Teka Teki Cinta

Teka Teki Cinta
Putus


__ADS_3

Dhea baru saja pulang bersama Mamanya, ia merasakan ponsel yang bergetar menandakan pesan masuk. Sambil melirik kearah Mamanya yang tampak sedang fokus pada kemudi, Dhea dengan perlahan mengeluarkan ponselnya dan melihat nama Rian sebagai pengirim pesan.


[De, ini Andy sama cewek lain, gue bilang juga itu cowok nggak bener, putusin aja.]


Dhea pun membuka pesan tersebut, ia melihat foto berlatarkan club yang cukup tidak terlalu jelas, namun beberapa detik kemudian Dhea mulai menyadari juga foto tersebut, si sana terlihat Andy yang sedang merangkul perempuan lain.


Seketika senyum Dhea mulai mengembang, bukannya merasa sedih dan menangis seperti dulu yang sering ia lakukan, justru kini ia merasa senang. Dhea senang karena mendapatkan sebuah kesempatan untuk bisa mengakhiri hubungannya bersama Andy, sebuah kesempatan emas yang harus ia gunakan dengan baik. "Besok kamu sekolah aja, pulang sekolah kita anter Nenek sama yang lainnya ke Bandara ya," ucap Mama yang membuat Dhea langsung menoleh dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya Mah, besok Mama bisa jemput kan? aku takut Andy nemuin aku Mah," bujuk Dhea dengan tatapan memohon. Karena sudah bisa di tebak jika nantinya Andy akan protes dan meminta Dhea mendengarkan penjelasannya seperti tahun lalu saat Dhea memergoki Andy bersama perempuan lain.

__ADS_1


Mama terlihat menoleh pelan, ia menatap Dhea seakan tak percaya dengan kerutan halus di keningnya. "Kamu beneran udah putus sama Andy?" tanya Mamanya seakan belum yakin.


"Udah Ma, Mama mau aku fokus dulu sekolah kan?" tanya Dhea balik.


"Bagus deh kalo gitu, beneran fokus dulu ya, jangan dulu pacaran lagi, sama cowok yang kemarin juga jangan," ucap Mamanya memperingati.


Mamanya tak merespon, ia kembali fokus menyetir dan membuat Dhea seketika kembali cemberut. Sudah merasa sangat dekat dengan Mamanya, namun detik selanjutnya ia merasa kembali memiliki batas untuk berinteraksi.


Tak ingin merasa sedih, Dhea kembali fokus pada rencananya untuk memutuskan hubungan bersama Andy, ia akan mengirimkan foto itu pada Andy dan memulai perdebatan yang bisa membuat Dhea memutuskan Andy sekarang juga.

__ADS_1


**


Rian yang masih merasa tak enak hati beberapa kali melihat chatnya, Dhea sudah membaca namun tak membalas sama sekali. Apakah Dhea saat ini sedang syok atau sedang bertengkar? namun saat melihat ke tempat Andy berada laki-laki itu masih sedang sibuk bersama perempuan lain.


"Ian, Lo jangan liatin dia terus. Bisa galat kalo salah satu temen dia liat Lo ngawasin dia, bisa-bisa kita disamperin terus bikin masalah," bisik Abdul. Ia yang sempat melihat anak tongkrongan Andy sangat tidak terlihat bersahabat, orang-orang disana sangat terlihat menyeramkan dan sepertinya sudah berumur di atas 20 tahun semua, tidak seperti mereka yang masih berstatus anak sekolah.


Rian tak mendengarkan ucapan Abdul dengan serius, ia fokus pada layar ponselnya dimana Dhea terlihat sedang mengetik balasan. [Thanks Ian, doain gue bisa bebas dari Andy ya, gue mau coba putusin dia malem ini. Sekarang masih ada nyokap, gue takut Andy neleponin.]


"Ini beneran gue nggak salah liat?" gumam Rian pelan. Sungguh diluar prediksi Rian saat ini, ia kira Dhea sangat mencintai Andy dan merasa sangat terpukul seperti Rian kemarin melihat Salsha bersama Fahmi.

__ADS_1


__ADS_2