Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 9


__ADS_3

Caterin keluar dari kamar dengan terus menggerutu di sepanjang menuruni tangga karena tidak fokus pada pijakan nya tiba-tiba kakinya terpeleset.


" Aaaaa" teriakan Caterin menggema di seluruh ruangan.


Seluruh orang berhambur mencari sumber teriakan tersebut, mereka begitu terkejut melihat Caterin jatuh terguling dari atas tangga hingga tidak sadarkan diri.


Posisi Kevin yang saat itu paling dekat dengan Caterin segera menggendong tubuhnya, Kevin berniat membawanya pergi ke rumah sakit.


Namun baru sampai di depan pintu William segera menghentikan Kevin dan memberi tatapan tajamnya lalu dia segera mengambil alih tubuh istrinya, dia tidak ingin ada orang lain yang menyentuh Caterin walaupun itu adik kandung nya sendiri.


Nyonya marinka menyuruh William segera membawa Caterin kerumah sakit, dia tidak ingin terjadi hal buruk pada menantu nya.


Saat sampai di rumah sakit Caterin segera di tangani oleh dokter, Caterin pun sudah sadar dan melakukan beberapa pemeriksaan. Tidak ada luka yang serius tangan dan kakinya nya hanya terkilir dan ada sedikit luka di kepalanya karena benturan.


Saat menembus obat di apotek William mendapat panggilan dari nyonya marinka, dia begitu khawatir dan menanyakan keadaan menantu nya itu.


Wiliam pun menuturkan perkataan dokter padanya, nyonya marinka meminta William kembali ke rumah bersama Caterin. Dia ingin merawat menantu nya itu namun William menolaknya.


William memutuskan untuk kembali ke Villa dan merawat Caterin sendiri, nyonya marinka tidak ingin memaksa kan keinginannya walau bagaimana pun Caterin adalah istri putranya.


Kevin yang sedari tadi mendengar pembicaraan ibu dan kakaknya hanya terdiam dia berpikir mungkin William tidak ingin Caterin berada dekat dengannya.


Saat sampai apartemen William mendudukan Caterin diatas sofa, dia menyentuh kaki Caterin yang merah dan membengkak.


" Kau mau apa? " tanya caterin panik


" Aku akan memijat kaki mu" Jawab William sambil mengangkat kaki Caterin dan menaruh ya di atas pahanya.


" Tidak usah" Jawab Caterin dengan wajah memerah

__ADS_1


Namun William tidak menggubris ucapannya, selama William memijat kakinya, Caterin merasakan debaran jantung yang sangat cepat hingga membuatnya kesulitan mengatur napas.


" Kenapa wajah mu memerah? Apa ini sangat sakit? " tanya william.


" Emm.. . tidak... Aah iya" Jawab Caterin gugup


" Apa sudah lebih baik? " tanya william yang di jawab anggukan oleh caterin


" Baguslah, tapi ini tidak gratis" ucap William tersenyum nakal seraya mendekati caterin


" Aku kan tidak menyuruh mu, kau yang ingin melakukannya" Jawab Caterin berontak.


Namun William terus merapatkan tubuhnya pada Caterin kemudian mencium bibir tipis nya.


Ting tong...


Suara bel pintu menghentikan aksinya, William menggeram marah karena ada yang mengganggu kesenangan nya. Orang gila mana yang bertemu di malam hari?


" Selamat malam kak" ucap kevin


" Kenapa kau datang, tidak sopan bertamu malam-malam" ucap William ketus.


" Aku mengantarkan sup buatan mama" Jawab Kevin seraya beranjak masuk dan menghampiri caterin.


" Bagaimana keadaan mu kakak ipar? " tanya kevin


" Sudah lebih baik" Jawab Caterin


" Mama menyuruh ku mengantar sup untukmu, dan memastikan keadaanmu" ucap kevin

__ADS_1


" Terimakasih, katakan padanya aku baik-baik saja"


" Syukurlah, kalau begitu aku pulang dulu. Jangan lupa habiskan sup nya" ucap Kevin seraya beranjak.


Kevin pun keluar dari apartemen dan sebelum dia pergi, dia menatap apartemen mewah itu dengan tersenyum kecut.


William kembali menghampiri Caterin dan menyuruh nya untuk memakan sup nya, lalu William pun mengambilkannya obat.


Setelah Caterin selesai makan dan meminum obat, William segera membantu memapahnya menuju kamar. Kali ini William membawa Caterin ke kamarnya, agar bisa mengawasi nya dengan mudah.


Saat William pergi ke luar Caterin berniat ingin membersihkan diri, karena tubuhnya terasa lengket. Dia berjalan kearah kamar mandi dengan terpincang-pincang.


Dia terus meringis menahan sakit di kakinya, saat sampai kamar mandi Caterin jatuh terpeleset karena lantai yang licin.


" Aaaah" teriak caterin


William yang berada di dapur mendengar teriakan istrinya itu bergegas mencari keberadaannya,, saat membuka kamar mandi William mendapati tubuh Caterin sedang meringkuk di atas lantai dengan berilinangan air mata.


" Kau cari mati hah? Sudah ku bilang jika ingin sesuatu katakan padaku" ucap William marah


" Kau itu kenapa? Selalu saja marah pada ku, dasar monster" ucap caterin kesal


" Apa katamu? "


" Kau itu monster, dasar tidak punya hati, bukannya menolong malah memaki" ujar Caterin ketus


" Diam" William segera membungkam mulut Caterin dengan tatapan tajamnya


Caterin pun terdiam dan pasrah saat William menggendong tubuhnya kembali ke kamar, dia terpaksa membiarkan William melakukan nya karena sekarang dia dalam keadaan tak berdaya.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2