Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 5


__ADS_3

Setelah insiden malam itu Caterin dan William tidak saling bicara, lebih tepatnya Caterin yang selalu menghindari William. Sementara William yang merasa di acuh kan sudah merasa kesal dengan sikap Caterin padanya.


" Ada apa denganmu? " tanya William marah sambil mencengkram pergelangan tangan Caterin hingga membuatnya meringis kesakitan.


" Memang nya ada apa dengan ku? " tanya balik Caterin dan menghempaskan tangan william hingga membuat nya berdecak kesal.


" Sikap mu berubah padaku" Jawab William menahan amarah.


" Memang seharusnya seperti ini kan? Kamu tidak lupa kan pernikahan kita hanya sebuah kesepakatan dan sebentar lagi akan berakhir" jelas Caterin.


" Apa kamu tidak ingin melanjutkan pernikahan ini? Ujar William membuat Caterin terpaku.


'Ada apa dengan William? Akhir-akhir ini sikapnya sangat aneh, bagaimana bisa kami melanjutkan pernikahan tanpa cinta ini. Apalagi jika cintanya itu bertepuk sebelah tangan hanya akan membuat luka dalam hatinya' gumam caterin


tak ingin memikirkannya terlalu jauh Caterin pun melangkah pergi meninggalkan William yang terdiam tak bergeming.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Caterin beranjak dan segera membuka nya, ternyata nyonya marinka yang datang dengan menenteng beberapa paper bag di tangannya.


" Apa kabar sayang? " ucapnya mencium pipi kiri dan kanan Caterin.


" Baik ma" Jawab Caterin seraya menyambut paper bag yang di sodorkan mertuanya.


" Mama bawakan sup dan juga seafood kesukaan william" ucapnya tersenyum.


" Kebetulan kami belum makan malam" ucap caterin tersenyum.


" Ya sudah ayo panggil William, kita makan malam bersama" ajak nya.


" Aku panggilkan dulu" Jawab Caterin meletakkan paper bag nya seraya berlalu masuk ke kamar William.


Caterin tidak mengetuk pintu karena tidak ingin nyonya marinka curiga pada nya, saat masuk dia lihat William sedang berdiri di balkon kamarnya.


" Mama datang dan ingin makan malam bersama" ucap Caterin canggung.


William tidak menjawab dia malah melewati Caterin begitu saja, dari raut mukanya Caterin tahu jika saat ini William sedang marah kepadanya.


Caterin pun mengikuti langkah William di belakangnya, dia terus berjalan menunduk dan tak memperhatikan William yang tiba-tiba berhenti di depannya hingga membuat kepalanya membentur punggung William.


" Kau tidak punya mata" ucap William melotot membuat nyali Caterin menciut.

__ADS_1


Nyonya marinka yang melihat hal tersebut lantas menghampiri nya dan memarahi William.


" Liam jika bicara dengan wanita harus sopan, apalagi dia itu istrimu" ucap nyonya marinka marah.


" Tidak apa-apa ma memang aku yang salah" bela caterin.


Caterin pun menggandeng tangan nyonya marinka menuju meja makan, dia menghidangkan masakan yang dia buat dan juga yang di bawa oleh nyonya marinka. Dia juga melayani William layaknya suami.


Mereka makan dengan suasana hening, sepertinya nyonya marinka merasa ada yang tidak beres dengan pernikahan putranya. Apalagi sampai saat ini mereka belum juga mendapat kabar baik dari Caterin semakin menambah kecurigaan dalam hatinya.


Setelah selesai makan malam nyonya marinka bergegas pulang, dia ingin menyelidiki hubungan putra dan menantu nya. Semoga saja kekhawatiran nya itu tidak terjadi.


Setelah membersihkan meja makan Caterin masuk ke kamarnya untuk mengambil laptop lalu dia pergi ke ruang tamu dan mulai mengerjakan tugas kantornya.


Sekitar satu jam dia mengerjakan tugasnya tapi tak kunjung selesai rasa kantuk mulai menyerang nya dia pun membuat kopi untuk menahan kantuk nya.


" Ini sudah malam, kenapa masih bekerja apa tidak cukup bekerja di kantor saja? " tanya William menghampiri.


" Ini sangat mendesak dan harus selesai besok" ucap Caterin tanpa menoleh.


" Biar aku bantu" ucap William seraya mengambil alih laptop nya


Caterin pun hanya bisa pasrah, dia bisa melihat jari-jari William begitu lihai seperti sedang menari-nari diatas laptopnya. Dia begitu kagum melihatnya.


Di puji seperti itu oleh Caterin membuat hatinya senang dan menatap wajah Caterin lekat, sementara Caterin yang di tatap seperti itu membuat wajahnya bersemu merah. Dia pun segera memalingkan wajah agar William tidak melihatnya.


Waktu menunjukan pukul sebelas malam, Caterin yang sudah tak tahan dengan kantuk nya. Merebahkan kepala diatas meja dengan ke dua tangan sebagai bantal nya.


William yang baru selesai mengerjakan tugas Caterin, baru menyadari jika istrinya itu tertidur, tak tega untuk membangunkan dan mengganggu tidurnya William berinisiatif menggendongnya kekamar.


William baringkan tubuh ramping Caterin di atas ranjang lalu dia kecup kening nya lembut, dia pandangan wajah teduh istrinya hanya saat Caterin tertidur wiliam bisa menyentuh nya karena jika William melakukan nya dalam keadaan sadar Caterin akan selalu menolak dan marah seperti singa betina yang sedang melindungi anaknya.


Keesokan paginya...


Caterin terbangun oleh suara alarm di ponsel nya, dia sadar bahwa semalam dia tidur di ruang tamu.


Itu artinya William yang menggendongnya ke kamar, seketika wajahnya memerah membayangkan bagaimana William menggendongnnya, kemudian dia pukul kepala nya pelan mengusir pikiran kotor otaknya.


Caterin bergegas membersihkan diri dan segera keluar dari kamar, dia mendapati apartemen dalam keadaan kosong karena William sudah pergi.


Kemudian caterin meraih laptopnya yang tergeletak di atas meja, ternyata William sudah menyelesaikan tugas nya. Dia tersenyum bahagia dan ingin berterimakasih pada William, dia merogoh ponsel dan menekan nomor William.

__ADS_1


Tut tut tut


" Hallo" suara wanita yang menjawab panggilan dan Caterin tahu betul siapa wanita itu.


" Aku ingin bicara dengan wiilliam" ucap Caterin


" Liam sedang sibuk, katakan saja padaku" ucap angel sinis.


" Tidak usah, nanti saja" ucap caterin.


" Ya sudah terserah" ucap angel mengakhiri panggilan.


' Wanita ini mulai berani sekarang' gumam angel


" Siapa yang menghubungi ku? " tanya William saat melihat ponsel nya di tangan angel.


" Tidak penting, hanya salah sambung" ucap angel berbohong dan William hanya mengangguk


Angel menghampiri William yang tengah duduk di kursi nya dia duduk di pangkuan William dan segera mencium bibir William.


Merasa terpancing William pun segera melucuti pakaian nya, mencium seluruh lakukan tubuh angel. Namun saat dia akan memasuki tubuh angel lebih dalam bayangan Caterin melintas di pikirannya hingga menghentikan aksinya.


" Why? " tanya angel menahan hasrat.


" Pulang lah" Jawab William dan beranjak dari tubuh angel.


William segera mengenakan kembali pakaiannya namun di halangi oleh angel, angel terus berusaha membangkitkan hasrat William kembali dia tidak ingin hasratnya tak tersalurkan, namun wiliam terus menolaknya dan menyuruh nya untuk pergi.


Awalnya angel menolak namun setelah William membujuk nya dengan memberi uang yang nominalnya cukup besar akhirnya angel pergi dengan tersenyum kecil, bagi angel uang adalah segalanya dan itu bisa ia dapat kan dari William.


Saat malam hari William pulang dalam keadaan mabuk, Caterin yang mendengar kedatangannya segera menghampiri namun tak di sangka William malah menyeret tubuhnya dan menghimpitnya di dinding.


William menatap Caterin lembut tatapan yang belum pernah Caterin lihat sebelumnya, William membelai dan mengusap bibir tipis Caterin hingga membuatnya terbuai.


Namun Caterin menyadari saat ini William sedang mabuk dan segera mendorong tubuh William, namun dorongan nya malah membuat William semakin mengeratkan dekapan nya.


William menarik dagu Caterin kemudian menatap kedua bola mata lembutnya


" Apa kamu tidak pernah sekalipun menganggap ku sebagai suami" tanya william.


" Aku emmm" belum sempat Caterin menjawab, William sudah ******* bibir tipis Caterin, mata Caterin membola mendapat serangan mendadak dari William, saat ini akal sehat william terhalang oleh pengaruh alkohol.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2