
Teng.. Teng... Teng..
Bunyi lonceng di sebuah gereja begitu menggema, nampak begitu banyak tamu yang hadir untuk menyaksikan acara pemberkatan pernikahan tersebut.
Sepasang insan yang akan mengikat janji suci itu begitu terlihat bahagia, mereka bahkan terlihat begitu serasi, pengantin wanita begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih dan hiasan bunga diatas kepalanya.
Sedangkan mempelai prianya terlihat begitu tampan dengan setelah tuxedo hitam nya.
Siapa pun tidak akan pernah menyangka bahwa pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan saja, tidak ada cinta dari keduanya.
Kreat
Suara pintu terbuka membuat caterin menoleh, dan nampaklah seorang lelaki yang kini telah menjadi suaminya yang bernama William.
Dia menatap caterin dengan tatapan tajam, kemudian masuk dan menutup pintunya, dengan langkah pasti William berjalan menghampiri caterin lalu menghempaskan tubuh caterin hingga terjungkal keatas ranjang.
William menghimpit tubuh caterin dengan kedua kakinya, kedua tangan caterin di letakan di atas kepalanya. Sedangkan satu tangannya mencoba menurunkan tali piamanya.
Caterin berusaha memberontak namun usahanya sia-sia karena jika di bandingkan dengan William yang berperawakan tinggi dan besar, kekuatan Caterin tidak ada apa-apa nya, bahkan tidak mampu membuat wiliam bergeming.
Kemudian William mendekat kan kepala nya ke telinga caterin lalu berbisik, hingga membuat caterin bergidik geli.
" Dengar ini baik-baik, jangan pernah berharap aku akan menyentuh mu. Aku sudah memiliki wanita lain di hatiku, dan jangan pernah berharap apa pun dariku." ucap William penuh penekanan, dan setelah berucap dia keluar, menutup pintu dengan keras.
Caterin terdiam mematung, dia memang tahu tentang kekasih William, pernikahan mereka hanyalah sebuah sandiwara untuk mengelabui kedua orang tua William.
Pasalnya William di paksa menikah dengan anak rekan bisnis ayahnya, namun William tidak mau dan hanya ingin menikah dengan kekasihnya.
Sementara orang tua William tidak menyukai kekasih nya itu, dan pada akhirnya dia memutuskan untuk membuat sandiwara pernikahan dengan Caterin yang notabennya adalah sosok wanita dingin namun pekerja keras.
Caterin pun mendapatkan keuntungan dari pernikahan ini, dia mendapatkan sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar dan kehidupannya pun terjamin.
****
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian...
Ting...
Ada sebuah pesan masuk ke ponsel caterin, lantas dia membuka pesan tersebut, dan tertera nama suami dinginku di layar ponsel nya.
" tunggu aku menjemputmu"
Caterin menghela nafas, benar-benar pria itu sungguh membuat nya jengkel. Baru dua bulan saja menjadi istrinya sudah banyak masalah yang harus dia hadapi.
Satu jam kemudian sebuah mobil berhenti di depan rumah, saat ini Caterin sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan ponsel nya hingga tidak menyadari kehadiran William yang menatap nya geram karena merasa di abaikan.
Kemudian dengan langkah tegas nya William menghampiri Caterin yang masih fokus dengan ponsel nya lalu tanpa basa-basi mencengkram pergerakan tangan Caterin hingga membuat nya meringis kesakitan.
" Kau harus bersikap seperti istri yang baik, mengerti" sentak nya seraya menghempaskan tangan Caterin.
Wiliam menyeret Caterin masuk kedalam mobil dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi, suasana di dalam mobil terasa begitu hening hanya deru mesin mobil yang terdengar.
Caterin sengaja menjaga jarak dengan william agar bisa membuat pertahanan dalam dirinya supaya tidak jatuh cinta dengan wiliam, karena sebagai seorang wanita dia juga tidak bisa menolak pesona seorang William. Namun dia menanamkan dalam hati untuk tidak jatuh dalam pesona pria dingin itu. Jika dia jatuh cinta, dia sendiri yang akan terluka karena cintanya akan bertepuk sebelah tangan pikirnya.
Hal ini sudah biasa mereka lakukan di depan keluarga Smith, mereka tidak ingin keluarga William curiga dengan pernikahan mereka, mereka selalu berpura-pura menjadi pasangan yang romantis.
Ceklek...
" Ayo masuk, kami sudah dari tadi menunggu kalian" sambut nyonya marinka mertua caterin.
Nyonya marinka sudah menganggap caterin seperti anak sendiri begitu pun sebaliknya dengan caterin, mereka sudah begitu akrab.
Saat sampai di ruang keluarga, tuan Smith sudah menunggu mereka dengan tampang masam nya, dia bersedekap dengan memegang sebuah majalah di tangannya.
Brak...
Tuan Smith melempar majalah itu keatas meja membuat caterin terlonjak kaget.
__ADS_1
" Bisa kau jelaskan apa itu? Tanya tuan Smith menatap tajam, sementara yang di tatap terlihat santai.
" Tak perlu ku jelaskan, kau pasti sudah tau? " ucap William dingin.
" Dasar anak sialan" geram tuan Smith.
" Sudah berapa kali aku katakan, jangan berhubungan dengan wanita itu lagi. Kau bahkan sekarang sudah punya istri, kau harus jadi suami yang bertanggung jawab" ucap tuan Smith marah
" Dan kau" Tatapan nya beralih pada caterin
" Seharusnya kau sebagai istri bisa mengurus suami mu, agar dia tidak berpaling pada wanita lain" lanjut tuan Smith.
Caterin pun berjalan mendekati mertuanya dan duduk di sampingnya." Pah, model itu hanya ingin menaikkan popularitas nya saja, dia sengaja menyebarkan rumor itu untuk mendapatkan perhatian masyarakat. Papah tenang saja berita ini pasti akan segera hilang, lagi pula aku percaya pada suamiku. Hanya aku yang ada di hatinya, benarkan? " ucap Catterin tersenyum kepada William.
Caterin berusaha menenangkan sang mertua, menutupi kesalahan yang William perbuat. Sementara yang membuat onar hanya tersenyum sinis mendengar ucapannya.
Sebenarnya model yang ada di majalah itu adalah kekasih William, dan Caterin mengetahuinya. Namun demi menjaga nama baik William dia selalu menutupi kesalahan yang William perbuat.
" Sudah lah Pah, Caterin benar. masalah ini jangan terlalu di pikirkan. Ingat kesehatan papa, ini sudah malam lebih baik kalian menginap disini yah" ucap nyonya marinka
Cateren hanya mengangguk pasrah, menolak pun tidak mungkin karena ini sudah terlalu larut untuk pulang. Mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.
Ceklek...
Suara kenop pintu membuat Caterin menghentikan aktifitas nya yang sedang mengeringkan rambut, William keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
" Malam ini kau tidur di sofa" Ucap William tanpa perasaan, sontak membuat Caterin merasa jengkel dan menghampiri William lalu menarik nya untuk segera bangkit
" Aku tidak mau tidur di sofa, kau saja tidur disana" ucap Caterin sambil terus menarik tangan William namun naas Caterin tidak sanggup menahan keseimbangan nya dan malah jatuh terjerembab di atas tubuh William.
" Kalau tidak ada yang mau tidur di sofa, lebih baik tidur bersama" ucap William menyeringai membuat mata Caterin membola seketika.
" Enak saja, aku tidak mau" ucap caterin dengan wajah memerah. Dia beranjak mengambil bantal dan selimut, kemudian berjalan kearah sofa. Lebih baik mengalah dari pada harus tidur bersama.
__ADS_1
Tbc.....