
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Naya, Naya sudah meminta Lilis untuk membawakan payung saat masih di dalam perjalanan tadi karna tak ingin mobil Bara masuk sampai halaman rumah nya
"Kalian hati-hati di jalan ya" Ucap Naya sebelum turun dari mobil itu
"Iya kak, Makasi ya kak, Next time kita ketemu lagi" Ucap Dara
"Kakak turun dulu ya" Pamit Naya dan langsung turun setelah Lilis datang membawakan nya payung
Setelah Naya turun Bara melanjut kan perjalanan nya lagi menuju rumah nya
"Bang... Apa kamu masih menyukainya?" Tanya Dara tiba-tiba
"Kami sudah berpisah cukup lama dan melanjut kan hidup masing-masing" Jawab Bara secara jelas
"Tapi tatapan mu pada kak Naya belum berubah, Aku yakin pasti kamu masih menyukainya" Ucap Dara membuat asumsi nya sendiri
"Kenapa kamu berbicara seperti itu, Aku sudah melanjut kan hidup ku dan aku juga sudah bertunangan sama Frisa" Ucap Bara mengelak
"Tapi kamu tak menyukai Frisa" Ucap Dara dengan yakin
"Sudah ku bilang Dia lebih tua jadi panggil dia Kakak seperti kamu memanggil Naya, Lagian dari mana keyakinan mu itu datang?" Ucap Bara
"Kakak ku hanya Kak Naya gak ada yang lain, Dari mana keyakinan ini datang kata mu?, Heyy kita sudah tinggal bersama selama 21 tahun bagaimana bisa Adik mu ini salah mengenali Abang nya sendiri" Ucap Dara
"Terserah apa kata mu aja" Ucap Bara yang malas berdebat dengan Dara karna dia tau Dara pasti tak mau kalah kalau sudah berdebat dengan nya
"Oh iya Bang, bagaimana kalau aku kerja di kantor mu aja?" Ucap Dara yang tiba-tiba ingin bekerja
"Tidak, aku sudah mendaftar kan mu untuk kuliah, jadi mulai besok fokus lah pada study mu, jangan ulangi kesalahan yang sama" Ucap Bara
"Baiklah" Ucap Dara pasrah karna dia tak mau lagi mengecewakan keluarga nya
Hari sudah malam, keluarga Naya kini sedang duduk di meja makan untuk makan malam bersama
"Gimana tadi main nya, apa Cucu Grandpa senang" Tanya Papa Naya di tengah makan nya
"Senang Grandpa, Tadi Zidan main sama Aunty Dara, makan Ice Cream juga" jawab Zidan dengan antusias
"Ohh jadi Cucu Grandpa senang, bagus lah" Sambung Papa Naya lagi
"Bagaimana keadaan Dara Nay, apa dia sudah pulih sepenuh nya?" Tanya Mama Naya
"Kalau Naya lihat sudah Ma, tapi aura ke sedihan nya sepertinya belum hilang" Jawab Naya menjelas kan apa yang dia lihat
__ADS_1
"Papa gak ngelarang kamu dekat dengan dia, tapi kalau bisa di batasi, jangan sampai yang tidak kita ingin kan terjadi" Ucap Papa Naya
"Iya Nay, Dara memang anak yang baik tapi keluarga nya itu yang tidak baik, jadi kamu harus hati-hati" Sambung Mama Naya lagi
"Iya Ma, Pa" Ucap Naya yang mengerti
"Apa aku bilang ya sama Mereka kalau Dara sudah tau" Tanya Naya pada dirinya sendiri didalam hatinya yang bimbang
Di meja makan yang lain terlihat juga sebuah keluarga sedang makan malam bersama, menikmati hidangan yang sudah di siap kan
"Oh iya Ma, karna Dara sudah sembuh dan mulai besok dia juga sudah kembali kuliah, Bara tinggal di Apartement lagi ya" Ucap Bara meminta Izin
"Yasudah, tapi kamu harus sering pulang" Ucap Mama Bara yang menyetujui permintaan Bara mengingat jarak perusahaan Bara dan rumah ini lumayan jauh
"Kalau kamu mau kemana-mana hubungi aja aku, jangan pergi sendirian" Ucap Bara lagi memperingati Adik nya
"Iyaa... Bawel banget sih" Ucap Dara sambil bercanda
Setelah selesai Makan malam Dara kembali ke kamarnya, dia bertanya-tanya pada diri nya sendiri mengapa dulu abang nya percaya begitu aja kalau Naya selingkuh dari nya
"Apa aku tanya langsung aja ya, tapi mana mungkin dia mau ngasi tau" Ucap Dara pada diri nya sendiri
"Pokok aku harus cari tau apa yang buat bang Bara percaya begitu aja" Sambung Dara lagi yang benar-benar ingin mencari tau
Tak lama Bara datang membawa sebuah Paperbag yang entah apa isi nya
Bara meletakan Paperbag itu di meja Naya tanpa mengatakan apapun
Tanpa perintah Naya langsung melihat isi dari Paperbag tersebut dan ternyata isi satu porsi sarapan yang di belinya di tengah jalan
"Apa ini untuk saya pak?" Tanya Naya yang binggung dengan sikap Bara
"Makan lah, anggap aja rasa trimakasih saya karna sudah membuat Dara senang semalam" Ucap Bara dengan tampang Cool nya
Naya tak lagi menjawab ucapan Bara, Dia langsung memakan nya walaupun di rumah dia sudah sarapan tapi dia tetap memakan nya karna itu adalah sandwich kesukaan nya
"Hmmm, Pak... Nanti siang saya boleh izin pulang lebih awal?" Tanya Naya ragu-ragu
"Ada urusan apa?" Tanya Bara tanpa menatap Naya
"Ada kegiatan yang harus di datangi orang tua di sekolah anak saya" Jawab Naya menjelaskan
"Terserah kamu aja, tapi selesai kan dulu pekerjaan kamu" Ucap Bara memberikan Izin
__ADS_1
"Trimakasih pak" Ucap Naya
Tak berselang lama tiba-tiba Handpone Naya berdering, tanda ada orang yang sedang menghubungi nya
"Hallo Daf, ada apa?" Tanya Naya pada Daffa di sebrang sana
"Hmm... Gimana ya Nay, tiba-tiba aja aku ada kerjaan mendadak dan harus keluar kota sekarang, kayak nya aku gak bisa datang ke sekolah Zidan Nay" Ucap Daffa menyampaikan alasan nya menghubungi Naya
"Ohh gitu ya. yasudah kalau gak bisa jangan di paksa, kamu pergi aja, nanti aku bilang sama Zidan kamu gak bisa datang karna ada kerjaan" Ucap Naya
"Maaf Ya Nay" Ucap Daffa yang tak enak hati
"Iya Daf, santai aja, aku ngerti kok, kamu hati-hati di jalan ya" Ucap Naya
"Iya Nay, Bye" Ucap Daffa mengakhiri telepon nya
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya Naya langsung pamit di jam istirahat siang, Naya keluar dari perusahaan itu dan berjalan ke halte untuk menunggu Taksi
Hari ini Naya tak membawa mobil sendiri karna sudah berjanji akan pergi sama Daffa namun tiba-tiba Daffa ada pekerjaan
Di saat Naya menunggu tiba-tiba saja sebuah mobil yang dia kenal milik Bara berhenti tepat didepan Naya menunggu Taksi
"Cepat Naik" Ucap Bara setelah menurunkan kaca mobil nya
Naya yang binggung langsung naik tanpa bertanya apa-apa pada Bata
"Kita mau kemana Pak, saya sudah Izin untuk pergi tadi" Ucap Naya yang baru tersadar setelah Bara melajukan mobil nya
"Saya akan mengantar kamu kesana" Ucap Bara
"Maksut nya?" Ucap Naya yang masih terlihat binggung
"Jangan salah paham, saya salah satu pemilik saham di sekolah anak kamu, jadi saya juga dapat undangan untuk hadir di acara itu" Jelas Bara
"Ohh begitu" Ucap Naya pura-pura paham
"Hah?, Tapi bagaimana bisa dia tau anak ku sekolah di sana?" Batin Naya yang masih binggung
...Bersambung......
...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...
...Salam Author :)...
__ADS_1