
"Hahahaha.... Dudududu....!" Cholil malah joging di hadapan Mila sambil tertawa garing. Pria itu sudah jadi orang gila, karena cintanya ditolak oleh Mila.
Seketika kedua bola matanya Mila membulat melihat kelakuan nya Cholil.
"Pak, anda baik-baik saja kan?" ujar Mila dengan bingung nya, menatap Cholil yang masih lari di tempat itu.
"I am Fine, hanya saja lagi syok!" ujar Cholil cepat.
Huufftt... Huks... Huks.. Huks..
Cholil malah ngos-ngos an seperti orang yang baru saja lari marathon 1 KM. Ekspresi wajahnya juga sangat lucu. Mila tidak menyangka pria penuh wibawa itu kini terlihat seperti pelawak, yang sedang stand up comedy.
Jadilah Mila tertawa kecil, ia tutup mulutnya yang sempat menganga, karena tertawa itu.
"Ku harap, besok kamu akan beri jawaban yang membuat hatiku senang. Seperti adek yang terlihat senang dan tertawa lepas seperti saat sekarang.
Ngaapp
__ADS_1
Seketika Mila menghentikan tawanya. Tapi, mimik mukanya tetap nampak bahagia dam salah tingkah.
" A, aku," Mila menghentikan ucapannya, saat melihat kedua mertuanya masuk ke dalam rumah.
"Nak Cholil kenapa?" Tanya ayah mertuanya Mila. Menatap Cholil lekat.
"Gak apa-apa pak, hanya lari di tempat saja."/Sahut Cholil sopan.
" Oohh... Nak Cholil, jangan patah semangat ya! menantu kami tidak mungkin menolak nak Cholil. Bapak yakin, Mila hanya terkejut saja. Matanya dia tidak langsung menjawab!" Ujar Ayah mertuanya Mila.
"Iya nak Cholil. Anda memang Pria hébat!" puji Ibu mertuanya Mila.
Cholil menggelengkan kepala nya cepat. "Aku tidak hébat pak. Kalau aku hébat, aku pasti tidak ditolak menantu Bapak dan ibu."
"Mila tidak menolak, hanya saja dia perlu memikirkannya Matang-matang nak!" jelas ibu mertuanya Mila sopan.
"Baiklah pak, bu dek Mila. Aku pamit dulu, aku akan melamar Mila lagi seminggu kemudian." Ujar Cholil menatap Mila yang juga menatap nya saat ini.
__ADS_1
Mila melambaikan tangan nya. Sebagai kode penolakannya. "Maaf pak, mau seminggu lagi, sebutan lagi atau setahun lagi, aku tetap tidak bisa menikah dengan bapak. Aku merasa lebih bahagia seperti saat ini." Jawab Mila tegas.
"Oouuww..... Trauma jangan lama-lama nak?" timpal ibu mertuanya Mila. " Kami senang kamu menikah nak, agar kami bisa tenang, karena Kamu dan Salsa ada yang jaga!" ujar ibu mertuanya Mila lesuh.
Mila menatap sendu kedua mertuanya. "Iya Pak, ibu. Tapi, aku merasa akan lebih bahagia sendiri." Sahut Mila tegas
"Oouuww.. Ya sudah, tidak usah berdebat bapak, ibu dan Mila. Aku tidak akan memaksa Dek Mila. Tapi, seminggu lagi aku akan banyakan jawaban atas lamaranku."
"A aaku gak,"
Mila menutup mulutnya cepat, saat Cholil mengacungkan tangannya, sebagai kode agar Mila diam, dan tidak usah di jawab hari ini.
"Aku akan ke sini seminggu lagi. Aku sangat berharap adek menerima lamaranku." Tegas Cholil lagi.
Mila pum terdiam dan menunduk.
"Ini salahku, harus nya aku bicara dulu dengan mu dek, sebelum datang melamar kepada mertuamu. Tapi, aku terlalu percaya diri. Ku pikir, adek akan langsung menerima Ku. Ehh.. Teryata aku malah ditolak mentah-mentah. Kamu memang hebat, Pertahankan prinsipmu!" ujar Cholil tegas. Mengacungkan tangannya sebagai tanda semangat.
__ADS_1