Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 7


__ADS_3

Saat ini Caterin sedang berhadapan dengan angel di sebuah restoran yang cukup mewah, sebenarnya Caterin enggan untuk datang, namun dia tidak ingin dianggap tidak sopan.


" Jadi ada apa? " tanya caterin to the point


" Tulis jumlah yang kau inginkan" ucap angel seraya menyodorkan sebuah cek yang sudah di bubuhi tanda tangannya.


" Kau yakin bisa membayar ku? Jumlah uang yang William berikan padaku tidak sedikit loh" ucap Caterin sinis.


" Ternyata kamu gila harta" hardik angel membuat Caterin meradang.


" Sama seperti dirimu, aku juga membutuhkan uang william" ucap caterin


" Heh sudah ku duga" ucap angel tersenyum kecut


"Aku tanya padamu, jika William jatuh miskin apa kamu akan tetap mencintainya? Aku yakin tidak kan" ucap Caterin dingin.


" Sudah lah, lebih baik aku pergi sekarang" ucap caterin beranjak, Dia sudah muak dengan segala macam penghinaan yang keluar dari mulut angel, dia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan wanita itu.


Namun pergelangan tangannya di cengkram kuat oleh angel dan membuat langkahnya terhenti.


" Kamu akan menyesal" Sarkas angel


Caterin pun menghempaskan tangan angel hingga membuatnya terjatuh ke lantai, angel pun berteriak pura-pura kesakitan hingga mengundang perhatian begitu banyak orang.


Angel terus memprovokasi orang bahwa dia itu korban, angel berkata bahwa Caterin itu seorang wanita ****** yang telah merebut suaminya.


Semua orang kini mulai menghujat Caterin, mereka mengucapkan sumpah serapah tanpa tahu kebenarannya.


Caterin yang masih belum mengetahui skenario yang sedang angel lakukan hanya diam terpaku, kenapa orang-orang begitu mudah berasumsi dari sesuatu hal yang hanya mereka dengar, tanpa tahu itu benar atau salah.


" Jika kalian tidak tau kebenarannya, lebih baik kalian diam" Bentak Caterin setelah dia tersadar akan situasi nya yang tersudut saat ini, dia berlalu pergi meninggalkan kerumunan.


****

__ADS_1


Setelah beberapa lama menunggu Caterin tak kunjung mendapatkan taksi, malam semakin larut tapi tak ada satu pun taksi yang lewat, batre ponsel nya pun habis, jadi dia tidak bisa menghubungi William.


Tiba-tiba ada tiga orang pria yang menghampiri nya dari tampilan nya, mereka seperti preman jalanan.


" Hai cantik, mau kemana? " tanya salah satu pria


Caterin tidak menjawab dan berbalik ingin menghindari mereka namun kedua teman pria itu menghadang jalannya.


" Minggir" ucap Caterin tegas


" Jangan jutek begitu, ayo kita bersenang-senang" ucap kepala preman sambil mencengkram pergelangan tangan caterin


" Lepas" Bentak Caterin bergetar ketakutan


" Tenanglah, kami akan membawamu ke nirwana hahaha" ucap mereka sambil terus menyeret tubuh Caterin.


Caterin terus berteriak minta tolong, walau dalam hati berkata tak akan ada yang mendengar nya, tapi dia masih berharap Tuhan memberinya pertolongan.


Sebuah batu besar menghantam kepala salah satu preman tersebut hingga terluka dan berdarah, mereka menoleh bersama-sama kearah batu tadi melayang, nampak seorang pria tinggi tegap dengan pakaian casual berdiri menatap mereka dengan mata elang nya.


" Lepaskan wanita itu" ucap sang pria


" Apa? Lepaskan, kau juga mau rupanya hahaha" mereka tak mengindahkan ucapan pria tersebut.


Pria itu berjalan dengan santai mendekati mereka dan tiba-tiba melayangkan pukulan di wajah salah satu preman itu hingga jatuh tersungkur.


Sepertinya pria itu jago beladiri hingga dengan mudah membuat preman itu tumbang hanya dalam satu kali pukulan, pria itu menghajar para preman dengan membabi buta hingga babak belur, akhirnya mereka lari terbirit-birit.


" Terimakasih tuan" ucap caterin


Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil kemudian merapikan pakaiannya.


" Berkeluyuran malam hari sangat berbahaya" ucap pria itu

__ADS_1


" Aku sedang menunggu taksi tuan" bela caterin


" Apapun alasannya, tetap saja berbahaya" jelasnya


Caterin pun tidak ingin menyela ucapan pria tersebut, dia hanya mengangguk mengerti.


" Ayo ikut" ajak pria tersebut


" Kemana tuan?" tanya Caterin waspada


" Bukankah kamu butuh tumpangan?" tanya nya


Caterin mengangguk kemudian mengikuti langkah pria yang sudah menolong nya menuju sebuah motor sport, Caterin merasa enggan untuk naik motornya, walau pria itu telah menolong nya, Caterin tetap harus waspada bukan?.


" Ayo naik" ucap pria itu yang melihat Caterin tak bergeming sedikit pun


" Kau takut padaku? " tanya nya


" Ti..dak tuan" Jawab Caterin gugup dan segera menghampiri pria itu yang sudah duduk di atas motornya, Caterin pun mengenakan helm yang di berikan pria tersebut.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh lima menit, mereka tiba perkiraan apartemen Caterin. Pria itu menghentikan laju motornya dan membiarkan Caterin turun.


" Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak tuan... " ucap caterin


" Kevin" selanya


" Aah tuan Kevin yah, ini kartu nama ku. Jika butuh sesuatu kamu bisa menghubungi ku" ucap caterin


Seusai memberikan kartu namanya Caterin pamit masuk, Kevin memandang kartu nama tersebut dan memakai helm bekas Caterin


" Manis" gumam Kevin tersenyum samar.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2