
Aulia terlihat gelisah, ia sungguh menyesal karena tidak berpikir panjang tentang perkataan nya pada Ziana kemarin.
" sshhh...bisa bisa nya aku mengatakan kalau Fian dan aku saling menyukai." gerutu nya kesal.
Beberapa saat kemudian Aulia mendapatkan ide. agar Ziana tidak megetahui kebohongan nya maka ia harus meminta Fian untuk bekerja sama.
ia pun segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi Fian.
" Hallo... Fian, " panggil Aulia.
" iyaa.. ada apa ?? "
" aku ingin membicarakan sesuatu padamu." ujar Aulia ragu ragu.
" iyaa .."
Aulia meminta Fian untuk bertemu langsung dengan nya, karena ia tidak bisa dan gugup mengatakan nya lewat telepon.
Setelah sepakat,bertemulah mereka di taman kota. Aulia sangat takut kalau Fian akan marah dengan permintaan nya ini,pasal nya mereka tidaklah terlalu dekat. tapi mau bagaimana lagi, demi menutupi perasaan nya pada Kevin ia harus memberanikan diri.
" aku ingin meminta bantuan mu Fian.." Aulia menatap nanar ke wajah Fian.
" baiklah.. ada apa??"
" kemarin Ziana bertanya padaku, apa aku menjauhi mereka karena ia dan Kevin berpacaran. aku bingung harus menjawab apa. jadi aku mengatakan pada nya alasanku menjauh bukan karena itu,tapi karena kita saling menyukai." Aulia berhenti sejenak sembari menahan air mata nya.
" jadi aku ingin kau dan aku berpura-pura seolah kita sedang dekat agar aku mempunyai alasan untuk menjauh dari mereka." lanjut nya sembari menatap Fian dengan penuh harap.
Fian menghela nafas panjang mendengar perkataan Aulia,ia merasa sangat iba pada nya.
" seandai nya aku memberitahu dari awal kalau aku menyukai nya, pasti tidak akan begini." ucap Aulia tersenyum getir sambil meneteskan air mata.
" dengan memberitahu nya dari awal tidak akan membuat cinta mu terbalas Lia, karena dari awal dia tidak ada perasaan lebih padamu. jika memang dia ada rasa untuk mu pasti dari awal dia mengejar mu,bukan Ziana." tutur Fian menyemangati Aulia, tapi ntah kenapa kedengarannya lebih seperti sedang menyadarkan Aulia karena cinta yang di harapkan kini sudah menjadi milik orang lain.
" yaa.. kurasa kau benar." sahut Aulia dengan tatapan kosong.
" sudah jangan menangis lagi.. aku akan melakukannya untuk mu jadi tidak usah khawatir."
imbuh Fian, ia juga menyodorkan selembar sapu tangan untuk menyeka air mata Aulia.
" terimakasih Fian.." balas Aulia dengan senyuman manis nya. akhirnya ia merasa lega karena Fian mau membantu nya bersandiwara.
Fian tidak membalas perkataan Aulia,melainkan ia hanya tersenyum sambil menatap Aulia dengan penuh rasa kasihan. Fian juga sangat salut dengan Aulia, di posisi nya yang sekarang ia masih bisa berpura pura memainkan sandiwara demi tidak menganggu hubungan kedua sahabat nya, yang sudah jelas jelas membuat perasaan nya remuk berkeping keping.
...~~~~...
__ADS_1
Siang ini matahari terasa sangat terik, sehingga membuat semua siswa dan siswi yang sedang berolahraga menghentikan aktivitas nya.
begitu juga dengan Kevin ia langsung berlari ke tepi lapangan di mana Ziana menunggu dengan jus dingin di samping nya.
Tapi Ziana tidak sendirian, ia bersama Aulia yang juga turut menyaksikan kegiatan Kevin sedari tadi.
Ziana bilang ia merindukan Aulia,jadi dia mengajak nya kesana.
" apa itu??" tanya Aulia saat melihat Ziana mengangkat sebuah botol kearah Kevin.
" jus..." balas Ziana sambil tersenyum.
" saat selesai berolahraga Kevin biasanya lebih suka meminum soda dingin." ucap Aulia datar, seperti nya sekarang ia sedang tidak sadar kalau Ziana sudah menjadi kekasih Kevin.
" benarkah?? tapi jus kan lebih sehat." Ziana menjawab dengan wajah polos dan senyum manis nya.
Sesaat mereka saling bertatapan sambil tersenyum, sementara Aulia menatap Ziana dengan wajah kikuk.
" iyaa ku rasa kau benar.." Aulia menganggukkan kepala nya.
" hai... " Kevin mengedipkan mata nya ke arah Ziana,lalu ia juga tersenyum kepada Aulia.
" ini aku belikan jus untuk mu.." Ziana memberikan sebotol jus nya kepada Kevin.
" aaakhhh!! aku baru tahu ternyata minum jus setelah olahraga sungguh menyegarkan."
Mendengar ucapan Kevin, senyuman di bibir Aulia langsung memudar.
Kevin lalu duduk di antara Ziana dan Aulia dengan santai nya.
" sayang.. bisa kah kau membantu menyeka keringat di belakang ku? " pinta Kevin pada Ziana dengan tatapan nakal nya.
Tetapi bukan nya menanggapi Kevin dengan romantis. Ziana malah mencubit lengan Kevin sambil wajah nya memberikan kode agar jangan memanggil nya begitu,juga jangan meminta hal hal seperti menyeka keringat.
karena Ziana tidak mau sahabatnya merasa canggung di antara mereka.
Namun bodoh nya Kevin, ia malah tidak paham pada kode yang di berikan Ziana dan malah memekik kesakitan.
Kevin: " hei..?! kenapa kau mencubit ku? "
Ziana: " hah?? tidak..aku tidak melakukan nya.."
" ayo kita ke kantin saja,, kami sudah lapar."
tambah Ziana,lalu ia menarik tangan Aulia dan Kevin secara paksa.
__ADS_1
Di kantin Kevin tak henti henti nya menggoda Ziana, dan sesekali ia juga berkelakuan manja pada Ziana tanpa memikirkan Aulia yang juga berada di sana.
Ziana sebisa mungkin menghentikan Kevin dengan cara halus, tetapi Kevin tetap menggoda nya bahkan semakin menjadi.
Kevin sendiri menganggap tentang Aulia yang mencintai dia adalah lelucon belaka, karena selama ia bersahabat dengan Aulia ia tidak pernah terpikirkan sama sekali kalau Aulia bakal jatuh hati pada nya.
Ya., situasi seperti itu lah yang sebenarnya di hindari oleh Aulia, maka nya ia memutuskan menjauh dari mereka kemarin.
Di saat Aulia merasa canggung, beruntung Fian datang dan langsung berakting seperti yang sudah di rencanakan semalam kalau mereka sudah dekat.
" ternyata kau disini, aku dari tadi mencari mu."
ujar Fian sambil memegang bahu Aulia dari belakang.
" hei.. sejak kapan kau dekat dengan nya??"
Kevin bertanya kepada Aulia dengan tatapan khas nya. membuat jantung Aulia berdegup kencang.
" kenapa kau perlu tahu tentang kami?? " Aulia berpura-pura santai menanggapi Kevin.
" mereka saling menyukai.." bisik Ziana kepada Kevin sambil tersenyum gemas.
" apaa??! " Kevin sangat terkejut.
" hei kenapa kau bisa menyukai nya??" tanya Kevin kepada Fian dengan wajah konyol nya.
" wahh.. selama ini bahkan kau tidak pernah dekat dengan serangga jantan, aku tidak menyangka sekarang kau bisa dekat dengan pria lain selain aku. " tambah Kevin dengan wajah terkagum kagum memandang Aulia.
" berarti kau serangga jantan itu Kevin." ledek Fian sambil tertawa cekikikan.
Mereka pun tertawa lepas bersamaan, Ziana sangat senang dengan momen hangat ini.
tadi nya ia berpikir berpacaran dengan Kevin akan menghancurkan persahabatan mereka selama nya, tapi melihat momen menyenangkan ini Ziana bisa sedikit lega karena Aulia bisa mendapatkan pria yang menyayangi nya yaitu Fian.
Yaaa.. seperti itu lah perasaan senang Ziana sekarang. ia tidak mengetahui kalau Fian dan Aulia hanyalah bersandiwara demi menjaga hubungan nya dengan Kevin.
...~~~~...
Saat mereka hendak kembali kekelas,Mereka berempat terkejut saat melihat poster bertuliskan Aulia hanya anak pungut!!
di majalah dinding.
Ziana,Aulia dan Fian tercengang melihat itu. sementara Kevin dengan cepat merobek poster tersebut dengan penuh emosi.....
...***********...
__ADS_1