
Mila kembali ke rumahnya Pak Mahmud. Ia meminjam motornya Pak Mahmud untuk mengejar suaminya yang membawa Salsa. Mila memang tidak memiliki motor. Ia orang perantau di kota itu. Dan ia sudah tidak punya orang tua lagi.
Mila memacu motornya dengan kecepetan tinggi. Emosi telah menguasai dirinya saat ini. Tapi, jejak sang suami sudah tidak terlihat lagi. Sepanjang menuju rumah, Mila merasa sangat kesal sekali akan tindakan Irfan yang membawa lari Salsa putri mereka.
Sesampainya di depan rumah. Mila melihat motornya Irfan parkir di tèras rumah. Tadi nya ia pikir Irfan membawa Salsa ke rumah orang tuanya, karena jejak nya Irfan cepat sekali menghilang. Tapi, untuk memastikannya ia tetap memacu motornya ke arah rumah mereka.
Mila masuk ke dalam rumah dengan emosi yang membuncah. Ia bisa cepat masuk, karena pintu rumah terbuka lebar.
Bruuggkk..
Saat hendak masuk ke kamar. Ia malah menabrak tubuh kekar sang suami yang kebetulan keluar juga dari dalam kamar. Dan moment itu Irfan manfaatkan untuk memeluk erat Mila yang masih kesal itu.
"Iihh.. Lepas Mas..!" teriknya berontak, mencoba lepas dari belitan tangan nya Irfan yang mengunci tubuhnya.
"Sayang... Maafkan aku!" ujar Irfan lembut.
"Iihh.. Mas Lepas..!" Mila masih saja terus berontak dalam rengkuhan sang suami.
Bukannya di lepas, Irfan malah berusaha untuk mencium leher serta bibirnya Mila. Tentu saja Mila menjauhkan wajahnya dari jangkauan bibir nya Irfan. Mana mulutnya Irfan bau minuman keras.
__ADS_1
"Jangan.. Jangan.. Aku mau muntah!" teriak Mila berusaha keras lepas dari rengkuhan Irfan. Tapi, Irfan terus saja mengunci pergerakannya. Tidak habis akal, Mila menendang lato-latonya Irfan.
"Aauuwwhh....!" Akhirnya Mila lepas dari Irfan. Pria itu kini memegangi lato-latonya yang terasa sakit itu. "Teganya kau Mil. Punya aku pecah ini!"
"Syukurin!" ujar Mila kesal, ia melototkan kedua matanya ke arah Irfan, yang kini terduduk lemas di atas sofa berwarna coklat tua.
"Ya Tuhan.. Sakit banget!" teriak Irfan masih memenangi lato-latonya. Sedangkan Mila kini masuk ke dalam kamar mereka, mengunci kamar itu dengan cepat.
Huufftt..
Mila perlu menarik napas panjang, karena ia merasa Dada nya sesak sekali. Capek juga rasanya, saat Irfan membekuk dirinya. Mana suaminya itu badan nya kekar dan berotot.
Merasa lebih tenang. Mila menaiki tempat tidur nya dengan perlahan. Karena Salsa sudah tertidur pulas. Memang anak itu akan tertidur, jika ayahnya mengajak jalan-jalan naik motor di malam hari.
Ya Allah... Haruskah aku memaafkan Mas Irfan? tapi...
Aakggkkk..
Teriak Mila histeris di dalam kamar nya. Saat ini adegan pergumulan panas Irfan Fan Irene kembali berputar di otaknya. Ia tidak bisa menerima kenyataan itu. Dan ia sangat jijik melihat Irfan. Rasanya jikalau pun ia memaafkan Irfan. Untuk melakukan hubungan badan ia tidak berhasrat lagi dengan suaminya itu.
__ADS_1
"Mila... Sayang... Kamu kenapa?" tanya Irfan dengan nada penuh kekhawatiran di balik pintu kamar itu. Irfan yang sedang memijat lembut pisangnya, dikejutkan dengan teriakan Mila dari kamar. Ia sangat khawatir dengan keadaan Mila saat ini.
"Sayang... Kamu baik-baik saja kan?"
Mila yang kesal tidak menanggapi pertanyaan Irfan. Hal itu membuat Irfan semakin was-was.
"Sayang... Kamu kenapa?" tanya Irfan lagi dengan tidak sabarannya.
"Aku baik-baik saja. Dan aku akan semakin baik-baik saja jika menjauh darimu Mas!" sahut Mila kesal.
"Eemmm... Yakin...?" Irfan becandain Mila.
Puuukk.. Mila yang kesal melempar bantal ke pintu yang tertutup. Tentu lemparan bantal itu bisa dirasakan oleh Irfan.
Ia pun bergidik seneng. Karena ia yakin, hati istrinya Itu sudah mulai luluh.
"Yes...!" teriak nya semangat. Pria itu pun akhirnya berjalan ke teras. Memasukkan motor nya dan motor yang dipakai Mila ke dalam rumah mereka. Setelah itu pria itu pun merebahkan tubuhnya di sofa. Ia akan tidur di sofa itu, Karena rumah yang mereka tempati hanya satu kamar
Sedangkan Mila yang kini sudah berbaring di ranjang, terus saja meratap wajah polosnya sang putri yang tertidur lelap itu. Otaknya sedang berpikir, menimbang-nimbang apakah bercerai dengan Irfan adalah solusi yang tepat atas masalah rumah tangganya.
__ADS_1
Tidak kunjung mendapatkan ketenangan hati, akhirnya Mila memutuskan untuk berwudhu. Ia akan melaksanakan sholat istikharah. Sholat untuk meminta petunjuk Allah, karena saat ini Mila berada di antara pilihan yang sulit dan merasa ragu-ragu untuk memilih dan memutuskan apakah ia akan meminta cerai dari Irfan atau tidak. Ia sulit mengambil keputusan karena adanya Salsa.
***