Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 4


__ADS_3

Setelah dari perusahaan Smith, Caterin kembali ke kantornya dengan langkah yang ringan dan senyum yang terus mengembang dari bibirnya.


Caterin terus teringat kejadian di kantor william, dia tidak menyangka jika William akan membela nya di hadapan angel, bahkan William tidak berniat mengejar angel dan meninggalkannya tadi.


Hari ini Caterin memutuskan akan pulang lebih cepat dan menyiapkan makan malam untuk William, dia sadar selama menjadi istri William dia tidak pernah memperhatikan suaminya itu.


Caterin selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan begitu pula dengan William, walau begitu William selalu mentranfer uang bulanan ke rekening Caterin sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai suami.


Saat malam hari....


Caterin sedang menata makanan diatas meja terdengar suara pintu terbuka, membuat Caterin menoleh dan terlihatlah William datang menghampiri nya.


William tersenyum menghampiri dan memeluk tubuh Caterin dari belakang, pelukan nya mampu menimbulkan rona merah di pipi Caterin.


Di perlakukan seperti itu membuat Caterin merasa seperti seorang istri sungguhan, satu hal yang belum mereka sadari adalah benih-benih cinta yang telah tumbuh di hati keduanya.


William menyodorkan tas kerja nya kepada Caterin, dan Caterin pun menyambut nya dengan senang hati, ini adalah suatu kemajuan besar dalam hubungan mereka.


Selama ini William melarang Caterin mencampuri kehidupannya bahkan menyentuh barang-barannya pun Caterin tidak di perbolehkan. Dan mungkin sekarang William memberikannya kesempatan.


" Biar ku simpan di ruang kerjamu" ucap caterin.


" Aku akan membersihkan diri" William pun berlalu masuk ke kamarnya sementara Caterin masuk ke ruang kerja William.


Saat masuk ke ruang kerja William, Caterin melihat deretan lemari yang di isi dengan begitu banyak buku-buku yang tersusun rapi, ada juga beberapa lukisan terpajang rapi di dinding ruangan tersebut.


Caterin terus memindai seluruh ruangan dengan mata indahnya, tatapan nya berhenti pada sebuah bingkai foto yang membelakanginya. letaknya di atas meja kerja william.


Caterin mendekati meja tersebut dan mengambil bingkai foto nya, saat dia membalik nya ternyata itu adalah foto angel kekasih William.


Hatinya merasa tertampar, sejenak dia melupakan keberadaan wanita itu. Padahal jelas-jelas William dan angel saling mencintai, dia hanya orang ketiga diantara mereka.


" Sedang apa kau" sentak William membuat Caterin terperanjat kaget dan tanpa sengaja menjatuhkan bingkai foto yang ada di tangan nya, itu memancing kemarahan William, kini wajah william sudah merah padam di liputan amarah.


" Apa yang kau lakukan? Ini barang berharga bagiku" Hardik William marah.


Dia menekan bahu Caterin dengan kuat membuat Caterin meringis kesakitan dia memberikan tatapan tajam yang begitu menusuk, kemudian mendorong tubuh Caterin hingga tersungkur ke lantai.


Kepala Caterin terbentur ujung meja hingga terluka dan mengeluarkan darah, Caterin tidak mampu berkata dia hanya mengunci bibirnya. Sungguh saat ini hatinya begitu gamang.


" Lain kali jangan sentuh barang-barangku "ucap William seraya berlalu meninggalkan caterin.


Setelah William benar-benar keluar Caterin mulai menangis terisak, kemudian dia meraih pecahan kaca yang berserakan.

__ADS_1


Caterin berniat membersihkan serpihan kaca tersebut namun naas malah jari-jari tangannya yang terluka oleh serpihan kaca nya. Dia kemudian memandang kembali foto tersebut


" Di hatinya sudah ada dirimu, bagaimana mungkin aku berpikir jika William sudah menerima ku sebagai istrinya" gumam Caterin lirih disertai derai air mata.


Setelah membuang serpihan kacanya Caterin pergi ke kamar tamu dan mulai mengganti bingkai foto tersebut dengan yang baru.


Setelah memperbaiki fotonya Caterin masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuh nya selama setengah jam, Caterin ingin menghilangkan jejak kesedihan nya.


Rasa sakit di tubuh tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya, air mata mengalir dengan derasnya air, selama ini Caterin selalu membentengi hatinya untuk tidak jatuh cinta kepada William. Tapi tanpa dia sadari cinta nya makin besar untuk William, dan cinta itu sekarang menyakiti hatinya.


Caterin menyudahi ritual mandi nya dan segera mengenakan pakaian, tubuhnya sudah menggigil kedinginan. Dia membalut luka yang ada di kepala dan juga jarinya.


Sementara itu, William yang saat ini tengah berada di ruang kerja nya sedang termenung, memikirkan sikapnya terhadap Caterin. Hatinya merasa gelisah dan merasa bersalah.


Caterin memutuskan menemui William untuk mengembalikan bingkai foto angel, dia juga meminta maaf karena sudah merusak nya. Dan Caterin berkata tidak akan menyentuh barang-barang William lagi.


William menatap wajah Caterin dan tatapan nya tertuju pada plaster yang menempel di kepalanya.


" Apa luka mu masih sakit? " tanya William dengan rasa bersalah di hatinya.


" Tidak, ini hanya luka kecil, aku minta maaf karena sudah merusak foto nya. Aku berjanji tidak akan menyentuh barang - barang mu, dan semoga kedepannya kita bisa menjalani pernikahan sesuai perjanjian " ucap Caterin dingin.


Caterin kembali ke kamar namun kali ini bukan kamarnya dan juga William melainkan kamar tamu, kamar tamu juga tidak kalah besar dari kamar utama Caterin bisa tidur dengan nyaman disana.


Tut...tut..tut


Caterin berusaha menghubungi sahabat nya Raya


" Halo" sapa raya


" Raya bisa kita bertemu? kalau kamu ada waktu, besok aku tunggu di tempat biasa" ucap Caterin.


" Ada apa? tanya raya.


" Tidak ada apa-apa, aku hanya rindu" ucap Caterin pura-pura tertawa.


" Baiklah" jawab raya


Caterin memutuskan Sambungan telepon nya, dia berbaring dan memejamkan matanya hingga terlelap.


Sementara di kamar lain William sedang termenung karena tidak melihat keberadaan Caterin di kamarnya, William berpikir mungkin ini jalan yang terbaik bagi mereka agar tidak saling menyakiti, william begitu mencintai angel tapi dia juga ingin Caterin selalu berada di dekatnya. Egois bukan!!!


Keesokan nya....

__ADS_1


Caterin bertemu dengan raya di Cafe langganan mereka, saat ini mereka sedang menunggu pesanan.


" Apa yang terjadi dengan kepala mu? " tanya raya penasaran.


" Ini hanya luka kecil, aku terpeleset di kamar mandi" ucap Caterin berbohong.


Caterin tidak menceritakan permasalahannya dengan William namun Raya menyadari ada yang salah dengan sahabatnya itu, tapi dia tidak akan memaksa Caterin untuk bercerita.


" Kamu tidak bisa berbohong dariku, pasti itu ulah william" ucap Raya


" Bukan, kamu tenang saja" ucap Caterin meyakinkan.


" Baiklah" jawab raya kesal karena sahabatnya membela William.


" Aku sangat merindukan ibu, akhir-akhir ini aku sangat sibuk jadi tidak bisa menjenguk nya. Aku tidak tahu keadaannya sekarang" ucap Caterin sendu.


" Kamu tenang saja, ibu pasti baik-baik saja, bukan kah setelah operasi keadaannya mulai membaik" ucap raya menenangkan.


" Terimakasih selalu ada untuk ku" ucap Caterin memeluk tubuh Raya.


Raya adalah sahabat baiknya, raya tahu semua permasalahan yang caterin hadapi termasuk pernikahannya dengan William yang hanya karena kesepakatan.


Saat itu Caterin yang sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya operasi dan perawatan ibunya terpaksa menerima tawaran William untuk menikah, dia mengorbankan masa depannya untuk kesembuhan ibunya.


" Kamu juga harus memikirkan masa depanmu" ucap raya menguraikan pelukan.


" Kurang dari enam bulan lagi aku sudah bisa lepas darinya" ucap Caterin memalingkan wajah dan tangannya terkepal kuat.


" Aku akan selalu mendukung mu, semoga kamu selalu bahagia" ucap Raya tersenyum mencairkan suasana.


" Ok" Jawab Caterin.


Mereka pun tertawa bersama dan menikmati makanan yang sudah di antar oleh pelayan.


Tbc..



William Peter Smith



Caterin Agliora

__ADS_1


__ADS_2