Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 10


__ADS_3

Keesokan harinya saat William tiba di kantor dia segera masuk ke ruangannya. Asisten nya mengatakan jika kekasih nya angel sudah menunggu di ruangan nya.


William menghampiri angel yang sedang duduk manis di atas sofa, angel mengenakan pakaian yang cukup terbuka, hingga memamerkan lekukan tubuhnya.


" Apa kabar sayang? " tanya angel memeluk erat tubuh william


" Baik, bukan kah kau sedang sakit kenapa berkeliaran begini?" tanya william


" Aku merindukanmu, lagi pula keadaan ku sudah lebih baik setelah kau merawatku" ucap caterin sembari mendongak


William hanya tersenyum menanggapi


" Sayang, hari ini aku ingin jalan-jalan bersama mu" ucap angel manja


" Tidak bisa, hari ini jadwal ku padat. Banyak rapat penting yang harus ku hadiri"


" Sebentar saja sayang" bujuk angel


" Bagaimana kalau kau pergi belanja sendiri" ucap William seraya memberikan kartu Berwarna gold nya pada angel.


Mendapatkan kartu tanpa limit itu membuat angel senang bukan main, dengan cepat dia menyambar kartu tersebut, tidak apa jika dia pergi tanpa William karena kali ini dia bisa puas berbelanja apa pun yang dia ingin kan.


" Baiklah, kalau begitu. walau sebenarnya aku ingin sekali pergi bersama dengan mu". Ucap angel pura-pura sedih


" Tidak apa nikmati hari mu, lain kali aku akan menemani mu pergi berbelanja"


Angel pun hanya mengangguk dan segera berlalu keluar setelah pamit pada William. Setelah kepergian angel, William menghembuskan napas lega. Entah apa yang terjadi pada dirinya saat ini, karena setiap hari yang ada di dalam pikirannya hanya Caterin saja.


Dulu angel dan William sering menghabiskan malam bersama tapi sekarang saat angel menyentuh tubuh nya William merasa risih dan tak nyaman, berbeda rasa nya saat dia menyentuh tubuh caterin seperti ada gelenyar-gelenyar aneh di tubuhnya.


Di apartemen....


Nyonya marinka datang bersama Kevin untuk melihat keadaan menantu nya, saat sampai dia melihat Caterin begitu kesulitan untuk beraktivitas sementara William meninggalkannya seorang diri tanpa ada seorang pelayan pun yang menemani.


" Bagaimana keadaan mu? " tanya nyonya marinka


" Baik ma"


" Sebaiknya untuk sementara waktu, kamu tinggal bersama mama sampai luka mu pulih"


" Tidak usah ma, aku tidak ingin merepotkan"

__ADS_1


" Mama tidak minta pendapatmu" ucap nyonya marinka tegas


Nyonya marinka merasa iba melihat keadaan menantu nya jangan kan melayani William mengurus dirinya pun Caterin tidak bisa.


" Mama ke toilet sebentar" pamit nyonya marinka yang di angguki caterin


Setelah nyonya marinka pergi tinggal lah Kevin dan juga Caterin mereka lama terdiam hingga akhirnya Caterin membuka suara.


" Kamu ingin aku buatan minum" tawar caterin


" Tidak usah, lagi pula kaki mu sedang sakit. Aku tidak ingin merepotkan"


Caterin hanya tersenyum mendengar jawaban Kevin, dia sendiri lupa bahwa kaki nya sedang sakit.


Tak lama berselang nyonya marinka kembali ke ruang tamu dan menghampiri mereka,tidak ingin membuang waktu nyonya marinka pun membereskan pakaian Caterin untuk di bawanya ke rumah besar.


Namun ada yang mengganjal di hatinya saat dia melihat keadaan di kamar Caterin,Tapi dia tidak ingin membebani menantu nya itu. Dia akan menanyakan pada William saja.


Di kediaman Smith...


Caterin telah membersihkan diri di bantu oleh pelayan mertua nya, dia merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan mata. Hari ini seluruh tubuh nya terasa sakit.


Saat pukul sepuluh malam, William dari kantor langsung pulang ke rumah orang tuanya, setelah nyonya marinka mengabari nya soal keberadaan caterin, nyonya marinka yang melihat kedatangannya langsung menghampiri dan memberi tatapan nyalang.


" Mau bicara apa?"


" Ada apa antara kamu dan Caterin? "


" Memang nya ada apa? Kami baik-baik saja" ucap william


" Jangan bohong tadi saat mama ke apartemen, mama lihat kalian tidur di kamar terpisah"


" Tidak terjadi apa-apa pada kami ma, kami sering pulang malam karena tidak ingin saling mengganggu kami pun memutuskan untuk tidur terpisah" bohong william


" Tidaj perduli kamu jujur atau tidak, tapi mama ingatkan padamu, Caterin adalah wanita yang baik, jadi jangan pernah menyakiti nya" ucap nyonya marinka tegas


" Aku mengerti"


Setelah bicara panjang lebar nyonya marinka pergi meninggalkan William, sebenarnya nyonya marinka belum puas mendengar penjelasan dari putra nya itu tapi dia tidak ingin mencampuri rumah tangga mereka terlalu jauh.


William menarik napas dan menghembuskannya kasar, dia segera beranjak masuk ke kamarnya, saat membuka pintu dia mendapati Caterin sudah tertidur pulas dengan lampu yang masih menyala.

__ADS_1


William mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan cahaya dari lampu tidur saja, dia hampiri tubuh mungil istrinya itu kemudian ikut berbaring dan memeluk tubuh caterin.


Dia hirup dalam aroma vanila dari tubuh wanita itu, aroma yang sangat dia sukai dan sudah menjadi candu baginya.


"Andai saja kita di pertemukan bukan dalam keadaan yang rumit seperti ini" gumam william


Dia pun semakin merapatkan tubuh nya mencari ke hangatan dari tubuh caterin.


Dua bulan kemudian...


Caterin dan william sudah kembali tinggal di apartemen, tangan dan kaki Caterin sudah sembuh dan dia pun sudah kembali beraktifitas seperti semula. Pergi pagi dan pulang malam hari sudah jadi rutinitasnya. Dia bahkan hampir tidak pernah bertemu atau pun bertegur sapa dengan William.


Hari ini William pulang lebih awal dan menunggu Caterin di Villa, namun saat hampir pukul sembilan malam Caterin baru pulang dengan raut wajah lelah.


" Kau sudah pulang" ucap caterin saat William membukakan pintu untuknya.


" Hemm"


Caterin pun masuk dan berjalan melewati William begitu saja.


" akhir-akhir ini kau sangat sibuk" ucap William hingga menghentikan langkah caterin


" Aku cuti cukup lama, untung saja mereka tidak memecatku" Jawab Caterin sambil berbalik menghadap William.


" Itu bagus, kau bisa mengurus ku di rumah"


" Kau sudah dewasa, urus saja dirimu sendiri" Jawab Caterin.


" Bukan kah itu tugas mu?" ujar William tak mau kalah


" Sudahlah jangan mengajaku berdebat" ucap caterin sambil berlalu


William tidak terima Caterin meninggalkannya begitu saja, dia kemudian mengejar Caterin sampai kamarnya. Dia tarik tangan wanita itu kemudian mendorong nya ke dinding.


" Awh, apa yang kau lakukan? " pekik caterin


" Kau membuat ku marah" Jawab William garang.


William semakin merapatkan tubuh nya menghilangkan jarak diantara mereka, lalu dia cengkram kedua pipi Caterin dan mencium nya kasar. Caterin terus berontak karena merasakan sakit di kedua pipinya


William yang gelap mata terus mencumbu nya dengan kasar, Caterin yang merasa akan di leceh kan oleh suaminya sendiri gemetar ketakutan dan meneteskan air mata.

__ADS_1


William yang menyadari hal itu menatap wajah Caterin kemudian segera mundur menjauh dan pergi tanpa sepatah kata pun.


Tbc...


__ADS_2