Naya sudah bisa kerja sebagai sekertaris CEO" Jawab Naya
"Baguslah kalau semuanya berjalan lacar, mama pergi dulu ya, jangan lupa jemput Zidan tadi kamu sudah janji pada nya" Ucap Yanti mengingatkan Naya
"Iya ma, hati-hati dijalan ya ma" Ucap Naya menjawab perkataan Mamanya
Naya memutuskan untuk beristirahat sebentar karna belum waktu nya untuk menjemput Zidan dari sekolah kanak-kanak
Jam kini menunjukan pukul 1 siang hari, dan Naya sudah siap-siap untuk menjemput Zidan
Naya mengemudikan mobil nya menuju sekolah Zidan, dan Naya sampai tepat waktu
"Mami..." Ucap Zidan saat melihat Naya
"Gimana sayang sekolah nya, kamu gak nakal kan?" Tanya Naya
"Engak dong Mi, Tadi Zidan baik kok sama teman-teman baru Zidan" Ucap Zidan yang duduk di sebelah Naya
"Bener ni Mbak lilis, Zidan gak nakal" Ucap Naya bertanya pada Lilis
"Engak kok bu, malah Zidan cepet bersosialisasinya" Jawab Lilis yang duduk di belakang
"Anak pinter, karna Zidan gak nakal nanti weekend Mami ajak main" Ucap Naya memuji anak nya
"Yeee, bener ya Mi" Ucap Zidan merasa senang
"Iya sayang" Ucap Naya lalu melajukan mobilnya menuju rumah nya
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
__ADS_1
...Salam Autor :)...