
"di lemari itu tuh. ambil sendiri,ya. rak kedua dari bawah. cari aja di sekitar sana. pasti ketemu."
"makasih,mbak!"
sambil membawa tas biru ku, aku berjalan menuju lemari yang tadi ditunjuk mbak veny. benar kata mbak veny buku itu ada di bagian sana. hebat ya ingatan mbak veny? bener bener contoh penjaga perpustakaan yang baik. setelah mengambil buku itu di lemari aku menutup pintu lemari, dan aku mengambil tempat duduk di sebelah marissa,murid kelas X2 yang aku kenal baik karena sama sama rajin ke perpustakaan. bedanya, aku lebih sering membaca buku buku tentang kpop. yang sampai sekarang aku masih heran kenapa nyasar ke perpustakaan SMA. sementara marissa lebih suka membaca buku buku mata pelajaran. sekarang aja di depannya sudah ada buku yang tadi sempat aku lirik buku fisika. aku sih pasti bosen kalau baca buku kayak gitu.
marissa membaca dengan begitu serius sehingga aku sungkan untuk menyapanya. kuambil posisi duduk yang nyaman. begitu merasa haus, aku teringat air yang tadi aku beli di kantin pak bebun. ku buku tas biruku dan untung aku menemukan tambahan camilan, sebungkus tango yang aku beli kemarin dan masih utuh. saat meraba raba tas untuk mengambil wafer itu,aku menemukan handphone ku. rasa sebalku muncul kembali.
sejak masalah tadi aku belum menyentuh handphone ku. jadi belum tau siapa penelepon gak sopan yang mengirim ku duduk di perpustakaan ini, bukannya mengerjakan soal ulangan sialan itu di kelas.
kuraih handphone yang pada layar nya bertuliskan 1 missed call itu. di baris teratas, di belakang angka 1, kubaca ada lima huruf yang membentuk nama paling jelek yang pernah aku tau.
" ya ampun,kamu lagi,kamu lagi." ku geleng gelengkan kepala membaca sekumpulan huruf K,E,V,I,dan N di situ.
"kenapa, ras?"
__ADS_1
ya betul dia lagi! siapa lagi yang sering bikin aku sial begini kalau bukan kevin nyebelin itu! ku tekan edit name dan ku ganti nama kevin di kontak dengan nama KEVIN JELEK!!!!. nah lebih enak kan dibaca...
"ras?" begitu menoleh, ku lihat marissa tengah melihat ku dengan heran. "kamu kenapa sih,ras?" mungkin dia mendengar ku saat berbicara sendirian.
"ah, gak. gak apa apa kok."
marissa tetap menatapku heran lalu kembalu fokus membaca lagi.
kemudian aku teringat marissa sekelas dengan cowok nyebelin itu. ada yang ingin ku tanyakan padanya, jadi aku mencoba mengajaknya mengobrol meskipun dia masih asyik dengan buku nya.
"oh,boleh boleh.makasih ya." ujarnya sambil tersenyum dan mengambil sekotak kecil wafer
"kalau habis makan itu jadi seret,nih kalau mau minta minum." kata ku sambil menunjuk sebotol air mineral yang masih terisi setengah nya.
"ya deh,boleh juga tuh.nanti minta,ya?"
__ADS_1
aku mengangguk mengiyakan.
"mar,kok di sini? kelasmu ada jam kosong?"
"iya,jam nya bu retno. satu jam pelajaran sampai istirahat kedua."
oh pantesan itu anak bisa bebas missed call missed call dan menyengsarakan aku kayak gini.
"pantesan..." gumamku tanpa sadar.
"pantesan apa,ras?"
"oh,ng,pantesan kamu ada di sini.kalau gak ada jam kosong,gak mungkin kan kamu ada di sini sekarang." kata ku ngeles sementara marissa mengangguk angguk.
dukung author selalu ya jangan lupa kasih vote nya nanti kalau vote nya banyak author janji deh bakal carzy up😘😘
__ADS_1