Teka Teki Cinta

Teka Teki Cinta
Arisan Pertama


__ADS_3

Kegiatan Sehari-hari Varischa sudah mulai padat, dirinya sudah mulai ke kantor lagi, Namun kini ada Jadwal Arisan di rumahnya Erina, Dia akan datang langsung menuju rumah Erina, Varischa kini membawa mobil sendiri hingga tidak perlu diantar jemput oleh Alexander.


"Meeting sudah selesai Bu, tidak ada jadwal lagi" Kata Sinta


"Terimakasih mbak Sinta,boleh keluar atau mau ngapain" Kata Varischa


Varischa dandan di kantornya, Hingga waktu menunjukkan pukul 10 Pagi dia baru berangkat dari kantor, Sesampainya di rumah Erina ada beberapa orang yang disana sudah, Awalnya Varischa kesulitan mencari lokasinya ternyata setelah bertanya ketemu juga.


"Halo apa kabar ibu-ibu" Tanya Varischa


"Baik bu, Aduh makin cantik aja Bu" Kata Anisa


"Cantik banget resepnya apa Bu" Tanya Dwi


"Saya langsung dari kantor Bu, tidak sempat ganti baju terlebih dahulu,maaf ya" Kata Varischa


Erina berusaha tersenyum ketika Varischa sudah sampai dirumahnya, Ia dulu yang selalu pamer akan segalanya,karena Jaman sekolah keluarga Erina sudah kayak raya, dibandingkan keluarga Varischa.


"Pasti pak Alex betah banget dirumah ya" Kata Alisa


"Bisa aja, doain aja yang terbaik" kata Varischa


Banyak Anggota yang sudah datang, termasuk Indriyana, Setelah Arisan Varischa, Dwi, Alisa dan Anisa mau ke mall rencanannya, mereka mengajak semuanya tapi tidak ada yang mau jadi berangkat berempat saja, Kebetulan Dwi, Alisa dan Anisa mereka naik mobil yang sama jadi Varischa yang sendirian.


Selesai Arisan dan Yang dapat adalah Gia, Mereka berempat langsung pamit dan bertemu di mall yang sudah mereka bilang tadi.


Di Mall Ketika Varischa asik jalan dia Menatap Dana, Ya Dana Mantan Varischa dulu, Ia menghentikan langkahnya ketika dana menuju ke arahnya.


"Varischa apa kabar" Tanya Pradana


"Baik kok, Ngapain disini" Tanya Varischa

__ADS_1


"Nungguin istri belanja sama mama, selamat ya atas pernikahan kamu" Kata Pradana


"Terimakasih dana, yaudah duluan saya ditunggu temen" kata Varischa


Pradana Adi Mahendra, Pria berusia 26 tahun yang pernah mengisi hati Varischa,namun mereka harus berpisah karena orang tua dana tidak merestui hubungan mereka, Varischa tidak ingin dana dimusuhi keluarganya jadi ya mereka berpisah.


Ketika Varischa, Dwi , Alisa Dan Anisa, Sedang Belanja bersama, bertemulah dengan calon mertua Varischa dulu, Varischa hanya menatapnya takut dia dihina lagi, Mama Tuti menatap Varischa dengan Penuh kekaguman, Karena Varischa dulu dengan sekarang sangat berbeda.


"Bu Kita disana ya" kata Alisa


"Iya duluan, saya masih milih disini" Kata Varischa


Varischa Segera memilih Celana Jeans, Dan tak lupa dengan Rok, Kemeja, Setelah mendapatkan apa yang ia cari terkumpul ia menyusul Dimana adanya Dwi, Alisa dan Anisa berada, tapi ketika akan melangkahkan kakinya Mama Tuti menghentikannya.


"Varischa apa kabar nak" Tanya Mama Tuti


"Varischa baik Tante, Tante apa kabar" Tanya Varischa


"Alhamdulillah Tante, yaudah Varischa harus mencari teman-teman Varischa dulu" Kata Varischa


Dulu saja Dana tidak boleh dekat dengannya,kini tumben basa-basi telat banget sih,kemana aja waktu pas Varischa mencintai Pradana, Kenapa dulu tidak boleh untungnya tidak boleh hingga kini Varischa mendapatkan suami seperti Alexander.


Setelah Mereka selesai dan sudah membayarnya mereka pun menuju restoran, Karena sudah sangat lapar sekali, Hingga sudah 20 menit mereka disini menunggu Makanan, Dana dan mama beserta istrinya memasuki restoran, Varischa pun memalingkan wajahnya, Kenapa harus bertemu lagi sih dengan mereka.


"Varischa terlibat cantik ya Dana" Kata Mama Tuti


Riska hanya menatap mama mertuanya,siapa Varischa hingga mama mertua membicarakannya, apakah saudaranya mas dana yang tidak ia kenal, tapi kenapa mama memujinya cantik, secantik apa dia hingga mama mertua sepertinya terpesona.


"Ma sudah Jangan dibahas,yuk pesen apa" kata Pradana


"Kenapa sih kamu, gpp lah sekali-kali mama bahas Varischa " Kata Mama Tuti

__ADS_1


"Ma sudah ada Riska disini,mama hargai dong istri aku" Kata Pradana


Dulu Pradana dan Riska adalah suami-istri yang dijodohkan, Ya terutama mama sangat mendukungnya, hingga di tahun kedua pernikahan kami belum dikaruniai keturunan, mama pun berubah dan tidak suka lagi kepada riska, kenapa harus seperti itu bukanya dulu mama yang memaksaku agar menerima Riska, tapi kenapa sekarang mama malah seperti ini.


Dan Apalagi setelah bertemu oleh Varischa, mantan pacarku aku akui Varischa sekarang lebih cantik dan lebih dewasa, sangat menjadi wanita idaman tapi aku sadar dulu aku yang Menyia-nyiakannya,mama sepertinya lebih mendukung aku untuk kembali ke Varischa, padahal dulu mama juga yang menyuruhku untuk memutuskan Varischa, hingga kamu berpisah dan aku dijodohkan dengan Riska, anak teman mama awalnya aku menolaknya tapi mama selalu memaksanya.


Hingga kini aku sudah menerima Riska sebagai istriku,tapi malah sebaliknya mama yang tidak suka dengan istriku, Kenapa harus berubah secepat ini.


"Cantik banget ya, manis" Kata Mama Tuti


"Ma cukup" Kata Pradana


"Sudah mas kita pesen makan aja ya" Kata Riska


Riska tau mama mertuanya sedang membahas mantan pacar suaminya,Karena waktu awal pernikahan Riska menemukan foto perempuan yang dibelakangnya bertuliskan Love Varischa, Tapi perempuan itu tidak cantik saat itu.


Mungkinkah sekarang sudah berubah, hingga mama mertuanya memuji gadis itu, kalau iya bagaimana jikalau mama menyuruh mas dana untuk kembali lagi, bagaimana jika iya aku sebagai apa disini, kusadari diriku kurang sempurna hingga mama mertua berubah kepadaku.


"Lihat deh meja disana, dari tadi natap kita Mulu" Kata Dwi


"Iya ada yang kenal" Tanya Anisa


"Udah jangan dipikirkan, biarin toh juga Sesama pelanggan kan" Kata Varischa


"Tapi jadi rusuh Bu, apalagi sampai Terus-terusan" Kata Alisa


"Udah gpp, yuk makan" ajak Varischa


Mereka berempat tetap tenang, walaupun dari tadi mama dana terus menatap mereka, hingga mereka selesai makan, Anisa Dwi dan Alisa sudah terlebih dahulu,kini tinggal Varischa dirinya masih membeli beberapa camilan dan minuman, Varischa juga membeli roti untuk ia makan dirumah nanti, setelah semua sudah lengkap, Varischa Segera menuju parkiran dan di parkiran pun mereka bertemu, Aduh mana dana sama istrinya,ia pun langsung masuk ke mobilnya,dan segera meninggalkan parkiran mall.


Varischa tau bahwa istri dana menatapnya terus-menerus,ada yang salah dari dirinya tidak mungkin, tapi mengapa Terus-terusan menatap dirinya? Hingga Riska masih memikirkan gadis yang mereka temui di parkiran,kenapa dana menatapnya seperti Tatapan berbeda, Mungkinkah mereka pernah ada hubungan, Riska takut untuk menanyakannya tentang hal itu, ia tidak siap mendengarnya, bagaimana kalau emang iya, apakah ia siap mendengarkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2