Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Bella


__ADS_3

Malam itu Naya terus saja bersin akibat kehujanan tadi, badan nya mulai terasa tak enak seperti akan sakit


Mama Naya yang menyadari anak nya kurang sehat memberikan nya obat dan juga air hangat agar Naya tak jadi sakit


Rencana nya malam ini Naya akan bertemu sahabat nya yang bernama Bella namun karna dia merasa tak enak badan akhir nya Bella tak jadi datang karna tak ingin mengganggu Naya


Naya istirahat lebih cepat malam itu, biasanya dia menemani Zidan bermain ataupun menonton Tv


Haripun telah berganti, pagi itu Naya sudah bersiap-siap untuk ke kantornya melakukan pekerjaan bersama orang yang sangat tak ingin Naya lihat namun tuntutan kontrak memaksanya untuk tetap datang dan melakukan pekerjaan nya


Naya turun untuk sarapan setelah semuanya siap, seperti hari sebelumnya mereka semua sarapan di meja yang sama


"Ma, Pa Naya pamit ya" Ucap Naya setelah selesai sarapan


"Hati-Hati ya Nak, kalau kamu merasa kurang sehat nanti minta lah Izin" Ucap Mama Naya yang mengkhawatirkan anak nya


"Iya Ma, Sayang Mami berangkat dulu ya, kamu jangan Nakal sama Mbak" Ucap Naya berpamitan sama Anak nya


"Iya Mi, Love you" Ucap Zidan


"Love you to sayang, Mbak titip Zidan ya" Ucap Naya lagi


"Iya, Non" Jawab Lilis


Naya melajukan mobil nya dengan santai, rasanya malas sekali harus bertemu dengan Bara lagi, namun dia tak dapat melakukan apa-apa hanya bisa pasrah dengan keadaan dan tak tau bagaimana nasip nya tiga bulan kedepan


Setelah sampai Naya langsung menuju lantai 15 tempat dimana dia di tugaskan


Saat dia datang Bara sudah duduk di meja kerjanya dengan setumpuk dokumet, Naya sengaja datang terlambat agar Bara memecatnya dan dia tak payah menunggu tiga bulan lagi


"Apa kamu tidah tau sudah jam brapa ini?" Ucap Bara saat melihat Naya masuk kedalam ruangan nya dan melewatinya begitu saja dengan satai


"Maaf pak, semalam saya saya kehujanan setelah bapak tinggal jadi hari ini saya kurang sehat" Jelas Naya setelah bara berbicara


"Jadi kamu menyalah kan saya" Ucap Bara


"Tidak pak, saya tidak menyalah kan Pak Bara" Jawab Naya dengan penuh kelembutan


"Iya aku menyalah kan mu, kenapa gak suka, pecat dong aku" Ucap Naya dalam hatinya yang bertentangan dengan yang di ucap kan nya di mulut


"Kamu persiksa semua ini, sama cancel semua pertemuan saya habis istirahat siang ini" Ucap Bara memberikan perintah


"Baik pak" Ucap Naya dengan singkat sambil membawa beberapa Dokument yang di berikan bara untuk di periksanya

__ADS_1


Dua minggu sudah Naya melewati hari yang sangat berat untuk nya, setiap hari Bara terus saja menyiksa Naya dengan pekerjaan yang sangat berat dan membuat Naya kelelahan


Siang itu Naya duduk disebuah Kafe didekat kantornya bersama Sahabatnya Bella, Naya yang sudah tak tahan dengan semua perlakuan Bara yang hampir membunuh nya akhirnya menceritakan semuanya pada Bella


Naya menceritakan semuanya dengan sangat detail tanpa ada dikurang-kurangi


"Hah, jadi selama ini lo kerja di perusahaan Dia dan jadi sekertaris nya?" Ucap Bella dengan sedikit keras


"Lu bisa pelan dikit gak, apa perlu gua ambilin toa" Ucap Naya setelah melihat beberapa orang menatap mereka akibat suara Bella yang sedikit keras


"Ya Maaf Nay, Gua syok tau ga, lagian lu kok mau sih kerja sama dia apalagi jadi sekertaris nya, lu gak mikir apa yang udah dia lakuin sama lu dulu" Ucap Bella yang sedikit emosi bila mengungkit masalalu Naya


"Gua gak ada baca siapa pemilik perusahaan sebelum gua ngelamar disana Bel, lagian gua rasa dia sengaja mau nyiksa gua" Jelas Naya yang ikut emosi


"Jadi rencana lu gimana, apa lu mau tiga bulan ini terus-terusan ketemu sama dia bahkan berada satu ruangan sama dia, enggak kan Nay" Ucap Bella lagi


"Gua juga gak mau, tapi Gua harus apa coba, gua gak ngerti lagi, baru dua minggu aja Batin dan fisik gua udah tersiksa banget" Ucap Naya yang gak tau harus berbuat apa lagi


"Coba lu sengaja buat kesalahan apa kek gitu, biar dia muak sama lu dan mecat lu gitu" Saran Bella


"Sebelum lu bilang gua udah lakuin Bel, Gua dateng selalu terlambat, bahkan kemaren gua sengaja buat laporan yang salah tapi apa bukan nya di pecat malah makin disiksa" Jelas Naya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu


"Tante Yanti tau gak masalah ini?" Tanya Bella


"Sumpah Nay, Gua belum kepikiran jalan keluar untuk masalah lu yang ini" Ucap Bella yang gak tau harus memberi saran apa


Naya dan Bella menghembuskan nafasnya dengan berat bersamaan


Bella merasa prihatin dengan nasip Naya namun tak tau harus apa lagi


Bella adalah sahabat Naya sejak mereka masih sekolah sampai sekarang walaupun sebelum Naya menikah Bella sudah pindah keluar negeri tapi dia sempat mengenal Bara berbeda dengan Daffa yang tak sempat mengenal Bara


"Gua pusing Nay" Ucap Bella tiba-tiba


"Lu aja yang gak ngerasai bisa pusing apalagi gua yang ngejalani Bel, pala gua mau pecah setiap hari di buat dia" Ucap Naya


Mereka keluar dari Kafe itu setelah jam istirahat Naya habis dan Bella di jemput pacar nya yang bernama Frans


"Kamu disini ketemu sama siapa sayang? " Tanya Frans yang pacar Bella setelah Bella masuk kedalam Mobilnya


"Sahabat aku sayang" Ucap Bella singkat yang masih memikirkan masalah Naya


"Wajah kamu kok gitu, ada masalah ya?" Tanya Frans lagi

__ADS_1


"Sahabat aku itu yang lagi ada masalah" Jawab Bella lagi


"Masalah apa, cerita dong mana tau aku bisa bantu cari jalan keluarnya" Ucap Frans lagi


"Jadi dia itu dulu pernah nikah, terus waktu dia hamil dia dituduh hamil anak selingkuhan nya sama mertua nya dan bodoh nya itu suaminya percaya gitu aja, terus sekarang sahabat aku ini kerja di perusahaan mantan suaminya itu dan lebih parah nya lagi dia jadi sekertaris mantan suaminya itu" Jelas Bella pada pacarnya yang penasaran itu


"Yaudah suruh aja dia resign kan mudah" Saran Frans


"Masalah nya itu dia udah tanda tangan kontrak tiga bulan sayang, dan gak boleh resign gimana coba" Ucap Bella lagi


"Ribet juga ya, lagian kok ada sih laki-laki br*ngsek gitu" Ucap Frans lagi


"Aku juga gak ngerti lagi sayang harus ngasi saran apa, aku tu kasian banget sama sahabat aku ini, dulu waktu hamil dia sampai depresi dan anak nya lahir prematur untung aja sekarang anak nya baik-baik aja" Ucap Bella lagi


"Kasian banget dia" Ucap Frans lagi setelah mendengar cerita Bella tentang sahabat nya itu


Di tempat lain tepat nya di perusahaan Bara Naya di marahin Bara karna kembali membuat kesalahan


"Kamu itu bisa kerja gak sih" Ucap Bara dengan suara yang keras


"Maaf pak, saya akan memeriksa ulang semuanya" Ucap Naya yang sebenarnya sengaja membuat kesalahan


"Maaf Maaf, Maaf mulu setiap hari, lama-lama saya bosan melihat wajah kamu" Ucap Bara lagi dengan suara semakin keras dan membentak


"Kalau bosan pecat aja saya, saya ikhlas kok pak serius" Ucap Naya dalam hatinya


Tok...Tok...Tok terdengar suara ketukan pintu


"Masuk" Ucap Bara singkat


"Bara" Ucap Frisa yang barusan datang


"Ada apa, kenapa kamu datang" Tanya Bara pada orang yang datang


"Gak ada apa-apa, aku hanya ingin mengantarkan ini, aku buat sendiri" Ucap Frisa lagi


"Yaudah ayo kita duduk disana" Ucap Bara sambil mengarahkan Frisa untuk duduk sofa yang ada di ruangan itu


Naya langsung kembali ke mejanya setelah Frisa datang dan Bara berhenti marah padanya


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...

__ADS_1


...Salam Author :)...


__ADS_2