
William terus ******* bibir tipis Caterin hingga membuat napas caterin tersengal, William baru menghentikan ciuman nya saat melihat wajah Caterin memerah karena kehabisan nafas.
Tapi William tidak mengasihi nya, William malah menarik tangan Caterin kasar menuju kamarnya.
" Kau mau apa? Tolong lepaskan aku? " ucap Caterin ketakutan.
" Diam" Bentak William dan terus menyeret tubuh Caterin agar mengikutinya.
Saat tiba di kamar, William segera menghempaskan tubuh Caterin keatas ranjang, kemudian menindihnya dan membuka piama atasnya.
Semakin Caterin berontak semakin gencar pula William mencium bibir dan juga leher Caterin, dengan derai air mata Caterin terus memohon agar William berhenti.
Walau pun William suaminya Caterin tidak ingin melakukan nya dalam keadaan William yang sedang tak sadar.
" Lepas... hiks" isak Caterin, saat William menghentikan pangutan bibirnya.
"Apa kamu begitu membenci ku?" tanya William sambil menatap wajah Caterin yang di banjiri air mata.
Caterin tidak menjawab pertanyaan William, dia terus menangisi keadaannya, William yang tak mendapatkan jawaban dari Caterin segera bangkit lalu meninggalkan caterin sendiri.
Keesokan harinya...
Caterin terbangun dengan keadaan lemas, wajahnya terlihat pucat dan ada lingkaran hitam di kedua matanya.
Saat Caterin keluar dari kamar, dia melihat William sedang terduduk di sofa sambil meringis memegang perutnya, awalnya Caterin ingin membiarkan nya karena masih kesal atas perlakuan William padanya semalam. namun rasa kemanusiaan menuntun Caterin menghampiri pria itu.
" Kau kenapa? " tanya Caterin cemas.
" Sepertinya maag ku kambuh, tolong ambilkan obat di kamarku" ucap William lemah.
" Baiklah, tunggu sebentar" ucap Caterin seraya berlalu meninggalkan William, Setelah dari kamar, Caterin pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
William yang memperhatikan gerak-gerik Caterin hanya tersenyum kecil, hatinya merasa senang di perhatikan oleh Caterin.
Caterin pun duduk disampingnya dan menyodorkan obat beserta airnya, William meminum obat itu dan membaringkan tubuhnya di pangkuan Caterin.
" Kau mau apa? " tanya Caterin terkejut.
" Aku hanya ingin tidur sebentar, agar rasa sakitnya hilang" ucap William sambil memejamkan mata.
Caterin mengalah dan membiarkan William tidur di pangkuannya, karena merasa bosan dia membaca majalah yang ada di atas nakas.
Caterin menyadarkan punggungnya di sandaran sofa, kakinya juga sudah terasa pegal, tapi dia tidak ingin membuat pergerakan yang nantinya akan mengusik tidur William.
__ADS_1
Selang beberapa menit William terbangun dan memandang wajah Caterin.
" Caterin" Panggil William, Caterin pun menoleh.
" Apa sudah lebih baik? " tanya caterin.
Namun bukan jawaban yang Caterin dapatkan, William malah mencium nya dengan menarik tengkuk lehernya.
" Itu ucapan terimakasih sudah merawatku" ucap William tersenyum devil.
Caterin yang belum tersadar dari keterkejutannya masih melongo dan tak percaya William menciumnya, caterin merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menghindar dari setiap sentuhan William.
Saat sudah sadar Caterin segera beranjak berdiri dari duduk nya dan bergegas pergi ke dapur.
" Aku akan membuatkanmu bubur" ucap Caterin berlalu dengan wajah merah nya. Sedangkan William tersenyum penuh kemenangan.
Setelah beberapa menit, bubur yang Caterin buat telah selesai, dia segera membawanya kepada William yang masih setia duduk menunggu nya.
" Makanlah" ucap Caterin meletakkan bubur nya di atas meja.
" Tolong suapi aku, tangan ku masih lemas" ucap William pura-pura tak berdaya.
Caterin menghela nafas lalu duduk disamping william kemudian mulai menyuapi pria itu.
" Kamu harus menjaga kesehatan dengan pola makan yang benar, agar tidak sakit lagi" ucap caterin.
" Aku tidak khawatir karena ada kamu yang akan merawatku" ucap William enteng.
" William kau tahu betul, aku tidak akan ada disampingmu selamanya" ucap caterin.
Ucapan Caterin Membuat William meradang dan menatap nya tajam, satu tangan nya mencekal pergelangan tangan Caterin, entah kenapa William tidak suka dengan ucapan Caterin barusan.
" Kenapa ucapanmu selalu membuatku jengkel" ucap William gusar namun Caterin tampak acuh.
" Sepertinya kamu sudah sembuh" ucap Caterin sinis
" Apa maksudku? " tanya William mengerutkan alis
" Cekalan tanganmu sudah cukup kuat" ujar caterin
William segera melepaskan Cekalan tangannya, William tidak mau Caterin beranggapan jika dia hanya memanfaatkan kepeduliaan Caterin terhadapnya, walau pun itu semua benar adanya.
" Tidak, aku masih sakit" ucap William mengiba, berharap Caterin percaya dan tidak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Namun Caterin tidak memperdulikan ucapan William, caterin segera berlalu ke kamar nya untuk membersihkan diri, karena sudah terlambat baginya pergi ke kantor.
Saat di kantor...
Semua karyawan yang melihat kedatangan Caterin terlihat menyapa nya, bagi mereka Caterin adalah senior yang sangat baik dan juga ramah,mereka tidak pernah sungkan terhadap Caterin.
" Luna, apa rancangan gambar yang aku pinta sudah selesai? " tanya Caterin pada sekertarisnya yang bernama luna, saat ini mereka sudah berada di ruangan Caterin.
" Masih ada sedikit lagi yang belum selesai, besok saya pastikan akan segera siap" Jawab Luna
" Baiklah" ucap Caterin sembari membuka berkas-berkasnya
Walau pun matanya menatap pada berkas-berkas di hadapan nya tapi pikirannya tertuju pada William, dia penasaran dengan keadaan William saat ini.
Caterin membuka ponsel nya dan dengan ragu-ragu mulai mengetik kata-kata untuk menanyakan keadaan William, namun dia ragu untuk mengirimkan nya, logikanya berkata tidak namun hatinya mengiyakan.
Saat ia tengah bimbang tiba--tiba Luna membuka pintu membuatnya kaget dan tak menyadari jika pesannya sudah terkirim.
Luna datang untuk menyampaikan laporan padanya, Caterin pun memasukan ponsel nya ke dalam saku jas.
Pada saat makan siang, tiba-tiba ponsel nya berdering, nampak nomor baru yang tertera di layar ponsel nya, dia mengerutkan alis dan mengangkat panggilan tersebut.
" Halo dengan siapa? " tanya caterin
" Aku angel, ada hal penting yang ingin aku katakan, aku tunggu di kafe La Rosa sekarang" ucap angel di akhir panggilan.
Caterin pun menghela napas, dia sudah bisa menebak apa yang akan di katakan angel nanti. Dan dia harus menyiapkan telinganya untuk menghadapi makian wanita itu.
Caterin pun kembali menuju ruangan nya, saat dia membuka pintu ternyata William sudah ada didalam, William sedang duduk di kursi Caterin dengan tampang sok cool nya membuat Caterin berdecak malas.
" Kenapa kau kemari? " tanya Caterin sinis padahal hatinya bersorak riang.
" Aku ingin menjemputmu" ucap William menghampiri.
" Sepertinya aku tidak bisa, ada hal penting yang harus aku selesaikan terlebih dahulu" Jawab Caterin.
" Sepenting apa? " tanya nya
" Ini sangat penting, menyangkut kehidupanku" jawaban Caterin membuat William mengerutkan alisnya tapi William tidak ingin memaksa Caterin, karena William tahu tidak ada yang lebih penting bagi caterin selain pekerjaannya.
Dan William berpikir mungkin Caterin masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan, william pun mengalah dan pulang tanpa istrinya.
Tbc....
__ADS_1