
Saat Caterin membuka pintu, apartemen dalam keadaan gelap gulita, lantas dia mencari saklar lampu dan menyalakan nya.
Phak..
Seketika lampu menyala dan Caterin kaget saat melihat William sedang menatapnya dengan wajah masamnya.
" Dari mana saja kau? " tanya william
" Aku habis bertemu teman lama ku" Jawab Caterin gugup
" Seorang pria? " Sarkas william
" I.. tu" belum sempat Caterin menjawab, ponsel William berdering tanda sebuah panggilan masuk.
" Ya sayang" ucap William sambil melirik Caterin
" William aku sedang sakit, tolong temani aku" rengek angel
" Benarkah? Jangan khawatir aku akan segera kesana" ucap William seraya berlalu meninggalkan caterin yang terdiam mematung.
William pergi tanpa pamit, tak Sepatah kata pun keluar dari mulutnya. William tak menganggap keberadaan caterin sama sekali. membuat hati Caterin terasa di tusuk duri-duri yang tajam.
Caterin termenung memikirkan nasibnya, dia berpikir mungkin jalan terbaik nya. Mereka harus segera mengakhiri pernikahan ini, daripada dia merasakan rasa sakit yang lebih dalam, sebelum cinta di hatinya semakin besar.
Saat pagi hari...
Setelah bersiap dan sudah rapi Caterin segera keluar dari kamarnya, saat melewati meja makan dia melihat William tengah menikmati sarapan nya.
" Ayo sarapan, aku memesan sarapan untukmu" ucap william
" Aku sarapan di kantor saja" Jawab caterin
" Tidak baik membuang-buang makanan, siapa yang akan memakan semua ini" ucap william
Caterin yang semula ingin sarapan di kantornya terpaksa ikut sarapan bersama William.
" Setelah sarapan aku akan mengantar mu ke kantor" kata william
" Tidak usah, aku berangkat sendiri saja" Jawab caterin
" Semalam aku... " ucapan William terpotong karena Caterin menyela nya.
" Sudah lah aku tidak ingin membahasnya" ucap Caterin
__ADS_1
Caterin pura-pura tersenyum lalu menyantap sarapan paginya, saat ini dia sedang tidak ingin berdebat dengan William.
Setelah Caterin menghabiskan sarapan nya, dia beranjak membersihkan piring bekas makannya dan juga William.
" Apa kamu benar-benar tidak peduli padaku? " tanya william seraya menghampiri Caterin.
" Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak saling mencampuri kehidupan pribadi " Jawab Caterin tanpa menoleh dengan kedua tangan terkepal kuat.
William tertegun mendengar jawaban dari Caterin, hatinya merasa tergelitik oleh ucapan Caterin, pasalnya dulu dia sendirilah yang membuat benteng diantara mereka berdua.
Saat di kantor...
Waktu menunjukan pukul empat sore saat nya Caterin pulang, pada saat Caterin sedang membereskan dokumennya ada sebuah pesan masuk dari William.
William berkata sudah menunggu Caterin di parkiran. Dia ingin mengajak Caterin kerumah orang tua nya, mereka di undang untuk makan malam bersama, Caterin tidak mampu menolak. Dia pun menyetujui ajakan suaminya itu.
Saat Caterin keluar dari kantor, dia melihat William duduk bersandar di samping mobilnya sambil fokus memainkan ponsel nya, sesaat Caterin terhipnotis akan ketampanan nya. Namun dia segera tersadar bahwa pria di hadapan nya itu bukan milik nya.
" Ayo jalan" ajak Caterin sambil masuk kedalam mobil
William yang kesal dengan sikap dingin Caterin tidak menyahuti nya sama sekali, dia duduk di depan kemudi dan melajukan mobilnya.
Selang beberapa menit mereka tiba di depan rumah keluarga Smith, sepanjang perjalanan tak ada yang berbicara Sepatah kata pun. Tapi saat memasuki rumah William langsung menggandeng tangan Caterin dan merapatkan tubuh dengannya.
Saat masuk nyonya marinka menyambut hangat kedatangan mereka dan mengajak mereka pergi ke ruang makan.
" Hari ini mama sangat bahagia, semua nya sudah berkumpul kembali" ujar nyonya marinka
" Maksud mama? " tanya caterin tak mengerti
" Kevin adik nya William telah kembali jadi mama sengaja merayakan kepulangannya dengan makan malam bersama" jawab nyonya marinka
Caterin yang merasa pernah mendengar nama tersebut sejenak teringat pada pria yang tah menolong nya malam itu.
" Selamat malam semua" sapa kevin
Deg..
Caterin yang merasa pernah mendengar suara tersebut sontak langsung menoleh dan begitu terkejut, melihat Kevin yang menolong nya ternyata adik dari William.
" Malam sayang, ayo duduk" sambut nyonya marinka
Kevin pun mengangguk kemudian duduk di hadapan Caterin, Kevin yang sebelum nya tidak menyadari kehadiran Caterin sama kaget nya.
__ADS_1
" Caterin" ucap Kevin spontan
" Ah iya, apa kabar? " tanya caterin canggung
" Aku baik" Jawab Kevin tersenyum
" Wah, apa kalian sudah saling mengenal? " tanya nyonya marinka
" Iya ma, senang sekali bisa kembali bertemu" ujar Kevin senang
" Baguslah kalau begitu, Caterin itu istri kakak mu jadi kau harus baik-baik padanya"
" Hemm" Jawab Kevin mengangguk
Kevin terus memperhatikan wajah Caterin sementara William memperhatikan gelagat adik nya yang selalu mencuri pandang kearah caterin, William sudah bisa menilai jika Kevin menyukai istrinya. Dia harus mulai berhati-hati karena dari dulu Kevin selalu merebut apa pun yang menjadi miliknya
Kevin yang menyadari William memperhatikan kan nya segera menoleh.
" Kamu posesive sekali, lihatlah wajah istrimu yang tertekan itu" ujar Kevin membuat William mendelik kesal dan segera menyelesaikan makan malam nya.
William segera beranjak menuju kamar nya dan di ikuti oleh Caterin dari belakang,
" Katakan, bagaimana kamu bisa mengenal Kevin?" tanya william dengan tatapan tajam
" Kami tidak sengaja bertemu, beberapa hari yang lalu dia menyelamatkan ku dari beberapa preman" Jawab Caterin gugup
" Hah, kau lebih memilih meminta tolong pada orang lain daripada suamimu sendiri" hardik william
" Bukan begitu, hari itu ponsel ku kehabisan daya. Dan kevin kebetulan lewat" ucap caterin membela diri
" Kebetulan ya" Jawab William tersenyum meremehkan lalu mendekati caterin
" Ingat ini baik-baik, kamu itu istriku jadi kamu harus menjaga jarak dengan pria lain" tambahnya
William semakin merapatkan jarak mereka dan menarik tengkuk leher Caterin lalu memungut bibir tipis nya yang lembut, Caterin yang belum terbiasa berciuman dengan durasi yang cukup lama sudah mulai kehabisan oksigen dan segera melepaskan tautan bibir mereka.
" Kamu payah sekali" cela William
" Lalu kenapa kau selalu mencium ku?" tanya caterin malu
" Aku suka, tenang saja aku akan mengajarimu" bisik William membuat wajah Caterin bersemu
" Kau pandai mencari keuntungan" ucap caterin berlalu pergi menyembunyikan senyum di bibirnya
__ADS_1
Tbc....