Tawanan Pria Arogan

Tawanan Pria Arogan
Bab 15


__ADS_3

🍂🍂🍂


tiga bulan kemudian...


" kau sudah siap?" tanya Raya


" iya" ucap caterin seraya menghela nafas berat.


" kau yakin dengan keputusan ini?" tanya Raya tak rela melepas kepergian sahabat baiknya itu.


" aku yakin karena jika aku terus berada di sini aku tidak akan bisa melupakan William dengan mudah dan aku juga tidak akan bisa merahasiakan kehamilanku" jawab caterin seraya mengelus perut ratanya.


"apa kau tidak berniat memberitahunya, mungkin saja William akan senang dan mau menerima kehadiran anak ini?" tanya Raya.


" sebaiknya tidak, karena aku tidak ingin William tahu tentang anak ini aku takut dia akan mengambilnya dariku, kumohon padamu rahasiakan tentang keberadaan anak ini" pinta caterin.


" baiklah apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu" jawab raya


" terima kasih kau memang sahabat baikku Raya" ucap caterin seraya memeluk erat sahabatnya.


tak lama terdengar suara panggilan untuk segera menaiki pesawat yang akan ditumpangi oleh caterin, dia pun segera berpamitan kepada raya dan segera berlari ke tempat boarding pass.


hari ini Catherine akan pergi ke negara X, dia memutuskan untuk pergi dari negaranya dan memulai kehidupan baru dengan membawa sebuah kehidupan kecil di dalam perutnya.


Caterin tidak ingin memberitahukan William tentang bayi yang sedang dia kandung karena catering takut jika William mengetahuinya maka William akan mengambil bayinya setelah bayi itu lahir dan menjadikan Angel sebagai ibunya.


Catherine tidak mau hal itu terjadi dan itulah sebabnya ia memilih merahasiakan kehamilannya dan pergi jauh ke negara asing.


Sekitar enam jam mengudara akhirnya caterin tiba di kota X, catering menaiki taksi dan segera pergi ke tempat tujuannya .


Catering akan tinggal di sebuah pedesaan yang lumayan jauh dari kota, dia akan memulai kehidupan barunya di sana.


untuk sementara caterin tidak akan bekerja, dia akan fokus pada kehamilannya dan calon bayinya. Dia akan menggunakan uang yang dia dapatkan dari William untuk kebutuhan sehari-hari sampai melahirkan.


🍂🍂🍂


Hari berganti, bulan berlalu kini kandungannya sudah semakin besar, beruntung sekali warga desa begitu baik padanya. Mereka tak segan memberikan bantuan bila caterin dalam kesulitan, kini tiba saatnya dia melahirkan bayi yang selama ini dia tunggu kehadirannya.

__ADS_1


Betapa senangnya hati Catherine saat mendapatkan bayi yang begitu tampan, dia bersyukur bayinya bisa lahir dengan selamat. Rasa haru kini menyelimuti hatinya, perasaan tak terkira memenuhi rongga dadanya.


Kini dia telah menjadi seorang ibu, dia berjanji dalam hati meski dia harus membesarkan putranya seorang diri, dia tak akan pernah membiarkan putranya kekurangan kasih sayang.


🍂🍂🍂


Catherine membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh kasih sayang, semua warga begitu menyukai putra caterin mereka begitu gemas dengan tingkah putranya yang lucu.


Tak ada kesulitan selama dia tinggal di desa warga desa selalu bersikap baik padanya dia bahkan merasa nyaman tinggal di desa itu.


Sesekali dia juga menghubungi sahabatnya Raya untuk menanyakan kabar ibunya, Raya berkata jika keadaan ibu catering semakin hari semakin memburuk bahkan lebih buruk dari sebelum dioperasi.


Tentu saja hal itu membuat catering khawatir namun dia belum bisa kembali ke tanah kelahirannya karena bayinya masih terlalu kecil untuk dibawa bepergian terlalu jauh.


Catherine terus memantau keadaan ibunya lewat sahabatnya Raya, sebenarnya catering juga belum memberitahukan tentang perceraiannya dengan William kepada ibunya.


Catherine tidak ingin membuat ibunya terbebani sehingga membuat kesehatan ibunya bertambah buruk.


" oek oek oek"


Caterin bersenandung dan menepuk-nepuk bahu bayinya, berusaha membuatnya tertidur.


sekilas dia teringat pada William dan membayangkan jika saja dirinya dan William masih bersama, William pasti akan merasa senang dan begitu menyayangi putranya itu, dia membayangkan memiliki keluarga kecil yang bahagia bersama William namun pikiran itu segera dia tepis.


setelah bayinya tertidur catering pun meletakkan bayinya di box bayi dia pun melanjutkan aktivitasnya yang belum selesai.


tring...tring...tring...


suara dering ponsel menghentikan aktivitasnya kembali, dia pun segera mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja.


Saat Caterin melihat layar ponselnya tertera nama Raya di sana, dia segera mengangkatnya karena takut ada hal penting mengenai ibunya.


" Ada apa Raya?" tanya caterin khawatir


" Hey, tenanglah aku hanya ingin melihat jagoan ku" ucap raya tertawa.


" Dia sedang tidur"

__ADS_1


" Benarkah? Pasti menggemaskan, tunjukan padaku" pinta raya


" Kau itu ada-ada saja" ucap caterin seraya mengalihkan kameranya kearah bayi kecilnya.


" Aaa lucunya, kapan aku bisa menyentuhnya" ucap raya gemas.


" Cepat cari pasangan, dan menikahlah kau pasti akan punya banyak anak yang lucu" ucap caterin asal.


" Kau meledekku ya" ucap raya kesal.


" aku tidak meledek, kau memang sudah pantas menikah" ucap caterin.


" Huft,,,kau tau kan mencari pasangan hidup itu tak mudah" jawab raya.


" iya, aku tau kau selalu ingin yang sempurna" kekeh caterin.


" yaps"


" Bagaimana kabar ibu?" tanya caterin


" Sudah lebih baik, kata dokter karena faktor usia ibu tidak akan pulih seperti semula. Tapi setidaknya kita sudah berusaha".


" Iya, tapi aku selalu berharap ibu bisa sembuh"


" Semoga saja, kapan kau akan pulang? mungkin saja setelah melihat kepulanganmu bibi akan cepat sembuh" ucap raya.


" entahlah, aku belum memikirkan nya. aku akan pulang tapi tidak dalam waktu dekat ini" jawab caterin.


" segeralah pulang aku sudah tidak sabar bertemu dengan keponakan kecilku"


" Ya,ya tunggu saja"


" baiklah, aku tutup teleponnya. Sampai jumpa nanti aku kabari lagi" ucap caterin


caterin pun menutup sambungan video callnya, dia melirik ke arah putranya yang sedang terlelap tidur. Sebenarnya dia juga sangat merindukan ibu dan juga sahabatnya namun untuk saat ini dia masih belum bisa kembali.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2