Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 13


__ADS_3

🍂🍂🍂


Keesokan paginya...


Caterin terbangun dengan tubuh yang terasa remuk, tapi lebih remuk lagi hatinya karena melihat keadaan tubuhnya yang polos tanpa setelah benang pun sekilas dia mengingat kejadian semalam saat dia di toilet, selebihnya dia tidak mengingat nya sama sekali.


Caterin melirik kesamping dan melihat seorang pria yang masih terlelap tidur dengan berbelanjang dada, dia terperangah kaget menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Ini yang selama ini dia hindari, tapi nyatanya tuhan berkehendak lain. Caterin mencoba bangkit dengan tak memperdulikan rasa sakit di tubuhnya.


Dia bergegas membersihkan diri dan Setelahnya dia pulang ke apartemen sendiri, saat tiba di apartemen Caterin langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.


Dia menangis sejadi-jadinya, merutuki segala yang terjadi pada hidupnya. Tapi dia menyadari jika kejadian semalam bukan sepenuhnya kesalahan William.


🍂🍂🍂


Di hotel...


Saat William terbangun dia tidak mendapati sosok Caterin di sampingnya, dia menghela nafas sejenak kemudian menghubungi Caterin. Namun tak ada jawaban dari wanita itu.


William pun beranjak dan segera membersihkan diri, dia pun segera pulang ke apartemen nya, karena dia yakin Caterin pulang kesana.


Saat tiba William tidak melihat keberadaan Caterin, pandangan matanya tertuju pada kamar wanita itu. William pun mendekat dan menempelkan telinganya di daun pintu.

__ADS_1


Dia mendengar isakan caterin dari dalam, hatinya terasa pilu mendengar rintihannya. Dia merasa semakin bersalah atas perbuatannya semalam.


Niat hati ingin masuk dan menenangkannya namun pintu nya di kunci rapat, William pun mengurungkan niatnya dan memutuskan membiarkan Caterin menenangkan dirinya.


Dia pun memilih masuk ke kamar nya, dia tidak akan pergi ke kantor hari ini. Dia ingin menunggu Caterin keluar dan bicara dengannya.


Sementara di dalam kamar, Caterin tertidur setelah kelelahan menangis. Dia terbangun saat tengah hari, dia merasakan kehausan dan tidak ada air minum di kamarnya.


Terpaksa dia ke luar dan mengambil air minum di dapur, saat mencapai ruang makan dia mencium aroma masakan. Caterin di buat kaget melihat keberadaan ibu mertuanya yang sedang memasak di dapur.


" Ma" sapa Caterin


" Hay sayang, kau sudah bangun" ucap nyonya marinka


" I.. Iya" Jawab Caterin gugup


" Benarkah, maafkan aku" ucap caterin merasa bersalah


" Sudah tak apa, mama mengerti kalian pasti kelelahan. William bilang semalam kalian habis menghadiri pesta dan baru pulang pagi tadi"


" Heem"


Caterin tak mampu berkata-kata lagi, dia berharap William tidak mengatakan kejadian semalam pada mertuanya itu.

__ADS_1


" Kenapa bengong begitu? Ayo makan" ajak nyonya marinka


" Baiklah" Jawab caterin


Caterin pun duduk di meja makan bersama nyonya marinka kemudian di susul oleh William.


🍂🍂🍂


Setelah kepergian nyonya marinka suasana canggung terasa di apartemen mereka, mereka sama-sama terdiam.


Merasa situasi makin canggung Caterin pun segera beranjak, berniat kembali ke kamarnya namun suara berat William menghentikan langkahnya.


" Maafkan aku" ucap William


" Sudahlah lupakan, anggap saja tidak terjadi apa-apa malam itu" Jawab Caterin datar.


" Apa maksud mu? " tanya william heran


" Itu semua bukan murni kesalahanmu jadi tidak perlu minta maaf atau pun merasa bersalah" Jawab Caterin seraya berlalu pergi.


Mendengar pernyataan Caterin, William sungguh heran dengan pemikiran wanita itu. Dia tidak habis pikir mengapa ada seorang wanita yang dengan mudahnya mengatakan hal semacam itu.


Kebanyakan dari wanita akan meminta tanggung jawab tapi Caterin malah menyuruh nya melupakan kejadian malam itu. Sikap Caterin sungguh membuat William prustasi.

__ADS_1


Tbc....


🍂🍂🍂


__ADS_2