
" Sayang cepat selesaikan sarapan mu" ucap caterin dari arah dapur
" Ok mom" jawab Steven
Bocah kecil itu begitu patuh terhadap ibunya,dia bahkan bersikap lebih dewasa dari pada usianya yang baru menginjak lima tahun.
caterin tersenyum kearah putranya,ingatannya kembali kemasa lalu,dimana dia harus bekerja keras sendiri untuk membesarkan putranya itu.
sejak usia satu tahun Steven di titipkan di salah satu tetangga nya yang bernama bibi Vida, karena dia harus bekerja di restoran sepanjang hari, sehingga waktunya pun habis tersita untuk pekerjaannya.
Tapi caterin selalu meluangkan waktu di akhir pekan dengan putranya itu, dia tidak ingin Steven jauh dari kasih sayangnya,
" Aku sudah selesai mom" ucap Steven membuyarkan lamunan caterin
" Ayo bersiap,mom akan mengantar mu ke sekolah" ucap caterin seraya memasangkan tas ransel pada putranya.
setiap pagi Caterin mengantarkan putranya ke taman kanak-kanak, dan jika pulang selalu di jemput bibi vida. bagi caterin pendidikan di usia dini sangat bermanfaat untuk putranya. karena dia tidak bisa mengawasinya setiap waktu.
🍂🍂🍂
__ADS_1
" Dengarkan mom,kau anak yang baik dan pintar jadi harus patuh apa pun yang gurumu katakan ok!"
Steven hanya mengangguk dan tersenyum menjawab ucapan mommy nya, Caterin pun mengantar Steven sampai depan gerbang.
" Nanti siang kau akan di jemput bibi Vida ya, ingat jangan pulang sebelum bibi Vida menjemput mu,ok".
Cup...
Dia mengecup puncak kepala putranya dengan lembut.
" Semangat" ucap caterin seraya menunjukan kepalan tangannya kepada Steven.
Semakin besar Steven sangat pendiam, dia bahkan tidak begitu memiliki banyak teman. Caterin merasa cemas akan prilaku putranya itu, sipat william menurun sekali pada putranya.
inilah yang membuat ketakutan tersendiri baginya, dia takut William mengambil putranya, dia takut Steven meninggalkannya pergi.
Tidak...dia tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, Steven adalah putranya. Wiliam tak boleh mengambil Steven dari sisinya.
Rencana kepulangan semakin membuat hati caterin semakin gusar, tapi caterin juga begitu khawatir tentang kesehatan ibunya yang memburuk, dia ingin berada di samping ibunya dalam keadaan terburuk sekalipun.
__ADS_1
Tapi menghadapi William juga belum sanggup dia lakukan tapi walau bagaimanapun caterin harus siap dengan kemungkinan yang terjadi, entah putranya akan bertemu dengan ayahnya atau tidak yang pasti dia harus bersiap diri.
Caterin menghela napas berat dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerjanya, setelah melihat putranya masuk kedalam kelas.
aktifitas di restoran tempat nya bekerja sama seperti biasanya, hanya saja hari ini pengunjung lebih ramai. Dia bekerja dengan tekad dan semangat yang tinggi untuk masa depan putranya.
Sebenarnya uang kompensasi yang William berikan cukup besar, hingga dia tidak harus susah payah bekerja sebagai pelayan restoran namun sampai detik ini caterin belum menggunakannya karena takut William akan menemukan keberadaan nya dengan mudah.
Memang salahnya menyembunyikan kehamilan dari William, tapi itu semua dia lakukan demi menghindari hubungan pernikahan yang memang sudah tak benar sejak awal.
Dia tidak ingin semakin tersiksa dengan perasaannya sendiri, memendam rasa cinta.
Apalagi orang yang kau cintai tak pernah mencintaimu dan tak menganggap kehadiranmu disampingnya.
Cinta tak berbalas itu menyakitkan bukan???
TBC ....
Hai hai.... aku balik lagi nie, mohon maaf ceritanya sempat menggantung karena satu dan lain hal. jangan lupa like,komen dan pavoritnya ya.
__ADS_1
Terimakasih....