Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 2


__ADS_3

" Semalam tidur mu nyenyak nak? " tanya nyonya marinka kepada Caterin.


" Iya mah" jawab Caterin canggung.


" Kau sudah membuat masalah yang cukup besar william, mulai saat ini kau harus lebih menjaga sikap mu, dan lebih baik untuk sementara kalian tinggal di apartemen yang sudah aku siapkan sampai masalah ini reda" ucap tuan Smith.


Caterin melirik wiliam yang duduk di sampingnya, namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut pria itu.


" Pah, sepertinya itu tidak perlu" ucap Caterin menengahi, Tapi tiba-tiba Wiliam beranjak berdiri lalu berjalan kearah pintu keluar. Membuat tuan Smith murka.


" Anak sialan mau kemana kau hah? " maki tuan Smith. Menghentikan langkah William.


" Bukan kah kau menyuruh ku untuk pergi? " jawab william seraya berlalu meninggalkan caterin.


" Pah, mah aku pamit yah" ucap Caterin dengan tergesa-gesa mengejar langkah kaki William.


Sementara kedua mertua nya hanya gelang-geleng kepala melihat tingkah kedua nya.


" Dasar anak keras kepala" gumam tuan smith


****


Sebelum pergi ke apartemen mereka pulang ke rumah untuk mengambil pakaian terlebih dahulu, mereka akan tinggal sementara di apartemen untuk menjauh dari masalah yang william buat.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, mereka tiba pukul lima sore di sebuah apartemen yang cukup besar. William memasukkan pasword lalu pintu pun terbuka otomatis.


Caterin di buat terpukau dengan pemandangan tempat tinggalnya sekarang, apartemen nya begitu besar dan barang-barang nya terlihat begitu mewah. Hampir sama seperti yang ada di rumah yang dia tempati sebelumnya.


" Segera rapikan barang-barangku, setelah aku mandi semua harus sudah selesai" ucap William seraya berlalu ke kamar mandi.


" Huh, sungguh menyebalkan" gerutu Caterin.


Walau pun kesal caterin tetap membereskan barang-barang william ke lemari, dia tidak ingin membuat pria dingin itu murka.


Selang beberapa menit william sudah selesai dengan ritual mandi nya dan melihat sekeliling nya sudah rapi, tapi dia tidak melihat keberadaan Caterin di ruangan itu.


" Cepat sekali dia membereskannya" gumam william.


William celingukan mencari keberadaan Caterin sampai ke dapur, dia melihat Caterin sedang menyantap mie instan.


" Makan malam hanya ini saja? " tanya william.

__ADS_1


" Hanya ini yang tersedia, jika kau mau akan aku buat kan" Caterin beranjak membuatkan kan mie instan untuk william namun pergelangan tangannya di cekal william


" Aku tidak makan mie instan, masakan aku makanan" ucap William.


" Kau tidak dengar, hanya ini yang tersedia. tidak ada yang bisa di masak" ucap Caterin jengkel.


" Kalau begitu kita pergi belanja" ajaj William.


" Biar aku saja yang pergi" sela Caterin cepat.


Dia tidak ingin pergi berdua dengan william, lebih baik pergi sendiri karena akan lebih cepat. Sebelum pergi William meminta Caterin membuatkan teh lemon terlebih dahulu.


Selepas kepergian Caterin William pergi ke ruang tamu dengan secangkir teh lemon di tangan nya, dia membuka laptopnya kemudian mengecek email yang masuk.


Setengah jam kemudian....


Suara bel berbunyi membuat William mengernyit heran, bukan kah Caterin beru saja pergi, kenapa sudah kembali lagi? William berpikir mungkin Caterin tertinggal sesuatu.


Saat William membuka pintu dia begitu terkejut melihat sosok wanita yang begitu dia cintai ada di hadapan nya, dia adalah angel artis papan atas yang sedang naik daun karena rumor yang dia buat.


" Kenapa kau kemari? " tanya william


Angel tak menjawab dia malah berhambur ke pelukan William dan menenggelamkan kepala nya di dadanya, tentu saja William tidak menolak karena dia juga merindukan wanita itu.


William semakin mengeratkan pelukan nya dan menghirup dalam aroma tubuh wanita yang di cintai nya itu.


Angel terus merapatkan tubuh nya pada William, dia ingin membuat William bergairah agar mereka bisa bercinta. Ini sudah biasa mereka lakukan, William lebih memilih menuntaskan hasrat nya dengan sang kekasih daripada istri sah nya, Mereka terus bercumbu mesra hingga penampilan mereka sudah tak karuan.


Tap Tap Tap...


Samar-samar William mendengar langkah kaki dari luar, dia segera menarik angel untuk duduk di atas pangkuannya, dan mencumbu rakus bibir angel.


Bukan tanpa alasan William melakukannya, dia ingin melihat bagaimana reaksi Caterin saat melihat william bercumbu di depan mata nya secara langsung.


" Kenapa pintu nya terbuka" gumam caterin


Perlahan dia mendorong pintu, matanya terbelalak lebar melihat pemandangan tidak senonoh di hadapan nya. Namun sejurus kemudian dia kembali merubah raut keterkejutannya, caterin berusaha tidak menghiraukan kehadiran kedua makhluk itu.


Sesungguhnya Caterin berharap William mau menerimanya sebagai istri, walau mereka menikah tanpa cinta setidaknya William mau menghargai perasaannya.


Sementara William yang masih bersama angel termenung merasa aneh dengan sikap Caterin yang acuh, dia pun berujar dalam hati bahwa Caterin benar-benar tak berhati.

__ADS_1


" Kau sudah pulang, lama sekali. Aku sudah kelaparan" ucapan wiliam membuat Caterin menghentikan langkahnya dan menoleh.


" Sayang, apa dia pembantu baru mu" angel memindai penampilan Caterin yang memang tidak seperti pembantu pada umumnya.


" Dia istriku" jawaban William membuat angel tersenyum kecut.


" Oh jadi dia istri sewaan mu itu" angel tersenyum meremehkan.


" Hemm" Jawab William


" Aku ke dapur dulu" pamit Caterin, namun langkahnya terhenti saat angel mengutarakan keinginannya.


" Sayang bolehkah aku menginap di sini? " tanya angel begelayut manja di lengan kekar William.


" Kau harus bertanya padanya" tunjuk William ke arah Caterin.


Caterin hanya memutar bola mata nya malas, dia tidak ingin berada di situasi seperti ini.


" William jika nona ini ingin menginap, aku tidak keberatan, tapi tolong jangan sentuh barang-barangku. Dan satu lagi tolong jangan berisik" ucap caterin.


" Kamu tidak keberatan ada wanita lain masuk kerumah ini? " tanya William heran.


Caterin sempat tertegun dan menghentikan langkahnya, namun dia menguatkan hati nya dan menjawab dengan tegas bahwa dia tidak ingin mencampuri urusan William.


" Ini adalah rumah mu, dan semua keputusan ada di tanganmu" Caterin pun segera melanjutkan langkah nya, berlama-lama berbagi udara dengan ke dua orang itu membuat nya sesak napas.


" Lapang dada sekali dia" gumam William seraya tersenyum smirik.


" Jadi bagaimana, bolehkah? " tanya angel.


" Sebaiknya kau pulang saja, aku tidak ingin orang tua ku mengetahui kedatangan mu. Sebenarnya mereka yang menyuruh ku kemari" ucap William prustasi.


" Aku tahu ini pasti ulah papa mu kan, hah sampai kapan dia tidak mau merestui hubungan kita? " ucap angel kesal.


" Sudah lah, lebih baik kau pulang. Nanti setelah ada waktu aku akan menemui dirimu" ucap William.


" Awas saja jika kamu berbohong" ancam angel.


William hanya tersenyum menanggapi ucapan angel, angel segera menyerang William dengan ciuman panasnya. Sebenarnya William sudah tidak tahan untuk menuntaskan hasrat nya dengan angel.


Namun William tidak ingin melakukan nya di saat ada Caterin, entah kenapa dia seperti tidak ingin melukai hati Caterin lebih jauh. jadi sebisa mungkin dia menahan gejolak hasrat nya.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2