
Saat ini William tengah berada di depan pintu kamar Caterin dia memangku tangan sambil termenung memikirkan sikap Caterin terhadapnya.
Dia berpikir keras apakah Caterin benar-benar tidak perduli dengan dirinya atau hanya berpura-pura acuh saja akan sikap nya.
Memikirkan hal itu membuat kepala William terasa berputar, kenapa juga dia harus memikirkan tentang perasaan Caterin padanya.
Ceklek...
William membuka pintu kamar dan nampaklah Caterin yang sedang duduk di depan meja rias, wiliam bisa melihat pantulan wajah Caterin dari cermin tersebut. Caterin habis mandi dan sedang mengeringkan rambut dengan handuk.
Grab...
Tiba-tiba wiliam memeluk tubuh Caterin dari belakang, membuat mata Caterin membola karena terkejut, wiliam bahkan menopang kepalanya pada pundak Caterin. Membuat jantung Caterin berdebar kencang bahkan wajahnya bersemu merah.
" Jangan tidur dengan rambut basah, nanti kamu bisa terkena flu" ujar wiliam mengurai rambut caterin
Wiliam mengambil hairdryer di dalam nakas dan mulai mengeringkan rambut Caterin dengan hati-hati, mendapatkan perlakuan tidak biasa dari wiliam benar-benar membuat Caterin merasa bingung.
Baru saja William bermesraan dengan kekasihnya bahkan mereka asik bercumbu di hadapannya
" Selesai, kau tau? aku suka dengan rambut mu" ucap wiliam.
" Sudah malam, sebaiknya segera pergi tidur. Terimakasih sudah membantuku" Ucap Caterin mengusir wiliam.
" Kamu mengusirku" wiliam berdecak.
" Tidak, hanya saja di apartemen ini luas dan terdapat beberapa kamar. Kau bisa menempati salah satunya" ucap caterin.
" Aku tuan rumah nya, jadi aku bisa tidur dimana pun aku mau" ucap William sombong.
" Hah, terserah" ujar Caterin jengah.
Caterin beranjak ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya membelakangi William, tak di sangka William pun ikut berbaring di samping Caterin.
" Apa kamu sudah tidur" tanya william.
" Hemm" Caterin malas meladeni pertanyaan William.
" Aku tidak bisa tidur" ucap William.
Grab....
Wiliam memeluk tubuh Caterin dan membuat Caterin terlonjak kaget, sontak Caterin mendorong tubuh William hingga terjungkal kebelakang.
__ADS_1
" Pergi sana, jangan dekat-dekat. Hari ini kamu membuatku kesal saja" ucap Caterin jengkel.
Tapi tidak sedikit pun William menggubris ucapan Caterin, dia malam menarik Caterin kedalam dekapan nya. Semakin Caterin berontak semakin erat pula pelukan nya.
" Diam atau aku akan bertindak lebih" bentak William.
Seketika Caterin diam, William tersenyum penuh kemenangan. Caterin menyembunyikan kepalanya di bawah dada bidang William, dia bingung dengan perubahan sikap William padanya.
Keesokan harinya...
Pukul dua belas siang Caterin sudah berada di perusahaan Smith, dia di perintahkan ibu mertua nya mengantar makan siang untuk William, bukan tanpa alasan mertua nya itu menyuruh nya. Asisten nya bilang akhir-akhir ini William sering melewatkan makan siang nya jadi mertua nya ingin agar Caterin memperhatikan kesehatan William.
Saat melewati loba kantor beberapa karyawan menatap Caterin sambil berbisik-bisik tapi masih bisa Caterin dengar
" Itu bukannya istri pak bos, ada apa datang kemari? "
" Kalian dengar tidak, banyak gosip miring tentang hubungan mereka"
" Iya, aku dengar pak bos punya simpanan model terkenal"
" Kasihan sekali bu bos"
Caterin tak menggubris ocehan para karyawan, dia terus berjalan acuh berusaha tidak peduli, lebih baik dia melanjutkan tujuannya daripada menanggapi ocehan para karyawan itu yang membuat telinga nya panas.
" Jansen berikan data bulan ini, aku akan mengecek nya sekarang" ucap William tanpa menoleh.
" Ini aku" ucap caterin.
Deg...
William menoleh dan begitu terpana dengan penampilan Caterin, walau saat ini Caterin hanya menggunakan dres berwarna coklat dengan panjang sebatas lutut.
Tapi dimata william saat ini Caterin terlihat begitu cantik, william tersenyum senang karena catrin mau datang mengunjungi nya dan bahkan membawakan makan siang, Pasalnya selama ini Caterin selalu sibuk bekerja.
" Rupanya istriku yang datang" ujar william menghampiri Caterin.
" Mama mu yang menyuruh ku kemari" ucap caterin.
Caterin memberikan paper bag yang berisi makanan kepada william, melihat itu william begitu bersemangat ingin segera mencicipi masakan buatan istrinya.
Namun saat membuka bungkusan tersebut william terbelalak karena di wadah makanan itu ada logo sebuah restoran yang cukup terkenal dan seketika william di buat kecewa.
" Kau memesan semua ini di restoran? " tanya william dengan tampang kesal.
__ADS_1
" Bagaimana lagi, aku sangat sibuk jadi tidak punya banyak waktu untuk memasak, tenang saja semua itu makanan sehat" ujar Caterin santai.
" Baiklah tidak masalah tapi kau harus temani aku makan" Walau sedikit kecewa william tetap akan memakannya.
" Tidak bisa, aku harus segera pergi. Aku banyak pekerjaan" Caterin beralasan.
" Aku tidak perduli" ucap william tegas.
Akhirnya Caterin menemani William makan dengan raut wajah kesal dengan bibir nya yang terus komat-kamit menggerutu, dia tidak perduli dengan tatapan pria di sampingnya.
Tap Tap Tap...
Caterin meluruskan pandangan nya ke arah pintu, dia melihat angel masuk keruangan william.
" Tumben nyonya Smith datang ke perusahaan" ucap angel sinis.
" Kenapa? Apa aku tidak boleh datang menemui suamiku? Bukan kah seharusnya aku yang bertanya ada kepentingan apa anda datang ke kantor suami saya? "tanya Caterin tak kalah sinis dan itu sukses membuat angel geram.
" Dengar, meskipun kau istri sah nya tapi di hati william hanya ada aku. Aku adalah wanita yang di cintai nya jadi siap-siap saja aku akan menggantikan posisi mu" teriakan angel.
" Diam" bentak william
" Sayang" Angel merubah raut wajahnya manja
" Pulang lah angel" ucap william
" Kenapa aku yang harus pergi, harusnya kau usir wanita ini" marah angel.
" Aku bilang pulang, jangan buat aku marah" Bentak William.
" Ada apa dengan mu Will? Sekarang kau berani membentak ku, aku kecewa padamu" ucap angel seraya pergi.
William terdiam mematung dia merutuki sikap nya yang telah kasar terhadap angel, dalam hatinya merasa bersalah dan akan meminta maaf pada kekasihnya itu.
Dia tidak bisa mengejar nya sekarang karena sedang ada Caterin bersamanya, dan entah kenapa dia merasa seperti seorang penjahat sekarang.
William menarik tangan Caterin dan mengajak nya kembali duduk, Caterin pasrah saat tubuhnya di serem oleh william, dia terpaksa harus menemani William makan sampai selesai .
" Bagaimana? " tanya Caterin saat william mengunyah makanan di mulutnya.
" Enak " ujar william tersenyum.
Mereka pun menikmati makan siang dalam diam, berkecamuk dalam pemikiran masing-masing. William menyadari bahwa Caterin adalah sosok wanita yang sempurna selain cantik dia juga pekerja keras, Caterin selalu berusaha sendiri tanpa ingin belas kasih dari orang lain. Dan sepertinya william mulai tertarik pada Caterin.
__ADS_1
Tbc....