Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 12


__ADS_3

Keesokan harinya William terbangun dan segera bersiap untuk pergi ke kantor, saat menuruni tangga dia melihat Caterin sedang asik menyantap sarapan paginya. William pun menuruni tangga dan menghampiri nya.


Caterin hanya melirik William sekilas dan tak berniat membahas kejadian semalam, pun dengan William dia memilih duduk dan menikmati sarapan dengan kebungkaman.


Sebenarnya William masih kesal dengan sikap Caterin semalam, william berpikir jika Caterin benar-benar sudah menolak nya dan itu membuat harga dirinya jatuh. Selama ini dia terkenal sebagai pria yang selalu di puja oleh wanita namun Caterin telah meruntuhkan pacarnya itu.


" Aku selesai" pamit Caterin seraya beranjak


William tidak menyahuti dan membiarkan Caterin pergi begitu saja, William tahu dari awal sifat dingin Caterin dan gila kerja wanita itu. Itu sebab nya dia menikahi Caterin, dia berpikir mereka tidak akan pernah saling jatuh cinta.


Tapi nyatanya dia sendiri kini yang mulai menyukai Caterin dan berharap wanita itu juga mencintainya, namun Caterin membentangi hatinya sehingga William sulit untuk menembus nya.


Kini William menyudahi sarapan nya, dia sudah tak berselera. Dia pun bergegas mengambil kunci mobil dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi.


Saat sampai di kantor Caterin melamun dan memikirkan kejadian semalam, dia sedikit merasa bersalah akan sikapnya. Namun kembali lagi dia harus menggunakan logikanya, kurang dari dua bulan lagi mereka akan bercerai dan jika dia memberikan hak nya pada William dia takut tidak akan bisa lepas dari pria itu.


Setelah bercerai Caterin ingin hidup bebas dan dengan sisa uang yang William berikan dia akan memulai usahanya sendiri.


Caterin malah tidak fokus bekerja, dia terus saja menyusun rencana di otak kecilnya. Dia terus saja membayangkan kehidupan seperti apa yang akan dia jalani setelah perpisahan mereka.


Sementara di tempat berbeda William pun merasakan hal yang sama seperti Caterin, tapi dia masih enggan untuk mengakui perasaannya terhadap wanita itu.


Ego nya terlalu tinggi, dan dia tetap bersikeras bahwa orang yang dia cintai hanyalah angel.


Malam harinya...


Caterin menghadiri undangan di sebuah pesta, bos nya tidak bisa hadir jadi dia di suruh mewakili. Mau tidak mau Caterin harus tetap datang karena itu tugas langsung dari atasannya.


Dan kebetulan juga William di undang ke acara tersebut jadi Caterin bisa pergi bersamanya. Caterin sedang bersiap, hari ini dia menggunakan dress hitam tanpa lengan yang begitu pas membentuk tubuhnya yang berisi. Make up nya pun terlihat natural, rambutnya dia biarkan terurai begitu saja.


William yang melihatnya sempat tertegun, dia begitu terpesona dengan kecantikan istri bayaran nya itu.

__ADS_1


" Ayo berangkat" ucap caterin membuyarkan lamun an william


Mereka pun berangkat dengan mobil yang di kendarai oleh William.


Sekitar setengah jam mereka tiba di sebuah hotel yang begitu mewah, para tamu pun sudah mengisi ruangan tempat di adakan nya acara.


William yang baru tiba bersama Caterin langsung disambut hangat oleh pemilik acara, mereka berbincang dan melupakan Caterin.


Merasa di abaikan Caterin pun memilih mencari cemilan dan tempat duduk, sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan pesta.


Caterin tidak menyadari sedari awal kedatangannya telah di perhatikan seseorang, dia adalah angel. Wanita itu juga ada di pesta dia berniat ingin menggandeng tangan william namun saat mengetahui William datang bersama Caterin. Angel meradang dan merencanakan hal licik untuk Caterin.


Dan sekarang dia sedang tersenyum puas sambil menikmati minuman nya.


Selang beberapa menit kepala Caterin terasa pusing dan dia memutuskan untuk ke toilet, namun saat keluar dalam toilet ada dua orang pria yang menghadang jalannya.


Caterin pun memicingkan matanya saat mereka tersenyum kearahnya.


" Ikutilah dengan kami" ajak salah satu pria sambil mendekatinya


" jangan mendekat" Bentak Caterin


Makin lama kepalanya terasa pusing dan penglihatan nya mulai kabur, akhirnya Caterin pun jatuh pingsan di pangkuan salah satu pria itu.


Mereka berdua tersenyum puas, selain mendapat uang mereka juga bisa menikmati tubuh wanita yang ada di hadapannya.


Mereka segera membawa Caterin ke sebuah kamar di hotel tersebut, mereka berdua melucuti pakaian sudah tak sabar ingin menikmati tubuh caterin bersamaan.


Saat kesadaran Caterin kembali dia segera bangkit dan berontak dengan sisa tenaganya saat kedua pria itu ingin melucuti pakaiannya.


Caterin terus menangis, berteriak dan memohon kepada mereka agar melepaskan nya, namun bukannya kasihan mereka malah tertawa dan semakin menggila.

__ADS_1


Brak....


Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok pria yang penuh aura dingin, dia menatap kedua pria itu dengan mata yang memerah.


Orang itu masuk dan menghajar kedua pria yang ingin melecehkan caterin, orang yang di liputan amarah itu menghajar mereka dengan membabi buta namun Keduanya berhasil kabur dan keluar tanpa mengenakan pakaian.


Orang itu menghampiri Caterin dan menutupi tubuhnya dengan jas, Caterin mendongak dan menatap wajah orang itu.


" William" ucap caterin lirih, kemudian jatuh pingsan di pangkuan william


William yang begitu hawatir melihat keadaan istrinya segera menghubungi dokter keluarganya, dia tidak ingin pergi kerumah sakit karena akan memakan waktu cukup lama.


Saat dokter selesai memeriksa keadaannya, Caterin masih belum sadarkan diri juga.


" Dia di beri obat dengan dosis besar, hanya kau yang bisa membantu nya. Jika tidak akibatnya akan buruk" ucap dokter


Dokter itu pun keluar meninggalkan William yang masih bingung dengan apa yang dokter katakan, tiba-tiba dia mendengar pergerakan dari arah ranjang.


Caterin telah sadar namun ada hal tak biasa dari wanita itu, Caterin begitu menggigil kesakitan. William pun tak tega dan menghampiri nya.


" Sakit... " hanya kata itu yang keluar dari mulut Caterin wajahnya penuh dengan keringat


" Tidak ada cara lain" ucap William


William segera melucuti pakaiannya dan mencumbu Caterin, dia tau setelah ini pasti Caterin akan marah padanya. Tapi dia tak peduli yang penting sekarang dia bisa menolong nya.


" Aaah" jerit Caterin saat sesuatu yang besar menyeruak masuk menerobos selaput nya.


" Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut William di terus memompa dan memberikan kepuasan untuk Caterin. Mereka terus berpacu sampai Caterin lemas dan tertidur.


William mengecup kening Caterin, menutupi tubuh polos wanita itu dengan selimut lalu ikut berbaring di sampingnya.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2