
Dhea yang tidak ingin kehilangan jejak Salsha menoleh pada Mama nya. "Ma, aku boleh di sini dulu nggak? nanti aku nyusul pulang," ucap Dhea dengan sedikit ragu karena takut Mamanya tidak memberikan izin.
Terlihat jelas kerutan di kening Mamanya yang bertanda tak suka dengan ucapan Dhea tadi. "Mau ngapain? udah langsung pulang aja, jangan bikin ulah ya kamu! Mama udah ingetin tadi pagi, kamu mau dijemput sama Andy ya?" ucap Mamanya dengan begitu banyak pertanyaan.
Dhea yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu lagi sebelum kehilangan jejak Salsha langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia tidak bisa berdebat dengan Mamanya untuk saat ini, bukan waktu yang tepat dan tidak ingin juga memperkeruh hubungan tidak baik dengan Mamanya. "Enggak Ma, cuma sebentar kok, tadi nenek bilang mau banget ke restoran depan tapi Tante nggak mau nganterin. kasihan loh Ma kalo nggak ikutin kemauan Nenek," jawab Dhea dengan wajah memohon agar Mama nya memberikan izin dengan cepat.
Terdengar decakan pelan yang keluar dari mulut Mama nya, raut wajahnya pun terlihat semakin cuek. "Awas ya kalo kamu berani bohongin Mama, malem ini Mama nggak mau denger kalo kamu kabur sama si Andy atau apalah, cuma setahun sekali kalau Mama minta kamu jadi anak yang nurut."
"Iya Ma, aku beneran janji nggak macem-macem, ini juga yang minta nenek kok, kalau Mama nggak percaya kita balik aja ke kamar Nenek terus tany—"
__ADS_1
"Nggak perlu, kalo gitu mama pulang duluan, kamu pulang ke taksi online aja ya, Mama males keluar buat jemput kamu lagi," potongnya sambil mengambil kunci mobil dari dalam tas dan berjalan menuju lift tanpa menatap kearah Dhea sedikit pun.
Hal itu di manfaatkan Dhea dengan sangat baik, ia berharap Mamanya tidak akan menoleh dan melihat perginya Dhea yang bukan masuk ke dalam kamar neneknya melainkan menuju lorong paling ujung di mana Salsha berbelok. "Duh, kehilangan jejak kan," gerutu Dhea sedikit kesal. Ia mungkin saja saat ini terlihat seperti anak yang sedang kehilangan orang tuanya, menengok ke arah kanan dan kiri mencari jejak Salsha yang sudah menghilang.
Ditengah keputusasaan nya, Salsha mendengar suara pintu terbuka dari arah belakang, Dhea pun menoleh dan melihat pintu salah satu kamar terbuka yang langsung membuat Dhea dengan cepat membalikkan wajahnya. Nafas Dhea seakan tercekat, laki-laki yang keluar dari kamar itu benar-benar sama percis seperti laki-laki tadi yang berjalan dengan Salsha, ia pun membuka kembali ponselnya dan melihat pesan masuk dari Rian. [Iya itu Salsha, lo lagi di mana? kok bisa ketemu sama Salsha?]
"Ya? Oke, Lo kabarin aja kalo udah beres biar gue anterin Salsha lagi," ucapnya membuat pikiran Dhea memikirkan hal yang tidak-tidak.
Sambil menggelengkan kepalanya, Dhea pun mulai membalas pesan Rian dengan cepat. [Gak tau, gue baru aja ngikutin ternyata dia masuk kamar nomor 109. Lo mau ke sini nggak? seenggaknya lo harus minta penjelasan kenapa dia bisa masuk kamar berdua sama cowok lain!]
__ADS_1
Rasanya Dhea ingin marah jika Salsha benar-benar melakukan hal yang tidak sepantasnya, sangat tidak memiliki hati mempermainkan Rian seperti ini! Sekarang yang Dhea lakukan hanyalah perlu memantau kamar itu, ia harus lihat dengan jelas dengan siapa sebenarnya Salsha di dalam kamar itu.
Ting! [Oke gue kesana, share lokasi.]
Tanpa pikir panjang Dhea pun langsung membagikan lokasi terkini dan mulai membalikkan tubuhnya menuju lorong paling ujung sebelum lift, ia tidak boleh terlihat mencurigakan dan harus bermain rapi agar Rian bisa benar-benar selamat dari segala tipuan.
**
Guys jangan lupa like, komen dan follow author ya. Oh iya, selagi nunggu novel Author yang belum tamat kalian bisa mampir ke novel Author yang udah tamat ya🥰
__ADS_1