
Brak
" Apa saja yang kalian lakukan selama ini? mencari seorang wanita saja tidak becus". maki seorang pria.
" Maafkan kami tuan, tidak ada jejak sama sekali,jadi kami kesulitan mencari informasi". jawab salah satu ajudan.
" Heh,,,bilang saja jika kalian memang tidak becus". ucap nya masih tak terima.
" Dua hari, ku beri waktu kalian dua hari lagi untuk mendapatkan informasi" ucap pria tersebut
" Baik tuan" jawab salah satu diantara mereka, walau pun mereka tidak tau akan mendapat informasi atau tidak dalam waktu dua hari ke depan.
" Pergilah" ujar pria tersebut
Ketiganya segera pamit undur diri, setelah mendengar tuannya menyuruh untuk pergi, akhirnya mereka bernafas dengan lega, karena selama di dalam sungguh mereka merasa terintimidasi.
" Dimana kau caterin?" ucap pria tersebut lirih sambil jauh menerawang.
ya dia adalah William, selama enam tahun terakhir dia mencari keberadaan caterin namun belum membuahkan hasil.
Selama ini hidupnya penuh dengan kehampaan, awalnya dia tak menyadarinya namun semakin lama ketidak hadiran caterin sangat berpengaruh besar dalam hidup nya.
🍂🍂🍂
" Sayang, semua sudah kau kemas? ingat bawa seperlunya saja ya!" ucap caterin.
" Baik mom" jawab Steven
Hari ini mereka memutuskan untuk pulang ke tanah air, setelah semalam sahabatnya raya mengatakan keadaan ibunya yang memburuk.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang caterin segera mengabarkan akan segera pulang, dia tak peduli jika akhirnya William dan Steven bertemu, namun sebisa mungkin dia akan menghindari tempat dimana William berada.
Selesai mengepak barang bawaan,mereka segera menuju bandara, setelah prosedur pemberangkatan selesai mereka lepas landas.
Sekitar pukul delapan malam mereka tiba di kediaman ibunya,sudah ada sahabatnya raya yang menyambut kedatangannya.
" Lama sekali, bagaimana perjalanannya?" tanya sahabatnya
" Sangat lancar" jawab caterin
" Hai tampan, akhirnya aku bertemu dengan pria kecil ku, ayo masuk. bibi sudah siapkan makanan kesukaan mu" ajak raya antusias.
Sesaat sebelum masuk caterin memandang halaman rumah yang dia tinggali dari semasa kecil hingga dia akhirnya menikah dengan William.
ada rasa haru yang menyeruak kedalam hatinya, senyum kecil pun terbit dari bibirnya, kemudian dia menuntun putranya melangkahkan kaki kedalam rumah.
" Kau bersihkanlah dulu dirimu, aku akan mengajak putramu ke kamar yang sudah aku siapkan" ucap raya senang.
Sepertinya Raya akan memonopoli waktu Steven bersamanya.
Caterin pun beranjak ke kamarnya dan segera membersihkan diri, walau badannya terasa lelah tapi tubuhnya benar-benar terasa lengket.
selesai membersihkan diri caterin menghampiri Raya dan putranya di kamar, dia mendapati Raya sedang menggantikan pakaian Steven.
" Lihat...aku sudah pantas kan menjadi seorang ibu?" ucap raya terkekeh.
" Tentu saja" jawab caterin tersenyum
" Aku sudah siapkan makan malam untuk kalian, malam ini kalian istirahat saja, besok pagi kita akan pergi kerumah sakit dan menjenguk ibu"
__ADS_1
" Baiklah, sepertinya Steven juga lelah" jawab caterin.
Mereka semua pergi keruang makan dan makan malam bersama, Raya banyak bercerita kehidupannya setelah kepergian caterin.
Tentu saja caterin sangat antusias mendengar cerita sahabatnya itu, selama dia pergi begitu banyak yang berubah dari kota kelahirannya itu.
Seusai makan malam mereka mengobrol sebentar di ruang tamu.
" Sudah malam kau tidurlah sayang" ucap caterin pada putranya
" baik mom, selamat malam" jawab Steven beranjak dari sofa
" Selamat sayang" Jawab ibunya
" Aaaah,,,,lihatlah dia begitu tampan, saat dewasa pasti banyak gadis yang mengincarnya" ucap raya gemas
" Kau itu ya, dia masih kecil jangan kau racuni otaknya" ucap cateri kesal
" Tenang saja,aku tau apa yang harus aku lakukan" ucap raya nyengir
" Awas saja kau"
Mereka pun tergelak bersama dan saling berpelukan,sungguh caterin merasa beruntung memiliki sahabat seperti Raya.
" Ayo kita istrirahat" ajak Raya
" Baiklah"
Mereka pun masuk ke kamar masing-masing, dan merebahkan diri. mengistirahatkan tubuh agar kembali segar esok hari.
__ADS_1
TBC...