Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 11


__ADS_3

Untuk menghilangkan rasa kesal di hati nya, William pergi ke sebuah klub elit bersama sahabatnya fredly. Fredly adalah sahabat William dari sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, persahabatan keduanya masih terjalin hingga saat ini.


Mereka dulu sering menghabiskan waktu bersama untuk sekedar nongkrong di Cafe atau pun klub-klub malam, tapi karena kesibukan masing-masing jadi mereka jarang bertemu.


Kali ini fredly memiliki waktu senggang hingga bisa menerima ajakan william, mereka kini tengah duduk menikmati beberapa botol minuman dan di temani dua orang wanita.


Kedua wanita itu menatap penuh damba pada William namun William tidak memperdulikan nya, di tatap seperti itu malah membuat William merasa jijik pada mereka.


Hanya Caterin wanita yang tidak pernah menatap nya seperti itu, dan itu membuat nya tertantang untuk mendapat kan hati Caterin.


" Lihat wanita itu, sepertinya barang baru" ucap fredly seraya menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di depan bar tender dan memperhatikan mereka berdua


" ckckck kamu selalu tahu" William tersenyum menanggapi


Fradly pun memanggil wanita tersebut, dengan melambaikan tangan saja wanita itu sudah mengerti lalu menghampiri mereka.


" Hai"


" Hai sayang siapa nama mu?" tanya fredly


" Aku maria tuan" jawab nya manja


" Nama yang cantik, secantik orangnya" goda fredly


Fradly pun menyuruh perempuan itu untuk mendekati William dengan isyarat matanya, wanita itu pun menurut dan duduk di samping william.


" Boleh aku bantu tuan" tawarnya


William tidak menyahuti tapi membiarkan maria untuk menuangkan minuman nya, Maria pun menyodorkan gelas yang berisi minuman kemudian bergelayut manja di lengan William.


" Aku ke toilet sebentar" William yang sudah merasa risih beranjak berdiri dan pergi


Fradly hanya mengangguk saja, dan dia pun naik ke lantai dansa dengan kedua teman wanita nya. Merasa terus diabaikan oleh William membuat maria kesal dan mengeluarkan jurus terakhirnya, dia menaruh obat kedalam minuman William lalu tersenyum smirik.

__ADS_1


Selang beberapa menit William pun kembali dan duduk di tempat Fradly, dia tidak ingin berdekatan dengan Maria. Namun bukan wanita penggoda nama nya jika tidak melancarkan aksinya dengan berbagai cara.


Maria mendekati William kembali dan memberikannya minuman yang telah di berikan obat perangsang, bodohnya William langsung menerima minuman itu begitu saja, tanpa ada rasa curiga William meminum nya dalam sekali tegukan.


Tak berapa lama william merasakan pusing di kepala nya, seluruh tubuhnya terasa terbakar. Dia beranjak berdiri namun maria menahan tubuhnya dengan memeluk tubuh William dari belakang


" Apa yang kau lakukan? " teriak william dengan tatapan tajam


" Tuan ijin kan aku untuk menemani mu malam ini"


" Dasar wanita gila, aku tidak suka bermain dengan sembarang wanita" Bentak william


" maafkan aku tuan" ucap maria sendu


Fredly pun yang melihat perseteruan William segera turun dari lantai dansa dan menghampiri mereka.


" Ada apa bro? "


" Antar aku pulang"


" Ayo biar aku yang membawa mobil" mereka pun pergi keluar dari klub itu.


Fradly pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi karena melihat keadaan William yang sudah mengkhawatirkan, di sepanjang jalan William terus merancau tak jelas. sebelum nya William tidak pernah mabuk jika minum banyak sekalipun jadi fredly yakin pasti wanita itu memberinya obat perangsang.


Selang beberapa menit mereka tiba di depan apartemen, kemudian fradly memapah tubuh William.


Bukan hal mudah bagi Fradly karena fostur tubuh William lebih besar di banding dirinya dan juga posisi William saat ini tidak bisa diam, dia terus menggeliat seperti cacing kepanasan.


Ting tong...


Fradly menekan bel pintu dan nampak lah sosok Caterin yang sedang menggunakan gaun tidur membukakan pintu, sesat Fradly pun terpesona akan kecantikan nya namun dia segera tersadar bahwa Caterin istri dari sahabatnya.


" Ada apa dengan nya? " tanya catetin

__ADS_1


" Entahllah, sepertinya dia meminum sesuatu"


" Maksudmu" tanya caterin dan diangguki fredly


Meskipun tidak pernah berhubungan dengan dunia malam tapi Caterin tahu jika William sedang terpengaruh obat, makan harus ada yang membantunya untuk melepaskan William dari penderitaan nya.


Tiba-tiba dia bergidik geli membayangkan bila harus membantu pria Arogan itu, namun dia segera mengambil alih tubuh William dan menepis segala pemikiran di dalam kepalanya.


Fradly pun pamit pulang setelah menyerahkan William pada Caterin, kemudian Caterin pun memapah tubuh William sampai kamarnya. Sama halnya dengan Fradly Caterin pun begitu kesulitan, beberapa kali mereka terjatuh karena William yang tak bisa diam.


Dengan susah payah akhirnya mereka sampai di kamar, Caterin menjatuhkan nya di atas ranjang, namun karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuh, dia pun ikut terjatuh di atas tubuh William.


Kini keduanya dalam posisi tubuh yang sangat intim, mereka berdua kini saling menatap lekat, William yang sudah di penuhi kabut gairah segera menarik tengkuk Caterin kemudian mencium bibirnya.


Mendapat serangan dari William Caterin pun berontak dengan terus memukul dada pria itu dan mendorong nya hingga William melepaskan ciuman nya.


" Tolong aku" ucap William parau dengan wajah yang semakin memerah


Tak mendapat jawaban dari Caterin, William pun kembali ingin mencium bibirnya namun Caterin segera menahan dadanya.


" Tunggu sebentar disini" ucap caterin, seraya beranjak


William hanya terdiam dengan wajah lesunya, dia merasa bahwa Caterin benar-benar tidak peduli padanya.


Tak berapa lama Caterin kembali, dan memapah tubuh William ke kamar mandi.


Byurrr.... Caterin segera menjatuhkan tubuh William di atas bathub yang berisi air dingin.


" Berendamlah sampai tubuhmu terasa lebih baik" ucap caterin seraya berlalu keluar dari kamar mandi


Sebelum keluar dari kamar Caterin menyiapkan pakaian ganti untuk William, kemudian dia pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Sementara William yang masih Berendam di dalam bathub merasa kesal karena di tolak oleh Caterin, seumur hidupnya baru Caterin lah wanita pertama yang menolak pesona nya.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2