Tale Of Unknown : Hero From Zero

Tale Of Unknown : Hero From Zero
29. Serikat Petualang


__ADS_3

“Hm... pegunungan Yoranidia, ya?”


Di depan toko senjata dan perlengkapan bertarung lainnya, Riyan menghembuskan nafas beratnya. Ia memikirkan bagaimana keadaan pegunungan Yoranidia yang dipenuhi salju. Selain itu, uang untuk pergi ke sana tidak akan cukup.


Agar bisa pergi ke titik terjauh dari tempatnya berdiri saat ini menggunakan [Transportal Gate], Riyan harus mengeluarkan dua belas keping koin emas untuk biaya pulang perginya bersama Noel. Pisau yang telah dibeli Noel seharga tiga keping koin emas, sedangkan harga zirah yang dipesan Riyan untuk Noel adalah lima keping koin emas. Hal ini membuat uang yang dimilikinya berkurang drastis.


Memang sebenarnya Noel tak memerlukan zirah karena mempunyai skill [Image Armor] yang dapat menciptakan sebuah zirah dalam durasi tertentu, namun tetap saja mana Noel juga bisa habis jika digunakan secara terus menerus. Dan ketika mananya habis, Noel takkan bisa bertarung menggunakan skill-skillnya dan hanya mengandalkan status serta kemampuan fisiknya semata. Itupun jika ia bisa mengatasi rasa sakit kekurangan mana.


Karna itu Riyan berpikir ‘daripada menggunakannya mentah-mentah, lebih baik digunakan untuk menutupi beberapa bagian zirah tertentu yang tak terlindungi tanpa perlu mengerahkan banyak mana agar dapat melindungi seluruh tubuh’. Lalu, hal ini juga dilakukan untuk penghematan dan cara penggunaan mana yang efesien.


“Uangku... tinggal enam keping emas dan delapan keping perak, ya? Hah, benar\-benar tidak cukup untuk menggunakan \[Transportal Gate\].”


Sambil mengucapkan itu, Riyan membuang nafas berat dari mulutnya begitu memeriksa kantong uangnya. Jumlah tersebut merupakan hasil dari pembelian pisau dan zirah untuk Noel yang bernilai total delapan keping koin emas. Tiga keping untuk pisau dan lima keping untuk zirah. Sedangkan untuk lima keping lain yang tersisa, itu karena Riyan membeli sepasang zirah lengan hijau mencolok yang membuatnya tertarik tadi.


Dengan jumlah uang itu, ia hanya bisa pergi seorang diri atau mengirim Noel ke sana terlebih dahulu, sisanya ia harus memikirkannya sendiri. Yang menjadi pertanyaannya, bagaimana cara ia mendapatkan uang tersebut?


“Kelihatannya aku memang harus menjadi petualang.”


Riyan menundukkan kepalanya sambil memasukkan kantong uangnya ke dalam tas selempang kecil yang ia kenakan. Apa yang ia ucapkan itu benar, cara termudah baginya untuk menghasilkan uang adalah menjadi petualang. Dengan statusnya yang sekarang, melawan monster kelas tinggi seperti [Bleidfyl] bukanlah hal sulit.


Jika harus dibandingkan dengan pahlawan terkuat Alivonia yang dipanggil oleh Alestein dari dunia lain, perbedaan Riyan dan Gilbert terlalu jauh. Terutama pada status ketahanan, perbedaannya bagaikan langit dan bumi—tidak, lebih mirip seperti surga dan neraka. Kalau status Gilbert saja yang jauh dibawah Riyan dipanggil pahlawan, sebutan apa yang tepat bagi pemuda berambut dan bermata hitam bernama Riyan Klaint ini?


“Tuan!”


Terdengar suara imut dari belakang yang membuat Riyan menoleh ke sana. Di belakangnya, terlihat Noel yang telah mengenakan zirah besi ringan mengkilap yang menyilaukan manik Riyan ketika tersiram cahaya matahari. Selain zirah, kali ini ia juga dilengkapi dengan sebilah pisau yang terletak di belakang pinggangnya.


Meski baju dan kotoran-kotoran yang menempel padanya masih belum berubah sejak pertama kali mereka bertemu, kenyataan bahwa gadis beastkind ini sangatlah menawan bukanlah hal yang bisa dibantah oleh siapapun. Bahkan Riyan yang terlihat tidak peduli terhadap sekitarnya pun terpesona dibuatnya. Entah mengapa, pesonanya begitu terpancar walaupun hanya seorang budak.


‘Apakah ini yang namanya pepatah ‘imut adalah keadilan’?’


Riyan hanya bisa terbengong ketika melihat budaknya berjalan ke arahnya disertai ekspresi riang.


“Tuan? Ada apa?”



“Ti\-tidak ada apa\-apa.”


Menyadari Noel semakin mendekat kepadanya, Riyan segera memalingkan wajahnya menghadap ke depan. Ia memalingkan wajahnya bukan karena melihat penampilan baru Noel, melainkan ia tahu ekspresi yang ia pasang saat ini bukanlah ekspresinya yang biasa. Sebelum Noel sadar akan hal tersebut, ia membuang bentuk wajah semacam itu terlebih dahulu.


“Zirah itu sudah kamu bayar, kan?”



“Ya!”


Noel mengangkat tangan kanannya ke atas sambil berteriak disertai perasaan senang yang berlebihan. Seorang budak dibelikan perlengkapan tempur oleh majikannya, hal itu takkan pernah terjadi jika mereka tidak saling percaya atas satu sama lain. Dalam kasus Riyan memang bukan hasil dari kepercayaan, tapi tetap saja hal ini sangatlah langka.


“Kalau begitu sekarang kita pergi ke serikat petualang.”



“Eh? Serikat petualang? Kenapa?”



“Untuk pergi ke pegunungan Yoranidia menggunakan \[Transportal Gate\], kita membutuhkan dua belas keping koin emas. Sedangkan saat ini aku hanya mempunyai enam keping emas dan delapan keping perak, hanya cukup bagiku atau dirimu.”


Riyan mengambil kantong uangnya dari tas dan menunjukkan isinya kepada Noel, disertai suara gemerincing akibat benturan koin-koin di dalamnya. Melihat jumlah koin tersebut, Noel tidak bisa berkomentar. Kenapa? Karena ia sadar bahwa sebagian besar uang tuannya telah beralih ke zirah dan pisau yang baru saja ia beli.


“M\-maaf...”


Noel menundukkan kepalanya sekali lagi, merasa kembali merepotkan tuannya. Dari pandangan masyarakat umum, tentu saja delapan keping koin emas bukanlah jumlah yang sepele. Dengan uang sebanyak itu, seseorang bisa menafkahi hidupnya selama kurang lebih setengah tahun tanpa harus bekerja, jika gaya hidupnya sederhana. Tentu Noel mengetahui hal ini.


“Kenapa kau meminta maaf?”



“Habisnya... aku telah merepotkan tuan.”


Ia menundukkan kepalanya lebih jauh lagi. Di sisi lain, Riyan sedikit bingung pada budaknya yang selalu meminta maaf. Ia menghela nafas berat sambil mengusap tengkuk lehernya untuk dua detik, kemudian menepuk kepala Noel beberapa kali.


Tindakan Riyan ini membuat Noel terkejut dan sedikit takut karena ia berpikir dirinya akan dihukum, sehingga ia hendak melangkahkan kakinya dan mengambil langkah besar ke belakang. Namun, ia menahannya karena ia tahu apa yang ingin ia lakukan adalah tindakan yang tidak sopan terhadap majikannya, ia tak boleh melakukannya. Akhirnya, ia hanya memejamkan matanya kuat-kuat dan bersiap menerima ganjarannya.


“Kalau begitu, daripada mengucapkan hal negatif seperti ‘maaf’ terus menerus, lebih baik katakanlah ‘terima kasih’ untuk memberitahukan orang lain bahwa kau senang dan bersyukur atas pemberian atau bantuan dari orang lain.”


Mendengar kata-kata tak terduga yang keluar dari mulut tuannya, sontak Noel membelalakkan matanya dan langsung menengadahkan dagunya, menatap sang majikan. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Kalimat tersebut bukanlah kalimat yang seharusnya ditujukan dari pemilik budak terhadap budaknya, melainkan untuk seorang teman.


Sementara Riyan melepaskan tangannya dari kepala gadis beastkind ini, Noel mulai menitikkan air mata dari manik ungunya. Ia tidak mengerti, perasaan apa yang tiba-tiba membanjiri hati kecilnya, tapi ekspresinya yang menitikkan air mata ini sungguh terlihat bahagia.

__ADS_1


“Baik... Terima kasih, tuan.”


Sambil mengucapkan itu bibirnya melengkung ke atas, memberikan senyuman termanis sekaligus terbaik yang dapat ia berikan kepada sang majikan. Melihat senyuman tersebut, tanpa sadar wajah Riyan memerah dan hatinya yang telah mendingin di dalam labirin Hexaphilia selama kurang lebih tiga bulan lamanya, mulai merasakan kehangatan lagi setelah sekian lama.


Selang beberapa detik, ia menarik tangannya dari kepala Noel dan melangkahkan kakinya ke jalanan, mendahului Noel.


“Ayo pergi.”



“T\-tuan!? Tu\-tunggu aku!”


Sambil berjalan mengejar majikannya, Noel berusaha menghentikan air mata kebahagiaannya dengan tangannya. Memang majikannya ini terlihat sangat dingin dan tak peduli terhadap lingkungan sekitar, tapi gadis beastkind jenis serigala ini dapat merasakan kehangatan dan kebaikan dari seorang Riyan Klaint. Karena itu, ia tahu bahwa Riyan takkan memerlakukannya seperti budak-budak lain yang pernah ia lihat.


‘Tuan... terima kasih...’


Noel hanya bisa tersenyum dari belakang, mengungkapkan rasa terima kasihnya sekali lagi dari hati. Meski terdapat perbedaan status yang sangat signifikan diantara mereka, Noel tak mempedulikan itu dan mulai mempercayai Riyan secara utuh. Percaya sebagai majikan, maupun teman perjalanan.


***


Setelah kurang lebih setengah jam berkeliling mencari gedung serikat petualang sambil bertanya kepada masyarakat sekitar, akhirnya Riyan dan Noel sampai di tempat yang mereka tuju. Sebuah bangunan besar terbuat dari beton berwarna putih yang di bagian depannya terdapat sepasang patung batu berwujud kesatria yang tengah menghunuskan pedangnya ke langit. Sambutan yang cukup bagus.


“Tuan, apa ini gedung serikat petualang?”



“Kelihatannya begitu, menurut petunjuk dari warga setempat.”


Sambil menjawab pertanyaan Noel, Riyan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk yang kemudian di susul oleh Noel. Begitu mereka membuka pintu gedung serikat petualang dan memasukinya, mata orang-orang yang berada di dalam sana segera tertuju kepada pasangan tuan dan budak yang mencolok ini. Seorang pemuda berambut hitam bercorak putih disertai budak beastkind cantik berambut putih, hal tersebut sangatlah mencolok di mata awam.


Karena tatapan yang tiba-tiba mengarah kepada mereka berdua, Noel meraih jubah Riyan dan memegangnya, bersembunyi dibalik tubuh sang majikan. Di sisi lain, Riyan yang tengah menjadi pusat perhatian para orang-orang di gedung serikat petualang tetap terlihat tenang. Meski terlihat tenang, matanya mencari dimana kira-kira meja resepsionis yang biasanya digunakan untuk mendaftarkan diri menjadi petualang.


Selang sekitar lima detik, ia menemukan sebuah tempat seperti loket yang di dalamnya terdapat seorang gadis berambut merah gelap sedang merapikan meja loket yang dijaganya. Dengan jubah yang ditarik oleh Noel dari belakang, Riyan berjalan ke arah meja loket tersebut. Otomatis Noel juga mengikuti Riyan.


“Permisi, apa aku bisa mendaftar menjadi petualang di tempat ini?”



“A\-ah!? Pelanggan kah? Y\-ya, tentu saja.”


Gadis tersebut terkejut ketika mendengar suara Riyan yang tiba-tiba terdengar tanpa ia sadari. Yah, itu adalah hal yang wajar, mengingat hawa keberadaan Riyan sangatlah kecil hingga sulit disadari bahkan oleh orang berpengalaman sekalipun. Riyan hanya menampilkan ekspresi datarnya membalas ucapan sang gadis resepsionis di depannya.


“Apakah anda ingin mendaftar menjadi petualang? Ataukah budak yang di sana juga?”


“Noel, bagaimana? Apa kau mau menjadi petualang juga?”



“E\-eh? B\-bolehkah?”



“Tentu saja. Dengan statusmu yang sekarang pun kau sudah cukup kuat. Kau juga dapat meningkatkan level dan kemampuanmu selagi menyelesaikan permintaan membunuh monster.”


Riyan tersenyum kecil ketika melihat mimik wajah Noel yang kebingungan ditambah malu-malu, itu cukup lucu dan menarik. Apa yang dikatakan Riyan adalah benar, status dan skill Noel cukup mengesankan di levelnya. Masih ada potensi bagi sang gadis beastkind serigala ini untuk berkembang lebih jauh lagi, mengingat skill-nya yang luar biasa. Itulah yang diincar oleh Riyan.


“B\-baiklah...”


Noel hanya setuju saja, mengingat ia tak bisa melawan kata-kata majikannya. Meski Riyan takkan menggunakan kekuatan dari sihir [Slave Seal] yang telah ditanamkan oleh Siel kepada Noel membentuik kontrak budak dan majikan, tetap saja hal itu tidak menutup kemungkinan jika sihirnya cukup kuat sehingga aktif dengan sendirinya. Sebagai budak yang hidup bersama seorang pedagang budak selama dua tahun, sepertinya Noel paham mengenai kekuatan Siel tersebut.


Di sisi lain, Riyan mengalihkan pandangannya ke depan lagi, menatap sang resepsionis.


“Seperti yang dikatakannya, kami berdua ingin menjadi petualangnya.”



“B\-baik, biayanya lima keping koin perak per orangnya.”


Riyan mengeluarkan sekeping koin emas dan menyodorkannya kepada gadis resepsionis yang ada dihadapannya. Si gadis resepsionis itu menerima pembayaran Riyan sebagai biaya pendaftaran petualang, kemudian ia memberi Riyan dua lembar kertas cokelat sebesar kertas HVS. Teksturnya agar keras dan lebih buram dari kertas biasa, namun ia tak mempermasalahkan hal sepele seperti ini.


“Letakkan telapak tangan anda di atas kertas itu dan cobalah alirkan sedikit kekuatan anda pada kertasnya.”


Riyan mengambil dua kertas itu dan memberi salah satunya kepada Noel sambil mengangguk membalas penjelasan sang resepsionis. Kemudian, laki-laki berambut hitam bercorak putih tersebut membalikkan badannya dan menatap budak beastkind-nya.


“Noel, cobalah lebih dulu.”



“E\-eh? A\-aku?

__ADS_1



“Ya, kamu. Aku ingin tahu bagaimana cara kerja kertas ini.”



“B\-baiklah...”


Dengan berat hati, Noel menyetujui permintaan tuannya. Daripada permintaan, mungkin lebih tepatnya perintah. Ia menghela nafas berat selama beberapa detik, lalu memantapkan hatinya untuk meletakkan telapak tangannya di kertas kosong itu. Selang dua detik, ia melakukan apa yang diminta oleh gadis resepsionis tadi.


Noel menempelkan telapak tangan kanannya pada lembaran kertas cokelat nan buram tersebut dan mengalirkan sedikit kekuatannya sebisa mungkin. Bagi orang yang tak memiliki skill [Mana Manipulation] atau kemampuan yang bisa dikatakan sama, melakukan hal ini cukup menyulitkan. Mengapa? Karena pada dasarnya [Mana Manipulation] adalah skill yang memanipulasi mana atau kekuatan atau energi seseorang.


Mana merupakan kekuatan dasar yang dimiliki makhluk hidup. Energi, kekuatan sihir, mana, tenaga, stamina, dan masih banyak sebutan lain untuk mana. Sebutan mana adalah yang paling umum penamaannya di dunia fantasi penuh sihir dan monster ini. Maka dari itu semua orang menyebutnya mana.


Beberapa detik setelah Noel berusaha mengalirkan kekuatannya, kertas itu bereaksi. Lembaran kertas cokelat buram tersebut mengeluarkan sinar putih bernuansa biru dan mulai mengkerut menjadi kecil secara perlahan hingga mencapai ukuran KTP di dunia asal Riyan. Bedanya, terdapat beberapa informasi tambahan di sana.


---


Nama : Noel Luswolf


Kelamin : Perempuan


Ras : Beastkind


Kelas : Pembunuh


Tingkat : E


Bahaya : 2


---


Catatan : Ada perubahan nama pada Noel yang sebelumnya ‘Noel Luwolf’, diganti menjadi ‘Noel Luswolf’


‘Oh, jadi begini yang namanya kartu petualang? Cukup menarik.’


Riyan terkesan dengan perubahan kertas besar menjadi kartu sekecil itu dan informasi yang ditampilkan di sana. Memang informasi seseorang tidak selengkap gelang status atau skill [Apprasial] miliknya, tapi teknologi yang digunakan serikat petualang ini lumayan untuk dunia yang masih berada di sekitar zaman abad pertengahan. Ia juga tertarik dengan itu.


“Selamat, anda telah resmi menjadi seorang petualang sekarang! Selamat datang di kehidupan para petualang!”


Gadis resepsionis memberi ucapan selamat kepada Noel dari balik loketnya disertai tepuk tangan kecil. Noel hanya tersenyum senang mendengar ucapan selamat dan sambutan dari gadis di depannya ini. Tanpa ia sadari tuannya juga ikut tersenyum senang dari sampingnya.


Setelah dirasa cukup untuk ucapan selamat dan sambutannya, kali ini giliran Riyan. Ia menapakkan telapak tangan kanannya pada kertas yang ia pegang persis seperti Noel tadi. Selang dua detik, kertas tersebut mengeluarkan reaksi yang sama.


---


Nama : Riyan Klaint


Kelamin : Laki-laki


Ras : Manusia


Kelas : Umum


Tingkat : E


Bahaya : 17


---


“Selamat, dengan ini anda juga telah resmi menjadi petualang! Selamat menikmati kehidupan ala petualang!”


Si gadis resepsionis tadi juga memberi ucapan selamat kepada Riyan mengenai kartu serikat petualangnya. Tidak seperti Noel yang menunjukkan ekspresi senang yang diikuti senyuman manis, Riyan hanya menatap datar gadis yang berada di balik kaca loket. Entah mengapa, tiba-tiba gadis itu kehilangan senyumnya mendapat reaksi datar yang tak terduga dari pemuda ini.


“Baiklah, kalau begitu saya akan menjelaskan informasi dan apa saja kegunaan kartu petualang ini.”


Dengan cepat, ia mengganti topik dan mengalihkan suasana. Seperti yang diduga dari seorang resepsionis serikat petualang, ia tahu kapan harus serius dan kapan harus bercanda. Sekarang waktunya serius.


Informasi kartu petualang hanya cukup mengetahui identitas seseorang saja, tidak menampilkan status, level, maupun skill. Meski begitu, ada dua kolom yang tak ada pada status yang biasanya terbaca di gelang status maupun [Apprasial]. Ya, kolom tersebut adalah ‘tingkat’ dan ‘bahaya’.


Tingkat pada kartu petualang ini merupakan tingkatan seseorang dalam serikat petualang. Serikat mengakui adanya tujuh tingkatan seorang petualang. Dari yang terendah adalah tingkat E, dan yang paling tinggi adalah tingkat SS. Singkatnya, kolom ‘tingkat’ ini hanyalah peringkat seseorang dalam serikat petualang.


Selanjutnya ada kolom ‘bahaya’ yang tertera di kartu petualang. Gadis resepsionis itu menjelaskan bahwa kolom ini menjelaskan seberapa bahayanya seseorang. Semakin besar angka yang ditunjukkan, maka semakin bahaya pula sang pemilik kartu. Tingkat bahaya ini dapat dibaca dari status atau level sang pemilik kartu.


Kemudian, kegunaan kartu petualang dan konsekuensinya.


Pertama, kartu petualang ini digunakan sebagai identitas seorang petualang tentu saja. Kedua, dapat mengakses tempat-tempat yang tak bisa dikunjungi oleh orang awam. Ketiga, ketika ingin menjual sesuatu pada serikat petualang, harganya akan lebih tinggi dibanding menjual di toko-toko lainnya.


Lalu konsekuensinya, jika kartu petualang hilang atau rusak atau semacamnya, maka sang pemilik dikenakan denda sebanyak tiga keping emas dan harus mendaftar ulang menjadi petualang pemula yang otomatis tingkatnya juga akan turun. Terakhir, kalau saja seorang petualang gagal dalam menjalankan permintaan yang disanggupinya, maka ia harus membayar denda sebanyak 10% dari imbalan yang harusnya diberikan dari permintaan tersebut.

__ADS_1


“Baik, saya rasa saya sudah menjelaskan semuanya. Berhati\-hatilah dalam menjalankan permintaan.”


Setelah penjelasan panjang kali lebar dari gadis resepsionis itu, Riyan dan Noel beranjak dari loket resepsionis dan berjalan menuju papan permintaan dengan tenang. Meski begitu, hanya Riyan sajalah yang tetap terlihat tenang, berkebalikan dengan Noel. Gadis beastkind ini memasang wajah berseri-seri yang disekitar kepalanya dikelilingi bunga-bunga indah yang mekar dikarenakan senyuman manisnya.


__ADS_2