Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Bertanya?


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu, Dara sudah kembali ke rumah nya Dua hari yang lalu dan sudah sembuh


Hari ini Dara sudah membuat janji dengan Naya untuk bertemu di sebuah Mall di kota itu


Dara berencana meminta tolong pada Bara untuk mengantar nya karna dia belum boleh keluar sendiri tanpa pengawasan


Dara mengetuk pintu kamar Bara berharap Abang nya itu tidak ada urusan dan mau mengantar kan nya


Belakangan ini Bara lebih sering tinggal bersama keluarganya di bandingkan tinggal di Apartement nya sendiri


Tok...Tok...Tokk... Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Bara


"Masuk lah, pintu nya tidak di kunci" Ucap Bara dari dalam


Dara membuka pintu dan masuk, terlihat saat itu Bara sedang berbaring di tempat tidurnya dengan memegang handpone di tangan nya


"Ada apa?, Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya Bara saat Dara sudah berada di kamar nya


"Hari ini Aku berencana ingin bertemu teman ku, kata Mama Abang harus mengantar ku" Ucap Dara menyampaikan maksut kedatangan nya ke dalam kamar Bara saat itu


"Tapi kamu belum sembuh total, ajak saja dia datang kesini" Ucap Bara yang masih memikirkan kondisi Adik nya itu


"Ayo lah, aku sudah sembuh, lagian aku bosan terus-terusan berada di rumah ini" Rengek Dara dengan suara manjanya


"Tidak bisa, Abang sudah ada janji untuk pergi bersama Frisa, kamu pergi lain kali aja" Tolak Bara lagi


"Ternyata kamu lebih menyayangi Frisa dari pada adik mu sendiri" Ucap Dara yang kecewa namun tak juga pergi dari kamar itu


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, satu lagi kamu harus tetap memanggil nya Kakak, dia lebih tua dari mu" Ucap Bara memperingatkan Adik nya itu agar berlaku sopan pada orang yang lebih tua


"Terserah, Aku membenci mu, aku tak mau melihat wajah mu lagi" Ucap Dara dengan suara sedikit keras kemudian keluar sambil membanting pintu kamar Bara


"Sifat nya belum berubah dewasa, bagaimana jadi nya kalau dia melahirkan anak itu" Ucap Bara setelah Dara pergi


Dara kembali ke kamar nya dengan perasaan kesal dan kecewa karna Abang nya itu tak mau mengantar kan nya pergi sedangkan dia tak boleh pergi kalau sendirian


"Bagaimana ya Cara nya agar aku tetap bisa pergi" Ucap Dara pada dirinya sendiri sambil memikirkan cara agar dia tetap bisa bertemu dengan Naya dan Zidan hari ini


Satu jam berlalu dan kini sudah jam 1 siang, Harus nya Dara sudah pergi namun sampai sekarang dia belum juga pergi karna belum menemukan cara agar dia bisa pergi


Dara merebah kan tubuh nya di tempat tidur nya itu, dan tiba-tiba saja suara ketukan pintu terdengar di telinganya

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Dara dari dalam Kamar nya


"Boleh kah aku masuk?" Tanya Bara yang berada di luar kamar Dara


"Tidak, pergi lah aku malas melihat wajah mu" Jawab Dara yang masih kesal dengan Bara


"Bukan kah kamu bilang mau pergi?" Ucap Bara lagi


"Kamu akan mengantar ku?, benarkah?" Tanya Dara dengan cepat setelah membuka kan pintu kamar nya itu dengan perasaan bahagia


"Iya, cepat lah bersiap" Ucap Bara sambil tersenyum saat melihat ekspresi Bahagia terukir di wajah Adik kesayangan nya itu


"Aku sudah siap dari tadi, tunggu sebentar aku akan mengambil tas dulu" Ucap Dara kemudian langsung bergegas menganbil tas nya


Di perjalanan menuju Mall Dara terlihat sangat bahagia sambil menatap handpone nya, ternyata dia sedang berbalas pesan dengan Naya yang sudah hampir sampai di Mall itu


"Sudah lama tak melihat kamu sebahagia ini, aku jadi penasaran siapa orang yang akan kamu temui" Ucap Bara setelah memperhatikan wajah Dara


"Kak Naya" Ucap Dara dengan santai tanpa beban


"Naya?, Kenapa Dia?, jangan bilang dia juga orang yang menemui mu di rumah sakit hari itu" Ucap Bara yang sedikit terkejut


"Karna aku sangat menyukainya dan juga anak nya, memang benar dia orang nya, walaupun kak Naya bukan lagi istri mu tapi dia tetap kakak ku" Jawab Dara lagi


"Kalau begitu bantu Adik mu ini, jangan sampai Mama tau" Ucap Dara dengan suara manjanya


"Aku tak akan memberi tau Mama, tapi kalau Mama sampai tau aku tak akan membantu mu" Ucap Bara


"Baiklah aku akan berusaha menutupi nya, Oh iya satu lagi setelah kamu mengantar ku pergilah, jangan menganggu ku" Ucap Dara memperingatkan


"Terserah mu saja" Ucap Bara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adik nya itu


"Oh iya Kenapa kamu tak marah?" Tanya Dara setelah menyadari sikap tenang Abang nya itu


"Kamu sudah sebahagia ini, bagaimana bisa aku marah" Jelas Bara


"Aku sangat menyayangi mu" Ucap Dara sambil mencium pipi Bara yang sedang fokus menyetir


"Kamu sudah sebesar ini tapi masih saja suka mencim ku" Ucap Bara


"Bukan kah kamu masih memperlakukan ku seperti anak kecil, Lagian sebesar apa pun aku, aku tetap saja adik mu" Jelas Dara yang tak perduli

__ADS_1


"Terserah mu saja" Ucap Bara


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Dara masuk kedalam Mall itu bersama Bara yang sudah berjanji akan pergi setelah mengantar kan Dara pada Naya


Dara melihat Naya dan Zidan sedang duduk di sebuah tempat Makan di dalam Mall itu


"Kak Naya, Zidan" Seru Dara saat sudah mendekat


"Aunty Dara, Apa Aunty sudah sembuh?" Tanya Zidan dengan suara khas anak berusia lima tahun


"Sudah dong sayang, kamu gimana?" Tanya Dara balik


"Sudah Aunty, Zidan sudah bisa makan Coklat dan ice cream lagi" Jawab Zidan yang membuat Dara tersenyum


Bara yang melihat interaksi Dara dan Zidan tanpa sadar tersenyum bahagia, sejak misibah yang di alami Dara dia sudah sangat jarang melihat Adiknya itu tersenyum seperti itu lagi


Apalagi saat melihat Zidan, ada perasaan aneh di dalam hatinya yang tak dapat di jelas kan nya


"Aku akan bermain bersama mereka, pergilah nanti aku akan menelepon mu saat pulang" Ucap Dara mengusir Abang nya itu


"Saya titip Dara ya Nay" Ucap Bara sebelum meninggal kan mereka namun tak ada balasan dari Naya


"Kita makan dulu ya, kakak udah pesan makanan" Ucap Naya saat Bara sudah pergi


"Ok kak" Ucap Dara menyetujui ucapan Naya


Mereka makan dengan perasaan bahagia siang itu terutama Dara, dia sangat menyayangi Zidan begitu juga Zidan yang terlihat menyukai Dara


Setelah makan siang Mereka bertika menuju tempat bermain anak-anak yang ada dalam Mall itu karna Zidan meminta pergi kesana


Zidan bermain dengan senang sedangkan Naya dan Dara mengawasi Zidan dari luar erea permainan itu


Naya dan Dara duduk bersebelahan sambil bercerita banyak tentang kejadian-kejadian yang mereka lalui belakangan itu


"Oh iya kak, ada yang Dara mau tanyakan sama kakak" Ucap Dara


"Apa?, tanyakan saja?" Ucap Naya yang penasaran dengan peetanyaan Dara


"Zidan... Dia anak Bang Bara kan?" Tanya Dara dengan hati-hati


...Bersambung......

__ADS_1


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Author :)...


__ADS_2