Takdir (Danaya Faranisa)

Takdir (Danaya Faranisa)
Berbeda


__ADS_3

Naya teeus memperhatikan Bara yang sedang bekerja, dalam fikirannnya banyak sekali tanya namun Naya tak berani untuk bertanya pada Bara


Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan itu dari luar dan Bara langsung memperailahkan nya masuk


Ternyata yang datang adalah Frisa yang sedang khawarir dengan keadaan Bara


"Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Frisa yang baru datang


"Aku baik kok" Jawab Bara "Ada apa kamu datang kesini? Sambung bya lagi


"Gak ada, aku hanya khawatir dengan keadaan kamu, tadi Frans ngabari aku kalau Dara masuk rumah sakit lagi" Ucap Frisa


"Ohh pnates dia tak seperti biasanya ternyata adik nya ada di rumah sakit" Ucap Naya dalam hatinya yang dari tadi diam-diam mendengarkan pemhicaraan Bara dan Frisa


"Tak ada yang perlu di khawatikan, lanjutkan saja urusan mu" Ucap Bara pada Frisa


"Baiklah kalau kamu baik-baik saja, aku balik dulu ya" Ucap Frisa setelah mengetahui keadaan Bara


Hari itu Bara benar-benar berbeda, tak ada satupun kata yang keluar untuk memarahi Naya seperti hari-hari sebelum nya


Naya pulang kerumah nya setelah pekerjaan nya selesai dan Bara mengizin kan nya pulang lebih cepat


"Kamu udah pulang Nay" Ucap Mama Naya saat melihat anaknya masuk kedalam rumah


"Udah Ma, Bos Naya lagi ada keperluan, Zidan mana Ma?" Jawab Naya kemudian menanyakan keberadaan anak nya


" Di kamar nya lagi main sama Daffa" Jawab Mama Naya


"Ada Daffa Ma?" Tanya Naya lagi


"Kata nya tadi lewat daerah sini, lagian kamu apa gak liat mobil nya ada di depan" Ucap Mama Naya lagi


"Mungkin Naya lagi kurang fokus Ma" Ucap Naya yang memang benar-benar tak fokus


Naya masuk kekamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi, Naya merebahkan tubuhnya di bathtup untuk merileks kan tubuhnya


"Ada apa dengan Dara ya, kenapa Bara sampai begitu, apa terjadi sesuatu?" Tanya Naya pada dirinya sendiri


"Tapi...Ahh sudah lah kenapa aku harus pusing memikirkan ini dari tadi" Ucao Naya lagi


"Tapi... Kenapa dia sampai seperti itu, tidak mungkin tidak terjadi sesuatu hingga membuatnya begitu kepikuran" Ucap Naya lagi-lagi pada dirinya sendiri


Ada begitu banyak tanya tanpa jawab dalam fikiran Naya, entah apa yang membuatnya begitu kefikiran soal keluarga mantan suaminya itu


Setelah selesai mandi dan bergelut dengan pikiran nya sendiri Naya berjan keluar menuju lantai bawah rumah nya untuk melihat anak nya yang sedang bermain dengan Daffa


Naya memotongkan beberapa jenis buah di dapur kemudian langsung menuju kamar Zidan

__ADS_1


"Baru pulang Nay?" Tanya Daffa saat melihat Naya masuk ke kamar itu


"Engak Daf, udah sempet mandi juga, kamu dari mana?" Ucap Naya sambil memberikan Buah yang sudah di potong nya


"Tadi aku ada kerjaan di daerah sini, udah lama juga gak mampir yaudah sekalian aja, oh iya perusahaan aku kemungkinan besar akan kerja sama loh sama perusahaan kalian " Ucap Bara sambil memekan buah itu


"Hah serius?, mulai kapan?" Tanya Naya yang sedikit terkejut dan juga panik


"Mungkin sekitar dua atau tiga bulan lagi" Jawab Daffa yang tak menyadari kepanikan Naya


"Ohh bagus la" Ucap Naya bersyukur


"Bagus?" Tanya Daffa setelah melihat reaisi Naya


"Emm, maksutnya... Ya bagus, ada kerjasama antara perusahaan kalian" Jawab Naya sedikit gagap


"Ohh, kirain bagus apa" Ucap Daffa


"Oh iya Mi, hari kamis disekolah Zidan ada acara Mami sama Papi disuruh hadir" Ucap Zidan memberi tau


"Ok, nanti Mami dateng ya" Ucap Naya pada Zidan


"Papi ikut kan?" Tanya Zidan pada Daffa


"Papi Daffa minta maaf ya sayang, besok Papi harus ke luar negeri jadi hari kamis Papi belum pulang" Jelas Daffa yang tak bisa hadir


"Papi ada pekerjaan sayang, kan ada Mami" Ucap Naya yang tak ingin anak nya sedih


"Maaf ya sayang, kalau gak gini, nanti kalau Papi udah pulang Papi Bawak Zidan jalan-jalan Gimana?" Ucap Daffa agar Zidan tak Sedih


"Iya, Gimana sayang?, nanti kita bisa main lagi sama Papi" Ucap Naya


"Yaudah deh, janji ya Pi" Ucap Zidan yang tersenyum kembali


"Iya, Papi janji" Jawab Daffa


Naya dan Daffa menemani Zidan bermain cukup lama hingga hari mulai gelap dan sudah saat nya makan malam


Tak lama Mama Naya memanggil mereka untuk makan bersama karna makana sudah sajikan


"Gimana pekerjaan kamu Daf?" Tanya Papa Naya pada Daffa disela-sela makan nya


"Semuanya lancar Om, perusahaan pun lagi banyak bekerja sama sama perusahaan lain jadi lebih sering di luar" Jelas Daffa


"Ohh, Bagus la kalau lancar" Ucap Papa Naya lagi


Setelah selesai makan Daffa langsung pulang, Naya mengantarkan Daffa sampai ke luar

__ADS_1


"Makasi ya Daf" Ucap Naya sebelum Daffa masuk kemobil nya


"Iya Nay, aku pulang ya" Ucap Daffa sambil membuka pintu mobil nya


"Hati-hati ya" Ucap Naya lagi kemudian Daffa langsung menjalan kan mobil nya


Setelah Daffa pergi Naya langsung masuk kedalam rumahnya dan duduk bersama orangtua nya yang sedang santai


"Kamu gak mau punya hubungan yang lebih Nay sama Daffa, Mama lihat dia selalu ada buat kamu selama ini" Ucap Mama Naya saat Naya sudah bergabung


"Iya Nay, Daffa juga orang nya Baik, sama kamu, sama Zidan, dari tatapan nya Papa bisa lihat kalau dia tulus sayang sama Zudan" Sambung Papa Naya


"Entah lah Pa, Ma, Naya belum siap mulai hubungan yang baru lagi" Ucap Naya


"Kenapa sayang, kamu udah lama loh sendiri, Papa sama Mama juga pasti dukung kamu kok" Ucap Mama Naya lagi


"Naya masih takut Ma" Ucap Naya


"Kalau kamu gak coba kapan rasa takut mu itu bisa hilang Nay, jangan bilang kamu masih mengharapkan Bara" Ucap Mama Naya lagi


Naya terdiam mendengar ucapan Mama nya, ada rasa yang aneh saat Mama nya membicara kan Bara


"Engak kok Ma, lagian dia udah buang Naya gitu aja masa iya masih Naya harap kan, lagian dia juga udah punya tunangan dan akan segera menikah" Ucap Naya secara sempontan


"Kamu tau dari mana?, apa kamu sudah ketemu sama dia?" Tanya Mama Naya yang sedikit terkejut mendengar ucapan Naya


"Aku bilang gak ya sama mereka kalau aku kerja sama Bara, tapi gimana nanti kalau mereka jadi khawatir" Ucap Naya dalam hati nya yang bimbang


"Naya denger-dengar dari teman Naya Ma" Ucap Naya yang memilih untuk berbohong dan tak ingin memberi tau orangtua nya


"Ohh Mama pikir kamu sudah ketemu dia lagi, Oh iya tadi saat Mama kerumah sakit untuk cek up Mama ketemu sama Mama nya Bara, tapi Mama gak yakin juga itu dia" Ucap Mama Naya memberi tau mereka berdua


"Papa juga beberapa minggu yang lalu ada nampak Bara, mungikin mereka pindah ke daerah sini juga" Sambung Papa nya Naya


"Mungkin aja" Ucap Naya menutupi


Setelah itu Naya kembali ke kamar nya dab memikirkan ucapan Mama nya tentang Daffa


"Apa aku coba aja ya, Mama benar Daffa memang orang yang baik" Ucap Naya pada dirinya sendiri didalam kamar nya itu


"Tapi kenapa hati ku belum siap ya, Ah sudah lah biarkan ini berjalan sendiri, toh kalau jodoh pasti nanti kami bersama" Sambung nya lagi


...Bersambung......


...Jangan lupa, Like, Komen dan jadikan Favorit...


...Salam Author :)...

__ADS_1


__ADS_2